A Cahya Legawa's Les pèlerins au-dessus des nuages

Tata cara menghubungi nomor darurat 118

Nomor darurat 118 adalah salah satu nomor telepon yang dapat dihubungi untuk meminta bantuan ambulans atau pertolongan medis di Indonesia. Nomor ini berfungsi untuk menangani situasi-situasi yang mengancam nyawa, seperti kecelakaan, serangan jantung, sesak napas, atau kondisi kesehatan lainnya yang membutuhkan penanganan segera.

Photo by RDNE Stock project on Pexels.com

Berikut adalah tata cara menghubungi nomor darurat 118:

  1. Siapkan telepon seluler atau telepon rumah Anda dan pastikan sinyal atau koneksi telepon Anda cukup baik.
  2. Tekan angka 118 dan tunggu sampai terhubung dengan operator telepon.
  3. Jelaskan dengan singkat dan jelas kondisi darurat yang Anda alami atau saksikan, seperti lokasi kejadian, jumlah korban, jenis cedera atau penyakit, dan identitas diri Anda.
  4. Ikuti instruksi yang diberikan oleh operator telepon, seperti memberikan pertolongan pertama kepada korban atau menjaga kondisi korban tetap stabil sampai ambulans tiba.
  5. Jangan menutup telepon sampai operator telepon mengizinkan Anda untuk melakukannya.

Nomor darurat 118 dapat dihubungi di seluruh wilayah Indonesia secara gratis. Namun, jika Anda berada di daerah yang belum terjangkau oleh layanan ini atau nomor ini tidak dapat diakses, Anda dapat menghubungi nomor darurat lainnya, seperti 119 (Kementerian Kesehatan), 112 (nomor darurat terpadu), atau 021-7992325 (Palang Merah Indonesia) .

Nomor darurat adalah layanan penting yang dapat menyelamatkan nyawa seseorang. Oleh karena itu, gunakanlah nomor darurat dengan bijak dan hanya dalam keadaan yang benar-benar mendesak. Jangan melakukan panggilan palsu atau iseng yang dapat mengganggu kinerja petugas dan merugikan orang lain.

← Kembali

Terima kasih atas tanggapan Anda. ✨

Rating(wajib)

Artikel Baru Terbit

  • Permenkes Penanggulangan Penyakit 2026: Satu Payung Hukum, Berlapis Konsekuensi bagi Fasilitas Kesehatan
    Menteri Kesehatan menerbitkan Permenkes Nomor 3 Tahun 2026 untuk konsolidasi pengaturan penanggulangan penyakit di Indonesia. Regulasi ini mencakup penanggulangan penyakit menular, tidak menular, kesehatan lingkungan, dan kesehatan matra, serta menyusun kewajiban baru bagi fasilitas kesehatan. Tantangan implementasi masih ada, terutama terkait ambang batas GGL yang belum ditetapkan.
  • The Dream That Keeps Breathing
    What if the size of a dream was never the point? Through a Javanese kite-maker’s parable and voices from Rumi to Marcus Aurelius, the Gita to the Dhammapada, this essay asks whether dreaming is less a destination than a form of breathing — one we must keep doing, gently, for as long as we wish to call what we’re living a life.
  • PFAS di Meja Makan: Apa yang Diungkap Tinjauan Lanskap WHO tentang “Bahan Kimia Abadi” yang Kita Telan
    WHO merilis tinjauan tentang 18 senyawa PFAS prioritas yang mencemari makanan dan air minum, serta enam kategori efek kesehatan seperti kanker dan gangguan metabolik. Makanan menjadi jalur pajanan utama. Temuan ini menunjukkan perlunya Indonesia memperkuat pemantauan PFAS untuk meningkatkan keamanan pangan dan air minum.
  • Nasi di Piring, Racun yang Tak Terlihat: Apa Kata Evaluasi Terbaru WHO/FAO tentang Arsenik dalam Makanan
    Evaluasi terbaru oleh JECFA (2026) menunjukkan risiko arsenik dalam makanan tidak hanya terkait kanker, tetapi juga penyakit jantung pada dosis lebih rendah. Beras menjadi sumber utama paparan, termasuk di Indonesia, di mana data dari Sulawesi Utara menunjukkan melampaui ambang aman. Perlu ada langkah kehati-hatian dan pembaruan regulasi keamanan pangan.
  • Wajah Ganda Sang Parasit: Mengenal Leishmaniasis Kutaneus dan PKDL, Dua Babak dari Satu Penyakit
    Leishmaniasis kutaneus dan PKDL adalah dua wajah dari infeksi parasit Leishmania yang ditularkan lalat pasir—jarang ditemukan di Indonesia, namun tetap relevan lewat kasus impor dari personel yang bertugas di kawasan endemik. Artikel ini mengulas gejala, diagnosis banding dengan kusta, dan tata laksana berdasarkan panduan terbaru WHO SEARO

Commenting 101: “Be kind, and respect each other” // Bersikaplah baik, dan saling menghormati (Indonesian) // Soyez gentils et respectez-vous les uns les autres (French) // Sean amables y respétense mutuamente (Spanish) // 待人友善,互相尊重 (Chinese) // كونوا لطفاء واحترموا بعضكم البعض (Arabic) // Будьте добры и уважайте друг друга (Russian) // Seid freundlich und respektiert einander (German) // 親切にし、お互いを尊重し合いましょう (Japanese) // दयालु बनें, और एक दूसरे का सम्मान करें (Hindi) // Siate gentili e rispettatevi a vicenda (Italian)

Tinggalkan Balasan

Eksplorasi konten lain dari Bhyllabus l'énigme

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca