A Cahya Legawa's Les pèlerins au-dessus des nuages

Pneumonia adalah peradangan pada paru-paru yang disebabkan oleh infeksi bakteri, virus, jamur, atau parasit. Pneumonia dapat menimbulkan gejala seperti batuk, demam, sesak napas, nyeri dada, dan menggigil. Pneumonia dapat berbahaya jika tidak ditangani dengan tepat, karena dapat menyebabkan komplikasi seperti sepsis, gagal napas, abses paru, dan kematian.

Pneumonia dapat dibedakan menjadi dua jenis, yaitu pneumonia komunitas dan pneumonia rumah sakit. Pneumonia komunitas adalah pneumonia yang didapat di luar rumah sakit atau di komunitas, sedangkan pneumonia rumah sakit adalah pneumonia yang didapat di rumah sakit atau terkait dengan penggunaan ventilator. Kedua jenis pneumonia ini memiliki penyebab, faktor risiko, dan penatalaksanaan yang berbeda.

Untuk mendiagnosis pneumonia, dokter akan melakukan anamnesis, pemeriksaan fisik, dan pemeriksaan penunjang seperti foto toraks, darah rutin, kultur sputum, dan PCR. Dokter juga akan mengklasifikasikan tingkat keparahan pneumonia berdasarkan skor CURB-65 atau PSI, yang meliputi faktor-faktor seperti usia, kesadaran, tekanan darah, frekuensi napas, dan kadar ureum. Skor ini akan menentukan apakah pasien perlu dirawat di rumah, di ruang rawat inap, atau di unit perawatan intensif.

Penatalaksanaan pneumonia meliputi pemberian oksigen, cairan, antipiretik, analgesik, dan antibiotik. Antibiotik yang dipilih harus sesuai dengan kuman penyebab dan tingkat keparahan pneumonia. Dokter akan memberikan rekomendasi antibiotik empiris dan spesifik berdasarkan pedoman nasional yang disusun oleh Perhimpunan Dokter Paru Indonesia. Pedoman ini berlaku sejak tahun 2023 dan dapat diakses di sini.

Pencegahan pneumonia meliputi menjaga kebersihan, meningkatkan daya tahan tubuh, menghindari merokok, dan mendapatkan vaksinasi. Vaksinasi yang dapat mencegah pneumonia adalah vaksin pneumokokus dan vaksin influenza. Vaksin ini direkomendasikan untuk orang-orang yang berisiko tinggi, seperti orang tua, anak-anak, orang dengan penyakit kronis, dan orang dengan sistem imun yang lemah.

Pneumonia adalah penyakit yang serius dan dapat mengancam jiwa. Oleh karena itu, penting untuk mengetahui gejala, penyebab, dan cara mengatasinya. Jika Anda mengalami gejala pneumonia, segera hubungi dokter atau fasilitas kesehatan terdekat. Jangan mengabaikan atau mengobati sendiri pneumonia, karena dapat memperburuk kondisi Anda. Semoga informasi ini bermanfaat dan dapat membantu Anda menjaga kesehatan paru-paru Anda.

Artikel Baru Terbit

  • Ketika Haus Tak Pernah Reda: Mengenal Diabetes Insipidus
    Diabetes insipidus adalah gangguan hormon antidiuretik yang menyebabkan haus berlebihan dan urin sangat banyak, berbeda dari diabetes melitus meski gejalanya mirip. Kondisi ini tergolong langka, sering terkait tumor hipofisis atau cedera kepala. Diagnosis tepat dan tata laksana dengan desmopresin atau tiazid mencegah dehidrasi berat dan komplikasi elektrolit yang mengancam nyawa.
  • Bagaimana Jika Gedung Rumah Sakit Bisa Terinfeksi?
    Tulisan ini membahas tentang risiko infeksi yang dapat terjadi pada sistem bangunan rumah sakit. Dengan mengganti istilah “tubuh” menjadi “sistem bangunan” dalam definisi infeksi, penilaian risiko infeksi dapat dilakukan sama seperti kajian medis. Tiga perangkat untuk memantau dan mengelola risiko infeksi telah disiapkan dan tersedia gratis.
  • Beyond Heroes and Villains: History, Morality, and the Psychology of Narrative
    Tulisan ini menggambarkan bagaimana sejarah dipengaruhi oleh kekuasaan, membentuk narasi pahlawan dan penjahat. Ia menyoroti kompleksitas moral, bahwa individu bisa berperan dalam kejahatan atau pahlawan berdasarkan konteks. Penting untuk mengakui berbagai perspektif dan menahan diri dari menyederhanakan narasi demi pemahaman yang lebih mendalam tentang kemanusiaan.
  • Aman Merawat Seumur Hidup: Keselamatan Pasien Penyakit Tidak Menular yang Terlewat dari Sorotan
    Hari Keselamatan Pasien Sedunia 2026 fokus pada penyakit tidak menular dengan tema “Safe care for life!”. Penyandang penyakit kronis berisiko tinggi mengalami cedera akibat interaksi berulang dengan sistem kesehatan. Artikel ini menjelaskan pentingnya keterlibatan pasien dalam keselamatan layanan serta implementasi pesan WHO dalam konteks kesehatan Indonesia.
  • Ketika Gula Darah Naik di Tengah Kehamilan: Mengenal Diabetes Gestasional
    Diabetes melitus gestasional adalah gangguan toleransi glukosa yang muncul saat hamil, memengaruhi hingga 14% kehamilan secara global. Di Indonesia, kondisi ini sering luput terdeteksi karena keterbatasan data nasional. Skrining rutin usia 24–28 minggu, tata laksana nutrisi, dan pemantauan pascasalin jangka panjang menjadi kunci mencegah komplikasi ibu dan bayi.

Commenting 101: “Be kind, and respect each other” // Bersikaplah baik, dan saling menghormati (Indonesian) // Soyez gentils et respectez-vous les uns les autres (French) // Sean amables y respétense mutuamente (Spanish) // 待人友善,互相尊重 (Chinese) // كونوا لطفاء واحترموا بعضكم البعض (Arabic) // Будьте добры и уважайте друг друга (Russian) // Seid freundlich und respektiert einander (German) // 親切にし、お互いを尊重し合いましょう (Japanese) // दयालु बनें, और एक दूसरे का सम्मान करें (Hindi) // Siate gentili e rispettatevi a vicenda (Italian)

Tinggalkan Balasan

Eksplorasi konten lain dari Bhyllabus l'énigme

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca