A Cahya Legawa's Les pèlerins au-dessus des nuages

Microsoft Office native tidak tersedia pada distribusi Linux secara umum. Tapi alternatif Microsoft Office banyak tersedia Dua yang populer adalah WPS Office dan ONLY Office. Yang tidak begitu populer adalah produk Softmaker, baik Softmaker Pro maupun NX, dan tentu saja versi gratisnya FreeOffice.

Memasang FreeOffice pada openSUSE cukup mengikuti petunjuk di situs resmi Softmaker untukinstalasi pada Linux.

Pengguna openSUSe perlu menambahkan dulu repositori FreeOffice menggunakan perintah:

sudo zypper addrepo -f https://shop.softmaker.com/repo/rpm SoftMaker

Lalu tambahkan kunci publiknya:

sudo zypper --gpg-auto-import-keys ref

Jangan lupa untuk menyegarkan repositori yang ada.

Lalu buka YaST dan menuju pengelola perangkat lunak. Dan ketik kata kunci “freeoffice.”

Jika ada beberapa versi di dalamnya, pilih versi yang paling baru. Dan instal dari wisaya ini.

Hasilnya, lumayan baik untuk membuka berkas Microsoft Office.

Saya sendiri hanya menggunakan FreeOffice untuk melihat dan mengakses berkas Microsoft Office secara luring, karena ini lebih mudah dan cepat.

Saya tidak menggunakan FreeOffice sebagai pengganti Microsoft 365 yang saya miliki. Saya masih menyunting berkas melalui Office Online, atau lewat Windows.

Kecuali memang tidak ikatan dengan akun Microsoft 365, dan hanya perlu untuk kebutuhan mengetik standar dan tugas-tugas sekolah/kantor yang kadang disodorkan sebagai berkas Microsoft Office, maka FreeOffice bisa digunakan tanpa ragu. Tapi jika membutuhkan fitur-fitur Office 365 dalam mengelola dokumen yang tidak tersedia pada alternatif lainnya, seperti Editor atau Dicatate, maka sayang sekali Microsoft 365 belum bisa tergantikan.

Artikel Baru Terbit

  • Berapa Jam Sebenarnya Kita Butuh Tidur? Lima Mitos yang Perlu Diluruskan
    Kebutuhan tidur bervariasi berdasarkan usia dan individu, bukan sekadar “8 jam”. Tubuh tidak dapat dilatih untuk butuh tidur lebih sedikit. Tidur siang singkat 10–20 menit justru bermanfaat. Tidak semua hewan tidur seperti manusia. Terlalu banyak tidur juga berisiko. Dan meski kurang tidur jarang membunuh langsung, microsleep akibatnya menewaskan ribuan orang di jalan Indonesia setiap tahun.
  • Gula Darah Tinggi yang Diam-Diam Merusak: Memahami Diabetes Melitus Tipe 2
    Diabetes melitus tipe 2 menyerang diam-diam—hanya satu dari 4-5 penyandang di Indonesia yang menyadari kondisinya. Artikel ini membahas patofisiologi resistansi insulin, kriteria diagnosis PERKENI, peran SGLT2 inhibitor dan GLP-1 receptor agonist dalam terapi terkini, serta kesenjangan akses pembiayaan JKN/BPJS terhadap golongan obat baru tersebut.
  • Empat Pembaruan Kunci Pedoman Malaria WHO 2026: Apa yang Berubah dan Apa Artinya bagi Indonesia
    WHO mengeluarkan pembaruan pedoman malaria pada September 2026, mencakup empat perubahan penting: pencegahan malaria pada ibu hamil dengan HIV, batas penggunaan primakuin dosis tunggal, formulasi baru artemether-lumefantrine untuk bayi <5 kg, serta peninjauan jadwal vaksin. Pembaruan ini relevan untuk Indonesia, khususnya Papua sebagai daerah berisiko tinggi.
  • Vaksin RSV untuk Ibu Hamil: Ketika Antibodi Ibu Jadi Perisai Pertama Bayi
    Vaksin RSV maternal (Abrysvo) terbukti menurunkan risiko penyakit saluran napas bawah berat pada bayi hingga 90% dalam 90 hari pertama bila diberikan pada minggu ke-28–36 kehamilan. WHO baru mengesahkan vial multidosisnya untuk memperluas akses global. Di Indonesia, vaksin ini sudah terdaftar BPOM namun belum masuk program nasional.
  • Guru di Garis Depan: Panduan Baru UNESCO, UNICEF, dan WHO untuk Menjaga Kesehatan Jiwa di Ruang Kelas
    Panduan baru UNESCO-UNICEF-WHO (2026) menegaskan peran guru dalam kesehatan jiwa sekolah: mempromosikan kesejahteraan, menyadari tanda distres, dan menghubungkan murid ke dukungan — tanpa mendiagnosis atau memberi terapi. Dengan I-NAMHS mencatat 15,5 juta remaja Indonesia mengalami masalah kesehatan mental, panduan ini relevan bagi UKS, PPKSP, dan sistem sekolah Indonesia.

Commenting 101: “Be kind, and respect each other” // Bersikaplah baik, dan saling menghormati (Indonesian) // Soyez gentils et respectez-vous les uns les autres (French) // Sean amables y respétense mutuamente (Spanish) // 待人友善,互相尊重 (Chinese) // كونوا لطفاء واحترموا بعضكم البعض (Arabic) // Будьте добры и уважайте друг друга (Russian) // Seid freundlich und respektiert einander (German) // 親切にし、お互いを尊重し合いましょう (Japanese) // दयालु बनें, और एक दूसरे का सम्मान करें (Hindi) // Siate gentili e rispettatevi a vicenda (Italian)

Tinggalkan Balasan

Eksplorasi konten lain dari Bhyllabus l'énigme

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca