A Cahya Legawa's Les pèlerins au-dessus des nuages

Penyebab Telapak Tangan Mudah Berkeringat

Telapak tangan yang mudah berkeringat atau hiperhidrosis palmaris adalah kondisi yang ditandai dengan produksi keringat berlebih pada telapak tangan. Kondisi ini dapat menimbulkan rasa tidak nyaman, malu, dan mengganggu aktivitas sehari-hari. Apa penyebab telapak tangan mudah berkeringat dan bagaimana cara mengatasinya?

Photo by Arnab Das on Pexels.com

Penyebab telapak tangan mudah berkeringat dapat bervariasi, mulai dari faktor genetik, hormonal, psikologis, hingga penyakit tertentu. Berikut adalah beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko telapak tangan mudah berkeringat:

  • Faktor genetik. Hiperhidrosis palmaris dapat diturunkan dari orang tua atau keluarga. Jika salah satu orang tua memiliki kondisi ini, maka anaknya memiliki kemungkinan 28% untuk mengalaminya juga. Jika kedua orang tua memiliki kondisi ini, maka kemungkinannya meningkat menjadi 45%.
  • Faktor hormonal. Perubahan hormon, seperti saat pubertas, menstruasi, kehamilan, atau menopause, dapat mempengaruhi kelenjar keringat dan menyebabkan telapak tangan mudah berkeringat. Selain itu, kondisi hormonal seperti hipertiroidisme, diabetes, atau sindrom cushing juga dapat menyebabkan hiperhidrosis palmaris.
  • Faktor psikologis. Stres, kecemasan, depresi, atau emosi negatif lainnya dapat memicu sistem saraf simpatis yang mengatur kelenjar keringat. Hal ini dapat menyebabkan telapak tangan mudah berkeringat sebagai respons terhadap situasi yang menegangkan atau menakutkan.
  • Faktor penyakit. Beberapa penyakit yang dapat menyebabkan telapak tangan mudah berkeringat adalah infeksi, tumor otak, stroke, penyakit jantung, parkinson, atau kanker.

Cara Mengatasi Telapak Tangan Mudah Berkeringat

Telapak tangan mudah berkeringat dapat diatasi dengan beberapa cara, tergantung pada penyebab dan tingkat keparahannya. Berikut adalah beberapa cara yang dapat dilakukan:

  • Menggunakan antiperspiran. Antiperspiran adalah produk yang mengandung zat aktif seperti aluminium klorida yang dapat menghambat produksi keringat. Antiperspiran dapat dioleskan pada telapak tangan sebelum tidur dan dibilas pada pagi hari. Antiperspiran dapat digunakan secara rutin sesuai kebutuhan.
  • Mengonsumsi obat-obatan. Obat-obatan yang dapat mengurangi keringat berlebih pada telapak tangan adalah antikolinergik, beta blocker, benzodiazepin, atau botulinum toksin (botox). Obat-obatan ini harus dikonsumsi sesuai resep dokter dan dengan memperhatikan efek sampingnya.
  • Melakukan prosedur medis. Prosedur medis yang dapat dilakukan untuk mengatasi telapak tangan mudah berkeringat adalah iontoforesis, injeksi botox, atau simpatektomi toraks endoskopik (ETS). Iontoforese adalah prosedur yang menggunakan arus listrik lemah untuk menutup saluran keringat pada telapak tangan. Injeksi botox adalah prosedur yang menyuntikkan botulinum toksin pada telapak tangan untuk memblokir saraf yang mengatur kelenjar keringat. ETS adalah prosedur bedah yang memotong saraf simpatis pada dada untuk menghentikan sinyal keringat berlebih pada telapak tangan.
  • Mengubah gaya hidup. Gaya hidup yang sehat dapat membantu mengurangi telapak tangan mudah berkeringat. Beberapa hal yang dapat dilakukan adalah menjaga kebersihan tangan, menghindari makanan pedas atau berminyak, minum air putih yang cukup, berolahraga secara teratur, dan mengelola stres dengan baik.

Telapak tangan mudah berkeringat bukanlah kondisi yang berbahaya, tetapi dapat menurunkan kualitas hidup dan kepercayaan diri. Jika kondisi ini mengganggu aktivitas sehari-hari, sebaiknya konsultasikan dengan dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

Artikel Baru Terbit

  • Paliatif Bukan Tanda Menyerah: Kapan Sebaiknya Tenaga Kesehatan Mulai Menawarkannya?
    Perawatan paliatif sering disalahpahami sebagai layanan menjelang ajal. Padahal pedoman ASCO 2024, WHO, dan Kepmenkes 2180/2023 menekankan identifikasi dini sejak diagnosis penyakit serius. Artikel ini membahas kapan paliatif sebaiknya ditawarkan kepada pasien dan keluarga, alat penapisan seperti SPICT dan Pertanyaan Kejutan, serta penerapannya di layanan kesehatan Indonesia.
  • Ketika Wajah Bayi Menyimpan Rahasia di Kromosom 22
    Sindrom DiGeorge (22q11.2 deletion syndrome) adalah kelainan delesi mikro kromosom tersering pada manusia, memengaruhi jantung, imunitas, kalsium darah, dan perkembangan. Diagnosis sering terlambat karena gejala menyerupai kondisi lain. Di Indonesia, skrining jantung bawaan kritis berpotensi menangkap sebagian kasus, namun konfirmasi genetik masih terbatas aksesnya.
  • Flu Burung Tak Lagi Sekadar Urusan Kandang: Membaca Kerangka Global Empat Lembaga Dunia dan Maknanya bagi Indonesia
    FAO, WHO, WOAH, dan CMS meluncurkan kerangka global untuk mempercepat pengendalian flu burung melalui pendekatan One Health. Artikel ini mengulas mengapa H5N1 klad 2.3.4.4b kian mengkhawatirkan, bagaimana pengalaman Indonesia dengan 200 kasus manusia, dan langkah praktis bagi Puskesmas serta masyarakat untuk mencegah limpahan virus dari kandang ke manusia.
  • Pil KB Tanpa Jeda, Implan Lima Tahun, dan Mifepriston: Membaca Pedoman Baru WHO tentang Perluasan Pilihan Kontrasepsi
    WHO merilis pedoman baru tentang perluasan pilihan kontrasepsi. Mifepriston kini direkomendasikan sebagai kontrasepsi darurat, pil KB kombinasi dapat diminum tanpa jeda hingga setahun, dan implan etonogestrel dapat dipakai lima tahun. Sebaliknya, ormeloksifen dan pil kuinestrol belum layak masuk program. Apa artinya bagi layanan KB dan jutaan akseptor di Indonesia kini?
  • Dari “Tahu” ke “Mau”: Kursus Ilmu Perilaku WHO dan Pelajaran bagi Kesehatan Masyarakat Indonesia
    WHO meluncurkan kursus daring mandiri tentang ilmu perilaku bagi praktisi kesehatan masyarakat. Artikel ini mengulas isi kursus, kerangka DDDIE, data perilaku berisiko dari SKI 2023, contoh kasus antibiotik tanpa resep, serta batas bukti nudge, agar program kesehatan di Indonesia tidak berhenti pada penyuluhan, tetapi mengubah perilaku masyarakat sehari-hari secara nyata.

Commenting 101: “Be kind, and respect each other” // Bersikaplah baik, dan saling menghormati (Indonesian) // Soyez gentils et respectez-vous les uns les autres (French) // Sean amables y respétense mutuamente (Spanish) // 待人友善,互相尊重 (Chinese) // كونوا لطفاء واحترموا بعضكم البعض (Arabic) // Будьте добры и уважайте друг друга (Russian) // Seid freundlich und respektiert einander (German) // 親切にし、お互いを尊重し合いましょう (Japanese) // दयालु बनें, और एक दूसरे का सम्मान करें (Hindi) // Siate gentili e rispettatevi a vicenda (Italian)

Tinggalkan Balasan

Eksplorasi konten lain dari Bhyllabus l'énigme

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca