A Cahya Legawa's Les pèlerins au-dessus des nuages

Belakangan ini kulihat kampanye melawan plastik sepertinya mulai merebak. Di salah satu toko peralatan tulis/kantor mereka memampang tulisan kecil di dekat meja kasir, isinya kurang lebih “Tahukah Anda bahwa plastik memerlukan waktu lebih dari 200 tahun untuk dapat dihancurkan oleh bumi, dan steroform sama sekali tidak dapat dihancurkan oleh bumi. Jika Anda tidak memerlukan kantong plastik, katakanlah ‘tidak’ pada petugas kassa kami. Selamatkan bumi dari pencemaran plastik”. Tulisan itu begitu sederhana namun mengena, sebenarnya sih biar lebih heboh, bisa dibuat tulisan yang lebih besar, namun bagi mereka yang peduli kurasa ini sudah sangat cukup. Salah satu tempat penyewaan komik langgananku juga merubah sistem mereka, biasanya menggunakan kantong plastik (kresek) untuk tempat membawa komik sewaan bagi pelanggannya, namun kini telah diganti dengan kantong yang terbuat dari bahan ramah lingkungan, dan kantong ini harus dikembalikan bersamaan dengan pengembalian komik yang disewakan.

Walau demikian, rata-rata masyarakat kita sudah tahu bahwa plastik merupakan bahan yang sangat sulit terurai oleh bumi. Namun bisa kita lihat dimana-mana (kecuali pedesaan yang lumayan jauh dari peradaban perkotaan), sampah-sampah plastik berserakan dimana-mana. Alasannya sederhana: plastik banyak memiliki fungsi, murah dan mudah didapatkan dibandingkan bahan penggantinya yang ramah lingkungan, kebanyakan plastik sekali pakai kemudian dibuang tanpa didaur ulang, dan tentunya kebanyakan orang malas mengolah sampah plastik. Lihatlah disekeliling kita, pastilah banyak sekali barang-barang dengan bahan dasar plastik.

Namun mereka yang peduli umumnya akan bersedia menyisihkan lebih banyak sumber daya untuk menggunakan bahan pengganti plastik yang ramah lingkungan, mengolah sampah plastik dengan baik, dan berperan serta dalam upaya pendaur ulangan plastik.

Plastik merupakan salah satu kreasi kecerdasan manusia yang telah begitu banyak membantu kehidupan kita, namun sebagaimana hasil kecerdasaan lainnya, selalu memiliki sisi hitam dan putih, kitalah yang selayaknya bijaksana dalam memanfaatkannya. Minimalisasi penggunaan plastik, olah sampah plastik dengan tepat dan berdayakan sistem daur ulang plastik. Mungkin suatu saat kita masih bisa memanfaatkan plastik, namun dengan sebuah planet yang jauh lebih indah dan sehat tanpa limbah berserakan dimana-mana.

Artikel Baru Terbit

  • Ketika Diabetes Menjadi Kegawatdaruratan: Mengenal Ketoasidosis Diabetik
    Ketoasidosis diabetik adalah kegawatdaruratan metabolik diabetes melitus berupa trias hiperglikemia, ketonemia, dan asidosis, dipicu terutama oleh infeksi atau penghentian insulin. Tata laksana berpusat pada terapi cairan, insulin intravena kontinu, dan koreksi kalium, dengan pemantauan ketat untuk mencegah hipoglikemia, hipokalemia, dan komplikasi mengancam nyawa lainnya.
  • Bukan Sekadar Pikun: Menyimak Pedoman Nasional Tata Laksana Demensia 2026
    Pedoman Nasional Pelayanan Klinis (PNPK) Tata Laksana Demensia 2026 memberikan panduan untuk penanganan demensia di Indonesia. Dengan jumlah penderita yang diproyeksi meningkat, pedoman ini mencakup diagnosis, penanganan, dan strategi pencegahan. Kaya akan rekomendasi medis, hal ini penting untuk memastikan perawatan yang efektif bagi pasien demensia.
  • Satu Kali Kejang, Lalu Apa? Membaca Pedoman Nasional Tata Laksana Epilepsi Dewasa 2026
    Kejang pertama pada orang dewasa tidak otomatis berarti epilepsi, tetapi tidak boleh diabaikan. Artikel ini merangkum Pedoman Nasional Pelayanan Klinis epilepsi dewasa 2026: cara membedakan kejang dari pingsan, pertolongan pertama yang benar, peran pemeriksaan penunjang, prinsip terapi, hingga tantangan stigma dan akses obat di Indonesia. Untuk awam dan tenaga kesehatan.
  • Sang Peniru Ulung yang Bisa Diobati: Membaca Pedoman Nasional Tata Laksana Sifilis
    Indonesia kini memiliki Pedoman Nasional Pelayanan Klinis Tata Laksana Sifilis (KMK 291/2026). Artikel ini merangkum stadium penyakit, alur tes serologi, terapi penisilin, tindak lanjut, penanganan pasangan, serta perlindungan ibu hamil dan bayi, disertai catatan kritis agar fasilitas kesehatan, dari Puskesmas hingga rumah sakit rujukan, siap menerapkannya dengan aman dan konsisten.
  • Sebelum Kelas Pertama Dibuka: Cara Kemenkes Menimbang Program Studi Kesehatan Baru
    Keputusan Menteri Kesehatan 294/2026 mengatur syarat rekomendasi untuk membuka program studi kesehatan baru, mencakup kajian kesesuaian dengan kebutuhan tenaga kesehatan, kerja sama dengan fasilitas terakreditasi, dan penjaminan mutu. Tujuan utama adalah menyeimbangkan jumlah lulusan dengan kebutuhan layanan kesehatan di Indonesia, terutama yang berkaitan dengan pemerataan tenaga medis.

Commenting 101: “Be kind, and respect each other” // Bersikaplah baik, dan saling menghormati (Indonesian) // Soyez gentils et respectez-vous les uns les autres (French) // Sean amables y respétense mutuamente (Spanish) // 待人友善,互相尊重 (Chinese) // كونوا لطفاء واحترموا بعضكم البعض (Arabic) // Будьте добры и уважайте друг друга (Russian) // Seid freundlich und respektiert einander (German) // 親切にし、お互いを尊重し合いましょう (Japanese) // दयालु बनें, और एक दूसरे का सम्मान करें (Hindi) // Siate gentili e rispettatevi a vicenda (Italian)

Tinggalkan Balasan

Eksplorasi konten lain dari Bhyllabus l'énigme

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca