A Cahya Legawa's Les pèlerins au-dessus des nuages

Karsinoma sel hati (KSH) adalah kanker hati tersering dan penyebab kematian akibat kanker keempat di Indonesia. KSH merupakan salah satu kanker yang sulit dideteksi dan ditangani karena gejalanya tidak spesifik dan seringkali sudah stadium lanjut saat didiagnosis. Oleh karena itu, diperlukan pedoman nasional pelayanan kedokteran yang dapat memberikan acuan bagi dokter dan fasilitas pelayanan kesehatan dalam mengelola kasus KSH pada dewasa.

Pedoman ini dikeluarkan oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia pada tahun 2022 dan disusun berdasarkan hasil kajian literatur, konsensus ahli, dan praktik klinis terkini. Pedoman ini menguraikan epidemiologi, etiologi, diagnosis, stadifikasi, dan terapi KSH pada dewasa dengan tujuan untuk meningkatkan kualitas pelayanan, keseragaman tindakan, dan hasil terapi.

Dalam pedoman ini, sistem stadifikasi yang digunakan adalah Barcelona Clinic Liver Cancer (BCLC) yang menggabungkan faktor tumor, fungsi hati, status klinis, dan harapan hidup pasien. Sistem ini juga memberikan rekomendasi terapi yang sesuai dengan setiap stadium. Pedoman ini mengadopsi algoritma tata laksana yang dianut oleh Asian Pacific Association for the Study of the Liver (APASL) dengan sedikit modifikasi.

Pedoman ini juga menyajikan pedoman manajemen gejala, dukungan paliatif, dan aspek etik dan hukum dalam penatalaksanaan KSH. Pedoman ini diharapkan dapat membantu dokter dan fasilitas pelayanan kesehatan dalam memberikan pelayanan yang bermutu, berbasis bukti, dan berorientasi pada pasien.

← Kembali

Terima kasih atas tanggapan Anda. ✨

Rating(wajib)

Artikel Baru Terbit

  • Nutri‑Level: Ketika Segelas Boba Mulai Punya “Rapor” Kesehatan
    Kementerian Kesehatan Indonesia menerbitkan KMK Nomor HK.01.07/MENKES/301/2026 untuk mengatur label gizi pada minuman siap saji, dikenal sebagai Nutri-Level. Sistem ini bertujuan mengurangi konsumsi gula, garam, dan lemak berlebih, yang dapat menyebabkan penyakit tidak menular. Kebijakan ini diharapkan meningkatkan kesadaran konsumen dan mendorong reformulasi produk.
  • Ketika Angka Kasus HIV Tidak Menceritakan Seluruh Kisah: Menata Ulang Surveilans di Era Penyakit Lanjut
    Panduan konsolidasi WHO 2026 memperbarui definisi kasus HIV dan menambahkan indikator pemantauan penyakit HIV lanjut. Ini penting bagi Indonesia, yang memiliki 564.000 ODHIV, untuk mengevaluasi kesiapan SIHA 2.1 dalam mendukung pencapaian target eliminasi HIV pada tahun 2030, dengan data diharapkan lebih akurat dan terintegrasi.
  • Permenkes Perbekalan Kesehatan 2026: Antara Visi Kemandirian dan Realitas Akses Obat di Lapangan
    Pada 17 April 2026, Menteri Kesehatan mengeluarkan Permenkes Nomor 5 Tahun 2026 yang mengatur perbekalan kesehatan. Regulasi ini mencakup produksi dalam negeri, pengendalian harga, dan transparansi, namun masih menghadapi tantangan implementasi. Kemandirian farmasi masih rendah, dengan ketergantungan pada impor dan ketersediaan obat yang tidak memadai.
  • Permenkes Penanggulangan Penyakit 2026: Satu Payung Hukum, Berlapis Konsekuensi bagi Fasilitas Kesehatan
    Menteri Kesehatan menerbitkan Permenkes Nomor 3 Tahun 2026 untuk konsolidasi pengaturan penanggulangan penyakit di Indonesia. Regulasi ini mencakup penanggulangan penyakit menular, tidak menular, kesehatan lingkungan, dan kesehatan matra, serta menyusun kewajiban baru bagi fasilitas kesehatan. Tantangan implementasi masih ada, terutama terkait ambang batas GGL yang belum ditetapkan.
  • The Dream That Keeps Breathing
    What if the size of a dream was never the point? Through a Javanese kite-maker’s parable and voices from Rumi to Marcus Aurelius, the Gita to the Dhammapada, this essay asks whether dreaming is less a destination than a form of breathing — one we must keep doing, gently, for as long as we wish to call what we’re living a life.

Commenting 101: “Be kind, and respect each other” // Bersikaplah baik, dan saling menghormati (Indonesian) // Soyez gentils et respectez-vous les uns les autres (French) // Sean amables y respétense mutuamente (Spanish) // 待人友善,互相尊重 (Chinese) // كونوا لطفاء واحترموا بعضكم البعض (Arabic) // Будьте добры и уважайте друг друга (Russian) // Seid freundlich und respektiert einander (German) // 親切にし、お互いを尊重し合いましょう (Japanese) // दयालु बनें, और एक दूसरे का सम्मान करें (Hindi) // Siate gentili e rispettatevi a vicenda (Italian)

Tinggalkan Balasan

Eksplorasi konten lain dari Bhyllabus l'énigme

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca