A Cahya Legawa's Les pèlerins au-dessus des nuages

Nyeri perut atas sering dianggap sebagai gangguan pencernaan ringan, namun lokasinya dapat mengindikasikan kondisi serius seperti serangan jantung, pankreatitis, atau radang kandung empedu. Pembagian wilayah nyeri—epigastrium, kuadran kanan atas, dan kuadran kiri atas—membantu membedakan penyebab berdasarkan organ yang terlibat, meski tumpang tindih gejala tetap mungkin terjadi.

Tanda bahaya seperti nyeri hebat mendadak, menjalar ke bagian tubuh lain, keringat dingin, atau muntah darah memerlukan penanganan segera. Pada pasien dengan faktor risiko kardiovaskular, nyeri ulu hati yang disertai sesak napas harus dievaluasi sebagai potensi sindrom koroner akut sebelum diobati sebagai gangguan lambung.

Seorang perempuan berusia 52 tahun datang ke IGD Puskesmas dengan keluhan “sakit maag” yang tidak kunjung reda sejak semalam. Nyeri terasa di ulu hati, disertai mual dan keringat dingin. Ia sudah minum antasida dari warung, tapi nyeri malah bertambah. Perawat mencatat tanda vital, dan dokter jaga meminta rekaman elektrokardiogram (EKG) sebelum memberi obat lambung apa pun. Hasilnya: gambaran elevasi segmen ST di sadapan inferior. Bukan gastritis — melainkan serangan jantung.

Kisah seperti ini bukan hal langka di layanan primer. Nyeri perut bagian atas adalah salah satu keluhan paling sering dijumpai dokter umum, dan sebagian besar memang bersumber dari lambung atau usus. Namun karena wilayah perut atas “dihuni” oleh banyak organ sekaligus — lambung, hati, kandung empedu, pankreas, bahkan jantung dan paru bagian bawah — pola nyeri berdasarkan lokasi menjadi salah satu petunjuk klinis paling berharga sebelum menjatuhkan diagnosis. Artikel ini akan mengupas bagaimana lokasi nyeri perut atas membantu membedakan penyebabnya, serta tanda bahaya yang wajib diwaspadai.

Membagi Peta: Tiga Wilayah Nyeri Perut Atas

Secara topografis, perut bagian atas dibagi menjadi tiga wilayah utama: epigastrium (tengah, di bawah tulang dada), hipokondrium kanan atau kuadran kanan atas, dan hipokondrium kiri atau kuadran kiri atas. Pembagian ini bukan sekadar formalitas anatomi — organ yang terletak di tiap wilayah cenderung memunculkan pola nyeri yang berbeda, meski tumpang tindih tetap mungkin terjadi (Cleveland Clinic, 2025).

Epigastrium menaungi sebagian besar lambung, duodenum (usus dua belas jari), pankreas bagian tengah, dan — ini yang sering terlewat — jantung. Kuadran kanan atas adalah wilayah hati, kandung empedu, saluran empedu, dan bagian kanan ginjal. Kuadran kiri atas berisi limpa, bagian kiri lambung, ekor pankreas, dan bagian kiri ginjal (American Academy of Family Physicians [AAFP], 2023; Medmastery, 2025).

Nyeri di Epigastrium: Bukan Selalu Lambung

Nyeri di ulu hati paling sering berkaitan dengan dispepsia — istilah medis untuk rasa tidak nyaman di perut atas, mencakup nyeri, rasa terbakar, cepat kenyang, kembung, hingga mual. Menurut Konsensus Nasional Penatalaksanaan Dispepsia dan Infeksi Helicobacter pylori dari Perkumpulan Gastroenterologi Indonesia (PGI), penyebab tersering meliputi gastroesophageal reflux disease (GERD), gastritis, dan tukak peptik (Pengurus Besar PGI & Kelompok Studi H. pylori Indonesia, 2014).

Namun epigastrium juga menjadi wilayah tumpang tindih dengan dua kondisi yang jauh lebih serius:

Pankreatitis akut. Menurut American College of Gastroenterology (ACG), diagnosis pankreatitis akut ditegakkan bila memenuhi dua dari tiga kriteria: nyeri epigastrium atau kuadran kiri atas yang khas menjalar ke punggung, kadar lipase atau amilase serum tiga kali lipat di atas batas atas normal, serta gambaran karakteristik pada pencitraan (Tenner et al., 2024). Penyebab tersering adalah batu empedu dan konsumsi alkohol berlebihan.

Sindrom koroner akut (SKA). Ini yang paling sering luput dari kewaspadaan pasien maupun tenaga kesehatan pemula. Pedoman Tata Laksana Sindrom Koroner Akut dari Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia (PERKI) secara eksplisit mencatat bahwa gejala setara nyeri dada (anginal equivalent) pada pasien SKA dapat berupa sesak napas dan nyeri ulu hati (Juzar et al., 2018). Literatur internasional menegaskan hal serupa: presentasi atipikal berupa nyeri epigastrium tanpa nyeri dada khas lebih sering terjadi pada perempuan, lansia, penyandang diabetes, dan pasien dengan gangguan ginjal (StatPearls, 2026). Karena itu, pada pasien dengan faktor risiko kardiovaskular — usia lanjut, hipertensi, diabetes, perokok — nyeri ulu hati yang disertai keringat dingin, sesak, atau menjalar ke rahang/lengan wajib dievaluasi dengan EKG sebelum diberi obat lambung.

Nyeri di Kuadran Kanan Atas: Curigai Sistem Empedu dan Hati

Nyeri di sisi kanan atas paling sering bersumber dari kandung empedu. Tokyo Guidelines 2018, pedoman internasional untuk diagnosis kolesistitis akut (radang kandung empedu), menetapkan kriteria diagnosis berdasarkan tiga kelompok: tanda inflamasi lokal (tanda Murphy — nyeri hebat saat menarik napas dalam ketika area kandung empedu ditekan; nyeri atau teraba massa di kuadran kanan atas), tanda inflamasi sistemik (demam, peningkatan CRP, leukositosis), dan temuan pencitraan yang khas (Yokoe et al., 2018).

Batu empedu (kolelitiasis) sendiri cukup umum di Indonesia. Studi di beberapa rumah sakit rujukan melaporkan prevalensi kolelitiasis di Asia berkisar 3–10% populasi dewasa, dengan faktor risiko klasik yang dikenal sebagai “4F”: female (perempuan), forty (usia di atas 40 tahun), fertile (usia reproduktif), dan fat (obesitas) (Rezeki dkk., 2025). Nyeri kolik bilier klasik muncul setelah makan makanan berlemak, terasa di kuadran kanan atas, dapat menjalar ke bahu kanan atau punggung.

Bila nyeri kuadran kanan atas disertai demam tinggi, menggigil, dan kulit atau mata tampak kekuningan (jaundice) — dikenal sebagai trias Charcot — kondisi ini mengarah pada kolangitis akut (infeksi saluran empedu), yang merupakan kegawatdaruratan dan memerlukan penanganan segera (Yokoe et al., 2018).

Nyeri di Kuadran Kiri Atas: Wilayah yang Sering Terabaikan

Dibanding dua wilayah lain, nyeri kuadran kiri atas relatif jarang menjadi keluhan utama, namun tetap perlu diwaspadai. Penyebabnya mencakup gangguan limpa (pembesaran limpa, infark limpa), gastritis atau tukak pada bagian kiri lambung, pankreatitis (terutama bila ekor pankreas terlibat), serta — sekali lagi — kemungkinan kardiak, ginjal, atau vaskular seperti diseksi aorta (Chang et al., 2015, dikutip dalam laporan kasus di ScienceDirect Topics). Menariknya, sejumlah laporan kasus bahkan mencatat apendisitis akut tampil sebagai nyeri kuadran kiri atas akibat variasi posisi anatomis usus buntu, meski ini termasuk presentasi yang sangat jarang (Fentanes et al., dikutip dalam PMC, 2013).

Tanda Bahaya yang Wajib Membuat Anda Segera ke Fasilitas Kesehatan

Terlepas dari lokasi nyerinya, layanan kesehatan nasional Inggris (National Health Service/NHS) menekankan segera mencari pertolongan medis bila nyeri perut atas disertai salah satu dari:

  • Nyeri sangat hebat, muncul tiba-tiba, atau terus memburuk
  • Nyeri menjalar ke punggung, bahu, rahang, atau lengan
  • Disertai keringat dingin, sesak napas, atau nyeri dada
  • Muntah darah atau muntahan menyerupai ampas kopi
  • Feses hitam pekat, lengket, atau berdarah
  • Demam tinggi disertai menggigil
  • Kulit atau mata tampak kekuningan
  • Penurunan berat badan tanpa sebab jelas

Khusus pada pasien dengan faktor risiko kardiovaskular, nyeri ulu hati yang disertai keringat dingin dan sesak napas sebaiknya dianggap sebagai kemungkinan serangan jantung sampai terbukti sebaliknya, bukan langsung diobati sebagai maag.

Penutup: Lokasi Nyeri Adalah Petunjuk, Bukan Kepastian

Sebagai dokter yang juga mengelola fasilitas layanan kesehatan, saya kerap mengingatkan sejawat maupun pasien bahwa lokasi nyeri perut atas adalah titik awal penalaran klinis, bukan diagnosis final. Nyeri di epigastrium memang paling sering berarti gastritis atau dispepsia biasa — tetapi pada kelompok berisiko tinggi, ia juga bisa menjadi wajah dari pankreatitis atau bahkan infark miokard. Nyeri di kuadran kanan atas mengarahkan kecurigaan ke sistem empedu dan hati, sementara kuadran kiri atas menuntut kewaspadaan terhadap limpa, pankreas, dan penyebab yang lebih jarang. Kombinasi antara lokasi, pola penjalaran, gejala penyerta, dan faktor risiko individu tetap menjadi kunci — dan itulah sebabnya evaluasi oleh tenaga kesehatan tetap diperlukan ketika nyeri tidak kunjung reda atau disertai tanda alarm.


Catatan Transparansi: Artikel ini menggabungkan pedoman berbasis bukti (Tokyo Guidelines 2018 untuk kolesistitis, ACG 2024 untuk pankreatitis akut, PERKI 2018 untuk sindrom koroner akut, dan Konsensus PGI 2014 untuk dispepsia) dengan interpretasi analitis penulis dalam menyusun kerangka “peta nyeri berdasarkan lokasi”. Data prevalensi kolelitiasis di Indonesia masih terbatas — sumber yang dikutip menggunakan estimasi regional Asia (3–10%) karena belum tersedia data nasional yang representatif dari survei kesehatan resmi seperti SKI atau Riskesdas. Presentasi atipikal sindrom koroner akut sebagai nyeri ulu hati dikutip dari literatur internasional dan pedoman PERKI, namun angka pasti proporsi kasus SKA di Indonesia yang datang dengan keluhan gastrointestinal murni belum terdokumentasi secara nasional. Artikel ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan pemeriksaan serta diagnosis oleh tenaga kesehatan.


Referensi

American Academy of Family Physicians. (2008). Evaluation of acute abdominal pain in adults. American Family Physician. https://www.aafp.org/pubs/afp/issues/2008/0401/p971.html

Cleveland Clinic. (2025). Upper abdominal pain: Left, right, center, causes & treatments. https://my.clevelandclinic.org/health/symptoms/24736-upper-abdominal-pain

Juzar, D., Danny, S., Irmalita, & Tobing, D. (2018). Pedoman tata laksana sindrom koroner akut (Edisi ke-4). Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia (PERKI).

Medmastery. (2025). What are the differential diagnoses for abdominal pain by region? https://www.medmastery.com/guides/abdominal-examination-clinical-guide/what-are-differential-diagnoses-abdominal-pain-region

National Health Service. (n.d.). Stomach ache and abdominal pain in adults. NHS UK. https://www.nhs.uk/conditions/stomach-ache/

Pengurus Besar Perkumpulan Gastroenterologi Indonesia & Kelompok Studi Helicobacter pylori Indonesia. (2014). Konsensus nasional penatalaksanaan dispepsia dan infeksi Helicobacter pylori di Indonesia. PB PGI.

Rezeki, A., Yusuf, S., & Bamahry, A. R. E. (2025). Risk factors for the incidence of cholelithiasis. Healthy Tadulako Journal, 11(3), 421–432.

StatPearls. (2026). Acute coronary syndrome. NCBI Bookshelf. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK459157/

Tenner, S., Vege, S. S., Sheth, S. G., et al. (2024). American College of Gastroenterology guidelines: Management of acute pancreatitis. American Journal of Gastroenterology, 119(3), 419–437. https://doi.org/10.14309/ajg.0000000000002645

Yokoe, M., Hata, J., Takada, T., Strasberg, S. M., Asbun, H. J., Wakabayashi, G., et al. (2018). Tokyo Guidelines 2018: Diagnostic criteria and severity grading of acute cholecystitis (with videos). Journal of Hepato-Biliary-Pancreatic Sciences, 25(1), 41–54. https://doi.org/10.1002/jhbp.515

Artikel Baru Terbit

  • Ketika “Sakit Maag” Ternyata Bukan Maag: Membaca Peta Nyeri Perut Bagian Atas
    Nyeri perut atas bisa berarti maag biasa — atau sinyal darurat seperti serangan jantung, kolesistitis, hingga pankreatitis akut. Artikel ini memetakan penyebab berdasarkan lokasi nyeri: epigastrium, kuadran kanan atas, dan kuadran kiri atas, lengkap dengan tanda bahaya yang wajib membuat Anda segera mencari pertolongan medis, bukan sekadar minum antasida.
  • The Ferryman Who Could Not Read the Sky
    A ferryman on the Bengawan Solo who cannot read the sky becomes a lens for how humans meet uncertainty — through Stoic discipline, Buddhist impermanence, Taoist yielding, the Gita’s detachment from results, Rumi’s trust, Confucian honesty, and the Javanese counsel of Ranggawarsita: to remain éling lan waspada, aware and vigilant, without demanding the river explain itself.
  • Delapan Puluh Satu Tahun Merdeka, Masihkah Kita Sehat Merdeka? Refleksi dan Peta Jalan Layanan Kesehatan Indonesia
    Delapan puluh satu tahun merdeka, sistem kesehatan Indonesia masih bergulat dengan beban ganda TBC dan stunting, ancaman defisit JKN, ketimpangan tenaga kesehatan Timur-Barat, serta fragmentasi transformasi digital. Artikel ini merangkum problematika setahun terakhir dan merumuskan lima arah solusi kebijakan menuju layanan kesehatan yang benar-benar merdeka dan merata.
  • Ketika Tenaga Kesehatan Kekurangan, Bagaimana Menghitungnya Secara Ilmiah? Mengenal Metode WISN
    WISN adalah metode WHO untuk menghitung kebutuhan tenaga kesehatan berdasarkan beban kerja riil, bukan sekadar rasio populasi. Artikel ini menjelaskan delapan langkah WISN—dari perhitungan waktu kerja tersedia hingga interpretasi rasio staf—serta menghubungkannya dengan metode ABK Kes dalam Permenkes 33/2015 yang berlaku di Indonesia.
  • Duabelas Cara Meredakan Sakit Perut di Rumah, dan Kapan Harus Waspada
    Nyeri perut sering dialami dan umumnya bersifat ringan. Meskipun pengobatan mandiri di rumah diperbolehkan, penting memahami gejalanya. Artikel menjelaskan cara mengatasi nyeri perut dengan beberapa metode, seperti diet BRAT dan jahe. Namun, segera cari pertolongan medis jika nyeri parah atau disertai gejala serius lainnya.

Commenting 101: “Be kind, and respect each other” // Bersikaplah baik, dan saling menghormati (Indonesian) // Soyez gentils et respectez-vous les uns les autres (French) // Sean amables y respétense mutuamente (Spanish) // 待人友善,互相尊重 (Chinese) // كونوا لطفاء واحترموا بعضكم البعض (Arabic) // Будьте добры и уважайте друг друга (Russian) // Seid freundlich und respektiert einander (German) // 親切にし、お互いを尊重し合いましょう (Japanese) // दयालु बनें, और एक दूसरे का सम्मान करें (Hindi) // Siate gentili e rispettatevi a vicenda (Italian)

Tinggalkan Balasan

Eksplorasi konten lain dari Bhyllabus l'énigme

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca