Batu empedu adalah kondisi yang terjadi ketika ada endapan keras di dalam kantong empedu, yaitu organ yang berfungsi menyimpan cairan empedu yang membantu mencerna lemak. Batu empedu bisa berukuran sangat kecil seperti pasir atau sebesar bola golf. Batu empedu bisa menyebabkan rasa nyeri hebat di perut, mual, muntah, dan kuning. Jika batu empedu menghalangi saluran empedu, bisa terjadi komplikasi serius seperti infeksi atau peradangan.
Sumber: Mayo Clinic
Penyebab utama terbentuknya batu empedu adalah ketidakseimbangan komposisi cairan empedu. Ada beberapa faktor yang bisa meningkatkan risiko terjadinya batu empedu, antara lain:
Obesitas atau kelebihan berat badan
Diet tinggi lemak dan rendah serat
Puasa atau menurunkan berat badan secara drastis
Diabetes mellitus
Penyakit hati atau saluran empedu
Kehamilan
Usia lanjut
Jenis kelamin perempuan
Riwayat keluarga dengan batu empedu
Penggunaan pil kontrasepsi atau terapi hormon
Untuk mencegah terjadinya batu empedu, ada beberapa langkah yang bisa dilakukan, antara lain:
Menjaga berat badan ideal dengan diet seimbang dan olahraga teratur
Menghindari makanan yang tinggi lemak jenuh, kolesterol, dan gula
Mengonsumsi makanan yang kaya serat, seperti buah-buahan, sayuran, dan biji-bijian
Minum air putih yang cukup setiap hari
Mengurangi konsumsi alkohol dan merokok
Berkonsultasi dengan dokter sebelum menggunakan obat-obatan tertentu
Batu empedu bisa diobati dengan beberapa cara, tergantung pada ukuran, jumlah, dan lokasi batunya. Beberapa pilihan pengobatan adalah:
Obat-obatan untuk melarutkan batu empedu
Prosedur endoskopi untuk mengeluarkan batu empedu dari saluran empedu
Operasi untuk mengangkat kantong empedu beserta batunya
Jika Anda mengalami gejala-gejala batu empedu, segera hubungi dokter untuk mendapatkan diagnosis dan pengobatan yang tepat. Jangan mengabaikan atau menunda penanganan batu empedu karena bisa berakibat fatal bagi kesehatan Anda.
Diabetes melitus tipe 2 menyerang diam-diam—hanya satu dari 4-5 penyandang di Indonesia yang menyadari kondisinya. Artikel ini membahas patofisiologi resistansi insulin, kriteria diagnosis PERKENI, peran SGLT2 inhibitor dan GLP-1 receptor agonist dalam terapi terkini, serta kesenjangan akses pembiayaan JKN/BPJS terhadap golongan obat baru tersebut.
WHO mengeluarkan pembaruan pedoman malaria pada September 2026, mencakup empat perubahan penting: pencegahan malaria pada ibu hamil dengan HIV, batas penggunaan primakuin dosis tunggal, formulasi baru artemether-lumefantrine untuk bayi <5 kg, serta peninjauan jadwal vaksin. Pembaruan ini relevan untuk Indonesia, khususnya Papua sebagai daerah berisiko tinggi.
Vaksin RSV maternal (Abrysvo) terbukti menurunkan risiko penyakit saluran napas bawah berat pada bayi hingga 90% dalam 90 hari pertama bila diberikan pada minggu ke-28–36 kehamilan. WHO baru mengesahkan vial multidosisnya untuk memperluas akses global. Di Indonesia, vaksin ini sudah terdaftar BPOM namun belum masuk program nasional.
Panduan baru UNESCO-UNICEF-WHO (2026) menegaskan peran guru dalam kesehatan jiwa sekolah: mempromosikan kesejahteraan, menyadari tanda distres, dan menghubungkan murid ke dukungan — tanpa mendiagnosis atau memberi terapi. Dengan I-NAMHS mencatat 15,5 juta remaja Indonesia mengalami masalah kesehatan mental, panduan ini relevan bagi UKS, PPKSP, dan sistem sekolah Indonesia.
Diabetes melitus tipe 1 pada anak Indonesia meningkat tajam dalam dua dekade terakhir, namun tujuh dari sepuluh kasus baru terdiagnosis setelah jatuh ke ketoasidosis diabetikum. Artikel ini membahas patofisiologi, kriteria diagnosis, lima pilar pengelolaan, teknologi CGM, imunoterapi teplizumab, serta konteks jaminan BPJS Kesehatan bagi penyandang DMT1.
Commenting 101: “Be kind, and respect each other” // Bersikaplah baik, dan saling menghormati (Indonesian) // Soyez gentils et respectez-vous les uns les autres (French) // Sean amables y respétense mutuamente (Spanish) // 待人友善,互相尊重 (Chinese) // كونوا لطفاء واحترموا بعضكم البعض (Arabic) // Будьте добры и уважайте друг друга (Russian) // Seid freundlich und respektiert einander (German) // 親切にし、お互いを尊重し合いましょう (Japanese) // दयालु बनें, और एक दूसरे का सम्मान करें (Hindi) // Siate gentili e rispettatevi a vicenda (Italian)
Tinggalkan Balasan