Ada satu momen yang mungkin akrab bagi banyak dari kita: sedang asyik mendengarkan radio otomatis di aplikasi musik favorit, larut dalam suasana yang pas, lalu tiba-tiba muncul satu lagu dari artis yang—entah kenapa—selalu berhasil merusak mood. Bisa karena liriknya, bisa karena asosiasi personal, atau sekadar karena seleranya tidak pernah cocok dengan kita. Tangan pun refleks menekan tombol skip.
Masalahnya, skip saja sering tidak cukup. Algoritma rekomendasi kadang keras kepala—ia terus mencoba menyodorkan artis yang sama, seolah tidak percaya kita benar-benar tidak ingin mendengarnya lagi. Untungnya, hampir semua platform musik besar sebenarnya sudah menyediakan cara yang lebih tegas daripada sekadar men-skip lagu. Berikut beberapa cara yang bisa dicoba, tergantung aplikasi yang digunakan.
Spotify: Fitur “Jangan Putar Artis Ini”
Dari semua platform, Spotify barangkali yang paling eksplisit soal ini. Caranya:
- Buka halaman profil artis yang ingin dihindari.
- Ketuk ikon titik tiga (⋯) di halaman tersebut.
- Pilih opsi “Jangan putar artis ini”.
Perlu dicatat, fitur ini bekerja paling efektif pada radio otomatis, rekomendasi, dan mode Autoplay. Ia tidak akan menghapus lagu artis tersebut dari playlist yang sudah dibuat orang lain secara manual—jadi kalau ada lagu itu nyelip di playlist buatan teman, ya tetap akan muncul.
YouTube Music: Belum Ada Blokir Permanen
YouTube Music sedikit lebih terbatas. Tidak ada fitur “blokir artis” yang resmi dan permanen. Yang bisa dilakukan:
- Tekan lama (long-press) pada lagu, lalu pilih “Jangan sarankan saluran ini”.
- Konsisten menekan tombol dislike pada lagu-lagu dari artis tersebut agar algoritma perlahan menyesuaikan rekomendasi.
Ini lebih mirip “melatih” algoritma daripada memberi perintah tegas—hasilnya butuh waktu dan konsistensi.
Apple Music: Mengandalkan Preferensi, Bukan Blokir
Di Apple Music, caranya serupa: tekan lama pada lagu, lalu pilih opsi dislike di menu Suka/Kurang Suka. Ini akan memengaruhi Stasiun dan rekomendasi For You, tapi sekali lagi, bukan blokir menyeluruh terhadap artis tersebut.
Platform Lain (JOOX, Resso, dan Sejenisnya)
Sebagian besar aplikasi musik lain di luar tiga nama besar di atas umumnya hanya menawarkan opsi “sembunyikan lagu” per judul, bukan blokir artis secara global.
Benang Merahnya
Kalau ditarik garis besar, hampir semua platform musik besar punya semacam mekanisme untuk bilang “saya tidak mau dengar artis ini lagi”—biasanya tersembunyi di menu titik tiga pada halaman artis atau lagu. Tapi penting dipahami: fitur-fitur ini bekerja pada level algoritma dan rekomendasi otomatis, bukan pada pemutaran manual dari playlist yang sudah ada.
Ada semacam ironi kecil di sini. Kita mendelegasikan begitu banyak keputusan kecil dalam hidup kepada algoritma—termasuk apa yang layak masuk telinga kita di pagi hari—tapi ternyata untuk sesuatu sesederhana “jangan putar ini lagi”, kita masih harus menegosiasikannya secara eksplisit, satu klik demi satu klik.
Mungkin itu pengingat kecil bahwa algoritma, sepintar apa pun, tetap butuh kita untuk terus-menerus mengajarinya apa yang kita mau. Atau jangan-jangan, justru di situlah letak kendali yang masih tersisa di tangan kita?





Tinggalkan Balasan