A Cahya Legawa's Les pèlerins au-dessus des nuages

Penyakit akibat kerja adalah penyakit yang timbul atau bertambah parah karena proses kerja, lingkungan kerja, atau perilaku kerja pekerja. Penyakit akibat kerja dapat menimbulkan dampak negatif bagi kesehatan, produktivitas, dan kesejahteraan pekerja dan keluarganya.

Photo by Ronu00ea Ferreira on Pexels.com

Untuk mencegah dan menangani penyakit akibat kerja, pemerintah melalui Kementerian Kesehatan telah menerbitkan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 11 Tahun 2022 tentang Pelayanan Kesehatan Penyakit Akibat Kerja (Permenkes 11/2022). Permenkes ini mengatur tentang:

  • Hak dan kewajiban pekerja, pengusaha, fasilitas pelayanan kesehatan, tenaga kesehatan, dan pemerintah terkait dengan pelayanan kesehatan penyakit akibat kerja.
  • Jenis-jenis penyakit akibat kerja yang ditetapkan oleh pemerintah dan cara mengidentifikasi, mendiagnosis, melaporkan, dan mengklaimnya.
  • Standar pelayanan kesehatan penyakit akibat kerja yang meliputi promosi kesehatan, pencegahan primer, sekunder, dan tersier, penatalaksanaan medis dan rehabilitasi medis, serta rujukan dan koordinasi antar fasilitas pelayanan kesehatan.
  • Sistem informasi pelayanan kesehatan penyakit akibat kerja yang meliputi pengumpulan, pengolahan, analisis, penyajian, dan penyebarluasan data dan informasi tentang penyakit akibat kerja.
  • Pengawasan dan evaluasi pelayanan kesehatan penyakit akibat kerja yang dilakukan oleh pemerintah pusat dan daerah.

Permenkes 11/2022 mulai berlaku sejak tanggal 13 April 2022 dan mencabut Permenkes Nomor 56 Tahun 2016 tentang Penyelenggaraan Pelayanan Penyakit Akibat Kerja.

Permenkes ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan penyakit akibat kerja yang berbasis pada bukti ilmiah, keadilan, keselamatan, efektivitas, efisiensi, dan kepuasan pekerja.

Dengan adanya Permenkes ini diharapkan dapat mendorong pengusaha untuk menerapkan sistem manajemen kesehatan kerja yang baik dan pekerja untuk meningkatkan kesadaran dan partisipasi dalam upaya pencegahan dan penanggulangan penyakit akibat kerja.

Artikel Baru Terbit

  • SADARI: Periksa Payudara Sendiri, Apa Kata Bukti Ilmiah Terbaru?
    SADARI membantu perempuan mengenali kondisi normal payudaranya sendiri, meski uji klinis besar menunjukkan metode ini tak terbukti menurunkan angka kematian akibat kanker payudara. Di Indonesia, dengan akses mamografi yang masih terbatas, SADARI tetap bernilai sebagai langkah kewaspadaan awal—asalkan selalu diikuti pemeriksaan klinis profesional saat ditemukan kelainan, bukan sebagai pengganti skrining medis sesungguhnya.
  • The TAME Trial: Bisakah Obat Diabetes Lawas Memperpanjang Usia Manusia?
    Metformin, obat diabetes murah berusia puluhan tahun, tengah diuji lewat TAME trial untuk mengetahui apakah ia bisa memperlambat penuaan biologis dan menunda penyakit terkait usia. Bukti dari hewan menjanjikan, tetapi bukti manusia masih observasional. Pakar sepakat: terlalu dini merekomendasikan metformin untuk anti-penuaan pada orang sehat; gaya hidup sehat tetap strategi utama.
  • Benarkah Generasi Sebelum Baby Boomer Lebih Sehat dan Aktif di Usia Tua? Membedah Klaim yang Sering Beredar
    Klaim bahwa generasi sebelum baby boomer lebih sehat dan aktif hingga lansia sebagian besar adalah mitos akibat survivorship bias — kita hanya mengenang yang bertahan. Namun, riset gerontologi terbaru dan data SKI 2023 menunjukkan kekhawatiran nyata: usia harapan hidup Indonesia meningkat, tetapi beban penyakit tidak menular turut melebar, sehingga tahun hidup tambahan tidak selalu berarti tahun yang sehat.
  • Mitos Pola Makan Vegetarian dan Vegan: Fakta di Balik Tren Nabati di Indonesia
    Delapan mitos seputar diet vegetarian dan vegan—dari kecukupan protein hingga risiko kanker payudara akibat kedelai—dibedah dengan bukti ilmiah terkini. Konteks Indonesia menunjukkan pola makan masyarakat sesungguhnya sudah didominasi pangan nabati seperti tempe dan tahu, sementara tantangan gizi nyata terletak pada keberagaman dan keseimbangan, bukan kategori diet semata.
  • Mitos Kesehatan Jiwa yang Masih Dipercaya: Membedah Stigma di Balik Fakta
    Mitos seputar kesehatan jiwa—dari anggapan bahwa gangguan jiwa langka hingga stigma “gila” pada skizofrenia—masih membebani masyarakat Indonesia. Data SKI 2023 mengungkap kesenjangan akses pengobatan yang lebar dan praktik pemasungan yang bertahan. Artikel ini membedah sebelas mitos populer dengan bukti ilmiah dan konteks kebijakan kesehatan jiwa nasional.

Commenting 101: “Be kind, and respect each other” // Bersikaplah baik, dan saling menghormati (Indonesian) // Soyez gentils et respectez-vous les uns les autres (French) // Sean amables y respétense mutuamente (Spanish) // 待人友善,互相尊重 (Chinese) // كونوا لطفاء واحترموا بعضكم البعض (Arabic) // Будьте добры и уважайте друг друга (Russian) // Seid freundlich und respektiert einander (German) // 親切にし、お互いを尊重し合いましょう (Japanese) // दयालु बनें, और एक दूसरे का सम्मान करें (Hindi) // Siate gentili e rispettatevi a vicenda (Italian)

Tinggalkan Balasan

Eksplorasi konten lain dari Bhyllabus l'énigme

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca