A Cahya Legawa's Les pèlerins au-dessus des nuages

Mungkin ada beberapa di antara kalian yang akan kaget melihat tema blog yang baru saya pasang? Ya ini adalah Mystique Theme for WordPress. Beberapa waktu yang lalu saya menggunakan tema Fusion yang lebih sederhana, dan sesungguhnya lebih saya sukai (baca kembali: Menjajal Theme Fusion: Mengapa Tema Blog Itu Penting?). Dan percayalah, saya sesungguhnya lebih menyukai tema Fusion yang lebih sederhana.

Lalu apa yang menarik dari tema Mystique ini? Berikut adalah beberapa butir hal yang menjadikan pembedaan antara tema Fusion dan Mystique yang sama-sama merupakan karya Digitalnature.

  • Mystique menggunakan latar gelap sedangkan Fusion menggunakan latar dasar terang. Meski pun Mystique memiliki latar tulisan putih salju dengan tulisan berwarna abu-abu gelap, namun jika dilihat dalam tampilan tanpa gambar, jelas sekali bagi saya Fusion lebih nyaman dan unggul dalam hal ini. Namun penampilan adalah masalah selera, silakan menilai masing-masing.
  • Mystique dan Fusion sama-sama dilengkapi dengan kemampuan menampilkan 2 atau 3 kolom dalam blog. Sehingga pengaturannya menjadi lebih mudah. Untuk 2 kolom, Fusion terlihat lebih gagah. Namun untuk 3 kolom, Mystique memenangkan rasa keseimbangan yang dikehendaki.  Sayangnya 3 kolom membuat tulisan di tengah menjadi begitu sempit. Pengaturan fungsi tema lebih mudah pada Mystique, mungkin karena ia yang paling termuktakhir saat ini. Untungnya mereka berdua memiliki fungsi yang bisa menyesuaikan lebar kolom blog dengan lebar resolusi monitor. Coba saja geser kursor (hover) ke pojok kanan atas blog, akan muncul pranala yang mengubah fixed collum menjadi yang bebas.
  • Kembali pada fungsi tema, Mystique memang memenangkan segi ini. Sedangkan Fusion tampaknya masih tertinggal jauh. Pengaturan header pun lebih sederhana pada Mystique, di mana saya mencoba pada Fusion selalu gagal. Demikian juga dengan pengaturan warna blog, Mystique jauh di depan. Tunggu dulu apa ini penting? Ah…, tentu saja tidak, namun header ini adalah yang dulu digunakan saat masih hosting di blogger.com, saya hanya merasa memiliki kerinduan untuk mengembalikannya.
  • Keterangan blog pada Mystique terbatas, tidak seperti Fusion kita bisa memberi moto blog dengan kalimat yang agak panjang maka pada Mystique kalimat itu mesti dipangkas, jika tidak dia akan memangkas estetika blog kita.
  • Mystique membawa serta bentuk huruf Segoe UI yang ada pada Windows Vista/7 sebagai default font (huruf asli), sehingga (seharusnya) lebih ramah untuk dibaca, namun saya tidak tahu bagaimana efeknya terhadap pengguna Linux dan sistem operasi lainnya.
  • Jika tentang widegts, masing-masing memiliki koleksi widget sendiri yang unik, sayangnya jika yang satu punya yang lain belum tentu ada. Seperti Fusion: search, maka tidak dikenal adanya Mystique: search pada pilihan widgets. Walau ada yang sama, namun masing-masing sangat unik. Untuk masalah yang satu ini, saya berikan poin pada Mystique karena kemudahannya dalam mengelola widget (namun jika CSS-nya, maka saya lebih memilih Fusion).
  • Kedua tema ini memiliki kemampuan memangkas berbagai fitur sedemikian hingga halaman bisa dibuka dengan lebih cepat, termasuk menghilangkan latar gambar dengan seketika. Tapi saya tidak mengaktifkan fitur ini.
  • Pada Mystique, sistem SEO diaktifkan secara asli (default) dari awal, sedangkan pada Fusion kita harus melakukan mencentang pilihan itu terlebih dahulu. Sehingga mereka yang sedari awal menggunakan plugin SEO akan lebih aman menggunakan Fusion, jika belum menggunakan plugin SEO akan lebih baik menggunakan Mystique. Walau dua-dua juga sama-sama memiliki fungsi SEO.

Oh ya, berhati-hatilah jika ingin menempatkan plugin dengan sistem AJAX, kemungkinan JQuery pada kedua tema ini tidak cocok dengan sistem pada plugin itu. Saya menemukan masalah pada pluginrandom pages” yang membuat sistem JQuery kedua tema ini macet, padahal fungsi ini vital untuk membalas komentar, dan membuka banyak fungsi pada tema ini.

Kedua tema ini memiliki tempelan plugin YARP (Yet Another Related Posts) yang build-in. Jadi perhatikan dulu beberapa plugin dan fungsi yang sudah tersedia pada tema ini sehingga tidak melakukan pemasangan ganda.

Nah menurut kalian, lebih bagus mana antara Mystique dan Fusion?

← Kembali

Terima kasih atas tanggapan Anda. ✨

Rating(wajib)

Artikel Baru Terbit

  • Permenkes Perbekalan Kesehatan 2026: Antara Visi Kemandirian dan Realitas Akses Obat di Lapangan
    Pada 17 April 2026, Menteri Kesehatan mengeluarkan Permenkes Nomor 5 Tahun 2026 yang mengatur perbekalan kesehatan. Regulasi ini mencakup produksi dalam negeri, pengendalian harga, dan transparansi, namun masih menghadapi tantangan implementasi. Kemandirian farmasi masih rendah, dengan ketergantungan pada impor dan ketersediaan obat yang tidak memadai.
  • Permenkes Penanggulangan Penyakit 2026: Satu Payung Hukum, Berlapis Konsekuensi bagi Fasilitas Kesehatan
    Menteri Kesehatan menerbitkan Permenkes Nomor 3 Tahun 2026 untuk konsolidasi pengaturan penanggulangan penyakit di Indonesia. Regulasi ini mencakup penanggulangan penyakit menular, tidak menular, kesehatan lingkungan, dan kesehatan matra, serta menyusun kewajiban baru bagi fasilitas kesehatan. Tantangan implementasi masih ada, terutama terkait ambang batas GGL yang belum ditetapkan.
  • The Dream That Keeps Breathing
    What if the size of a dream was never the point? Through a Javanese kite-maker’s parable and voices from Rumi to Marcus Aurelius, the Gita to the Dhammapada, this essay asks whether dreaming is less a destination than a form of breathing — one we must keep doing, gently, for as long as we wish to call what we’re living a life.
  • PFAS di Meja Makan: Apa yang Diungkap Tinjauan Lanskap WHO tentang “Bahan Kimia Abadi” yang Kita Telan
    WHO merilis tinjauan tentang 18 senyawa PFAS prioritas yang mencemari makanan dan air minum, serta enam kategori efek kesehatan seperti kanker dan gangguan metabolik. Makanan menjadi jalur pajanan utama. Temuan ini menunjukkan perlunya Indonesia memperkuat pemantauan PFAS untuk meningkatkan keamanan pangan dan air minum.
  • Nasi di Piring, Racun yang Tak Terlihat: Apa Kata Evaluasi Terbaru WHO/FAO tentang Arsenik dalam Makanan
    Evaluasi terbaru oleh JECFA (2026) menunjukkan risiko arsenik dalam makanan tidak hanya terkait kanker, tetapi juga penyakit jantung pada dosis lebih rendah. Beras menjadi sumber utama paparan, termasuk di Indonesia, di mana data dari Sulawesi Utara menunjukkan melampaui ambang aman. Perlu ada langkah kehati-hatian dan pembaruan regulasi keamanan pangan.

Commenting 101: “Be kind, and respect each other” // Bersikaplah baik, dan saling menghormati (Indonesian) // Soyez gentils et respectez-vous les uns les autres (French) // Sean amables y respétense mutuamente (Spanish) // 待人友善,互相尊重 (Chinese) // كونوا لطفاء واحترموا بعضكم البعض (Arabic) // Будьте добры и уважайте друг друга (Russian) // Seid freundlich und respektiert einander (German) // 親切にし、お互いを尊重し合いましょう (Japanese) // दयालु बनें, और एक दूसरे का सम्मान करें (Hindi) // Siate gentili e rispettatevi a vicenda (Italian)

6 tanggapan

  1. Avatar PanDe Baik

    Pastinya lebih asyik kalo antara warna dasar dengan warna tulisan itu berbanding terbalik, sehingga lebih mudah dibaca…
    .-= PanDe Baik´s last blog ..Absensi Rekan SMA lewat FaceBook =-.

    1. Avatar Cahya

      Saya biasanya mengecek tema blog dan membandingkan warna dasar dengan warna huruf menggunakan penayangan tanpa gambar di peramban (sesuai saran Bli Dani). Kalau sudah cukup bisa saya bedakan meski tidak terlalu kontras, saya sudah bisa bilang OK.

      Saya lebih suka membaca di kontras yang lembut (soft) dibandingkan pada kontras yang tinggi.
      .-= Cahya´s last blog ..Ketagihan Obat Anti Nyeri? (Penyalahgunaan Narkotika) =-.

  2. Avatar iskandaria

    Kalo menurut pengamatan saya, warna font-nya masih kurang hitam mas 😀 (rada abu-abu nih menurut mata saya). Nggak tau kalo menurut pengunjung lainnya.
    .-= iskandaria´s last blog ..Pengaruh Atribut Title dalam Kaitannya dengan SEO =-.

    1. Avatar Cahya

      Iskandaria,

      Kalau yang ini bukan tema Mystique lagi, yang sekarang saya gunakan adalah tema Bueno dari WooThemes.

      Memang warnanya hurufnya abu-abu.Jika dibaca dari jauh agak kurang nyaman. Mungkin harus balik ke Fusion suatu saat nanti 🙂

  3. Avatar pushandaka
    pushandaka

    Sebenarnya saya lebih suka yang bernuansa gelap. Tapi kadang tema bernuansa gelap yang ada cenderung ribet buat saya. Hehe!

    *susah kalau banyak mau tapi ndak ngerti apa-apa
    .-= pushandaka´s last blog ..UN, Diadakan untuk Ditiadakan? =-.

    1. Avatar Cahya

      Jika saya sendiri terus terang suka tema gelap, apalagi yang seperti Cellar Heat dan Simply Ornate, keduanya tema yang unik. Namun entah kenapa saya tidak mendapatkan kecocokan dengan tema tersebut, dan memang tidak beruntung dengan tema gelap 🙁

Tinggalkan Balasan

Eksplorasi konten lain dari Bhyllabus l'énigme

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca