A Cahya Legawa's Les pèlerins au-dessus des nuages

Microsoft Edge adalah salah satu favorit saya sebagai pengguna Windows. Dan ada sejumlah manfaat yang tidak bisa dialihkan ke peramban lain, semisal Firefox yang lebih sering saya gunakan pada Linux.

Ada tiga cara yang bisa digunakan untuk memasang Microsoft Edge bagi pengguna openSUSE. Tapi sebelumnya, perlu diingat bahwa Microsoft Edge, tidak seperti Google Chrome, bukanlah software yang siap dimuat ke distribusi Linux, bahkan untuk versi stabilnya. Setidaknya itu pengalaman saya sampai saya membuat tulisan ini.

Jika Anda mencari alternatif lain, agak sulit memang. Tapi sepertinya Opera adalah pilihan yang mungkin bisa dilirik oleh karena stabilitasnya selain Chrome.

Microsoft selalu menawarkan Microsoft Edge sebagai program beta kepada pengguna Linux. Karena tampaknya mereka tahu, bahwa Edge belum cukup stabil, walau pada versi stabilnya.

Cara pertama yang paling mudah menurut saya adalah dengan menggunakan Flatpak dari komunitas.

Pengguna openSUSE bisa langsung menuju aplikasi software, mengetik kata kunci edge, dan memilih Microsoft Edge, lalu pilih pasang. Ini paling mudah.

Cara kedua adalah dengan mengunduh berkas RPM dari situs resmi Microsoft. Cara ini adalah yang paling aman menurut saya.

Anda cukup mengetik di mesin pencari Firefox, Edge, lalu pilih masuk ke halaman resmi Microsoft. Tujuannya adalah bagian agak ke bawah di halaman tersebut. Pilihan untuk Linux memang hanya dalam sebaris kalimat. Jangan lupa pilih yang Linux (RPM).

Hindari memilih pilihan yang paling bawah, seperti gambar berikut. Kecuali jika itu yang memang Anda inginkan.

Berkas unduhan yang didapatkan bisa langsung dipasang melalui menu instalasi openSUSE. Ya, Anda mungkin akan mendapati beberapa peringatan, tapi abaikan saja.

Cara terakhir yang saya temukan untuk memasang Microsoft Edge adalah menggunakan repositori.

Ikuti saja perintah yang ada pada Microsoft Insider untuk Edge.

Buka terminal dan masukan keyring dari Microsoft dengan mengetik:

sudo rpm --import https://packages.microsoft.com/keys/microsoft.asc

Lalu tambahkan repositori dengan baris perintah:

sudo zypper ar https://packages.microsoft.com/yumrepos/edge microsoft-edge

Lalu segarkan repositori yang ada dengan baris perintah:

sudo zypper refresh

Baru terakhir kita memang Microsoft Edge, jika Anda membuka software management di YaST2, maka di sana ada beberapa pilihan versi Edge yang bisa dipasang.

Anda bisa memasang langsung melalui YaST2 di atas. Atau menggunakan baris perintah: untuk memasang versi stabilnya:

sudo zypper install microsoft-edge-stable

Berikut adalah keseluruhan proses yang berjalan dalam terminal:

Jika semua proses berjalan lancar, kita sudah bisa menggunakan Microsoft Edge di openSUSE.

← Kembali

Terima kasih atas tanggapan Anda. ✨

Rating(wajib)

Artikel Baru Terbit

  • Ketika Angka Kasus HIV Tidak Menceritakan Seluruh Kisah: Menata Ulang Surveilans di Era Penyakit Lanjut
    Panduan konsolidasi WHO 2026 memperbarui definisi kasus HIV dan menambahkan indikator pemantauan penyakit HIV lanjut. Ini penting bagi Indonesia, yang memiliki 564.000 ODHIV, untuk mengevaluasi kesiapan SIHA 2.1 dalam mendukung pencapaian target eliminasi HIV pada tahun 2030, dengan data diharapkan lebih akurat dan terintegrasi.
  • Permenkes Perbekalan Kesehatan 2026: Antara Visi Kemandirian dan Realitas Akses Obat di Lapangan
    Pada 17 April 2026, Menteri Kesehatan mengeluarkan Permenkes Nomor 5 Tahun 2026 yang mengatur perbekalan kesehatan. Regulasi ini mencakup produksi dalam negeri, pengendalian harga, dan transparansi, namun masih menghadapi tantangan implementasi. Kemandirian farmasi masih rendah, dengan ketergantungan pada impor dan ketersediaan obat yang tidak memadai.
  • Permenkes Penanggulangan Penyakit 2026: Satu Payung Hukum, Berlapis Konsekuensi bagi Fasilitas Kesehatan
    Menteri Kesehatan menerbitkan Permenkes Nomor 3 Tahun 2026 untuk konsolidasi pengaturan penanggulangan penyakit di Indonesia. Regulasi ini mencakup penanggulangan penyakit menular, tidak menular, kesehatan lingkungan, dan kesehatan matra, serta menyusun kewajiban baru bagi fasilitas kesehatan. Tantangan implementasi masih ada, terutama terkait ambang batas GGL yang belum ditetapkan.
  • The Dream That Keeps Breathing
    What if the size of a dream was never the point? Through a Javanese kite-maker’s parable and voices from Rumi to Marcus Aurelius, the Gita to the Dhammapada, this essay asks whether dreaming is less a destination than a form of breathing — one we must keep doing, gently, for as long as we wish to call what we’re living a life.
  • PFAS di Meja Makan: Apa yang Diungkap Tinjauan Lanskap WHO tentang “Bahan Kimia Abadi” yang Kita Telan
    WHO merilis tinjauan tentang 18 senyawa PFAS prioritas yang mencemari makanan dan air minum, serta enam kategori efek kesehatan seperti kanker dan gangguan metabolik. Makanan menjadi jalur pajanan utama. Temuan ini menunjukkan perlunya Indonesia memperkuat pemantauan PFAS untuk meningkatkan keamanan pangan dan air minum.

Commenting 101: “Be kind, and respect each other” // Bersikaplah baik, dan saling menghormati (Indonesian) // Soyez gentils et respectez-vous les uns les autres (French) // Sean amables y respétense mutuamente (Spanish) // 待人友善,互相尊重 (Chinese) // كونوا لطفاء واحترموا بعضكم البعض (Arabic) // Будьте добры и уважайте друг друга (Russian) // Seid freundlich und respektiert einander (German) // 親切にし、お互いを尊重し合いましょう (Japanese) // दयालु बनें, और एक दूसरे का सम्मान करें (Hindi) // Siate gentili e rispettatevi a vicenda (Italian)

Tinggalkan Balasan

Eksplorasi konten lain dari Bhyllabus l'énigme

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca