A Cahya Legawa's Les pèlerins au-dessus des nuages

Apa sih alat yang biasanya saya gunakan untuk menulis novel? Sebelum melangkah lebih jauh, tulisan ini hanya sekadar bermaksud berbagi mengenai pengalaman saya. Setiap penulis, dan mereka yang bisa disebut sebagai novelis mungkin memiliki alat, aplikasi atau perangkat lunak favorit mereka.

Untuk saya, penulisan novel tidak hanya sekedar menyalurkan ide, tetapi juga melibatkan proses kreatif yang mendalam di mana alat-alat yang digunakan dapat mempengaruhi alur berpikir dan produktivitas. Misalnya, ada yang lebih memilih menggunakan laptop dengan aplikasi pengolah kata yang canggih, sementara yang lain merasa lebih nyaman dengan pena dan kertas sebagai alat untuk mencurahkan pemikiran mereka secara langsung.

Selain itu, beberapa penulis mencari inspirasi melalui aplikasi catatan di smartphone mereka, yang membuatnya lebih mudah untuk menangkap berbagai ide kapan saja dan di mana saja. Hal ini menunjukkan bahwa pilihan alat menulis bisa sangat beragam, tergantung pada preferensi pribadi masing-masing penulis.

Saya masih menggunakan Microsoft Word, salah satu perangkat lunak yang paling sederhana yang ada, yang membuatnya sangat mudah diakses oleh semua orang, baik pemula maupun profesional. Selain antarmuka yang bersih, fitur-fitur seperti pemeriksa ejaan dan tata bahasa, serta kemampuan untuk membuat tabel dan grafik, sangat membantu dalam menyusun dokumen.

Saya pernah mencoba Scrivener dan Bibisco (bahkan versi supporter), yang menawarkan fitur yang lebih canggih untuk penulis dan mereka yang ingin mengorganisir proyek menulis mereka dengan lebih efisien. Namun, meskipun kedua aplikasi tersebut memiliki keunggulannya masing-masing, pada akhirnya saya kembali ke Microsoft Word karena kesederhanaan dan kenyamanan yang ditawarkannya. Saya merasa lebih produktif dan fokus ketika menggunakan Word, dan alat ini telah menjadi teman setia dalam setiap proyek penulisan saya.

Selain sederhana, Microsoft Word juga mendukung banyak add-in yang bermanfaat untuk meningkatkan produktivitas penggunanya. Misalnya, add-in seperti Copilot dan Sally yang bisa membantu saya membuat sinopsis menarik dengan berbagai ide kreatif dan struktur yang lebih baik, sehingga saya dapat menghasilkan tulisan yang lebih menarik dan terarah.

Selain itu, ada ProWritingAid yang tidak hanya membantu saya mengoreksi tata bahasa dan penggunaan idiom, tetapi juga memberikan kritik mendalam terhadap gaya tulisan saya, membantu saya untuk memahami kesalahan yang sering saya buat dan cara memperbaikinya. Dengan kombinasi alat-alat ini, proses menulis menjadi lebih efisien dan hasilnya pun lebih berkualitas.

Lalu, saya biasanya memilih menerbitkan lewat percetakan yang memiliki reputasi baik dan pengalaman dalam menangani berbagai jenis naskah. Dan percetakan tentunya memiliki syarat naskah yang lagi-lagi memakai Microsoft Word, karena format ini dianggap standar dan memudahkan proses editing. Sehingga ya, kembali, Microsoft Word sepertinya menjadi bagian yang tidak terpisahkan dalam proses penerbitan. Selain itu, penggunaan Microsoft Word juga memfasilitasi kolaborasi antar penulis dan editor, sehingga setiap masukan dapat dengan mudah diintegrasikan sebelum naskah dicetak. Dengan cara ini, saya merasa lebih aman dan percaya diri bahwa karya saya akan dipresentasikan dengan cara yang terbaik.

← Kembali

Terima kasih atas tanggapan Anda. ✨

Rating(wajib)

Artikel Baru Terbit

  • Permenkes Penanggulangan Penyakit 2026: Satu Payung Hukum, Berlapis Konsekuensi bagi Fasilitas Kesehatan
    Menteri Kesehatan menerbitkan Permenkes Nomor 3 Tahun 2026 untuk konsolidasi pengaturan penanggulangan penyakit di Indonesia. Regulasi ini mencakup penanggulangan penyakit menular, tidak menular, kesehatan lingkungan, dan kesehatan matra, serta menyusun kewajiban baru bagi fasilitas kesehatan. Tantangan implementasi masih ada, terutama terkait ambang batas GGL yang belum ditetapkan.
  • The Dream That Keeps Breathing
    What if the size of a dream was never the point? Through a Javanese kite-maker’s parable and voices from Rumi to Marcus Aurelius, the Gita to the Dhammapada, this essay asks whether dreaming is less a destination than a form of breathing — one we must keep doing, gently, for as long as we wish to call what we’re living a life.
  • PFAS di Meja Makan: Apa yang Diungkap Tinjauan Lanskap WHO tentang “Bahan Kimia Abadi” yang Kita Telan
    WHO merilis tinjauan tentang 18 senyawa PFAS prioritas yang mencemari makanan dan air minum, serta enam kategori efek kesehatan seperti kanker dan gangguan metabolik. Makanan menjadi jalur pajanan utama. Temuan ini menunjukkan perlunya Indonesia memperkuat pemantauan PFAS untuk meningkatkan keamanan pangan dan air minum.
  • Nasi di Piring, Racun yang Tak Terlihat: Apa Kata Evaluasi Terbaru WHO/FAO tentang Arsenik dalam Makanan
    Evaluasi terbaru oleh JECFA (2026) menunjukkan risiko arsenik dalam makanan tidak hanya terkait kanker, tetapi juga penyakit jantung pada dosis lebih rendah. Beras menjadi sumber utama paparan, termasuk di Indonesia, di mana data dari Sulawesi Utara menunjukkan melampaui ambang aman. Perlu ada langkah kehati-hatian dan pembaruan regulasi keamanan pangan.
  • Wajah Ganda Sang Parasit: Mengenal Leishmaniasis Kutaneus dan PKDL, Dua Babak dari Satu Penyakit
    Leishmaniasis kutaneus dan PKDL adalah dua wajah dari infeksi parasit Leishmania yang ditularkan lalat pasir—jarang ditemukan di Indonesia, namun tetap relevan lewat kasus impor dari personel yang bertugas di kawasan endemik. Artikel ini mengulas gejala, diagnosis banding dengan kusta, dan tata laksana berdasarkan panduan terbaru WHO SEARO

Commenting 101: “Be kind, and respect each other” // Bersikaplah baik, dan saling menghormati (Indonesian) // Soyez gentils et respectez-vous les uns les autres (French) // Sean amables y respétense mutuamente (Spanish) // 待人友善,互相尊重 (Chinese) // كونوا لطفاء واحترموا بعضكم البعض (Arabic) // Будьте добры и уважайте друг друга (Russian) // Seid freundlich und respektiert einander (German) // 親切にし、お互いを尊重し合いましょう (Japanese) // दयालु बनें, और एक दूसरे का सम्मान करें (Hindi) // Siate gentili e rispettatevi a vicenda (Italian)

Tinggalkan Balasan

Eksplorasi konten lain dari Bhyllabus l'énigme

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca