Belakangan ini udara kota Jogja sering kali membuat gerah, walau hujan di sore hari…, rasanya ingin berenang lagi (he he, kaya bisa saja). Jika badanku tidak bergerak dengan baik, rasanya juga tidak bisa digunakan berpikir dengan baik. Saya rasa pikiran jadi cepat buntu dan tidak bisa berkonsentrasi dengan banyak hal.
Saya tidak pernah bisa berenang dengan baik, mungkin karena tidak serius belajar. Terakhir kali saya mencoba berenang dengan serius, saya menemukan diri saya di dasar kolam sedalam 3 meter. Atau pada kisah yang lainnya, saya nyaris di seret ombak di Pantai Lebih, saat minta tolong ke pada orang yang di pantai eh malah dikira lagi becanda dan mereka tertawa, apa boleh buat, terpaksa menguras otak dan tenaga agar bisa sampai lagi di bibir pantai.
Tapi karena satu dan lain hal berkenaan dengan masalah kesehatan yang saya miliki, maka dokter ahli orthopaedi saya hanya mengizinkan renang sebagai satu-satunya olah raga yang aman untuk kondisi ini. Tidak seperti di pedesaan dengan sungai membentang, orang bisa tinggal nyemplung, tapi di kota kolam renang yang bersih tidak-lah murah, paling tidak lumayan menguras dana juga. Tapi kalau memang niat berolah raga untuk kesehatan memang harus bergerak, kalau tidak … (duh…, perutku bertambah ndut) mungkin tidak akan pernah mencapai apa pun.
Hanya saja mencari kolam renang yang enak dan dekat adalah masalahnya sekarang, beberapa kilometer hanya untuk berenang. Ha ha…, ya ya…, kita lihat saja nanti, apa saya bisa berenang lagi.
Mycetoma, kromoblastomikosis, dan sporotrikosis adalah tiga infeksi jamur dalam yang masuk lewat luka kecil di kulit petani dan pekerja kebun. Artikel ini mengulas gejala, diagnosis, dan tata laksananya berdasarkan panduan WHO SEARO, dilengkapi kasus nyata kromoblastomikosis dari Sumba yang menyingkap kesenjangan diagnosis di Indonesia timur.
Filariasis limfatik atau kaki gajah bukan sekadar bengkak biasa, melainkan hasil kerusakan sistem getah bening bertahun-tahun akibat cacing yang ditularkan nyamuk. Artikel ini mengulas gejala, diagnosis, manajemen limfedema tujuh tahap, dan tantangan unik Indonesia sebagai satu-satunya negara dengan tiga spesies cacing filaria sekaligus.
Setiap kali rumah sakit direnovasi, debu konstruksi membawa risiko infeksi jamur yang bisa mengancam nyawa pasien imunokompromais. Artikel ini mengulas metode ICRA—dari matriks klasik hingga pembaruan ASHE ICRA 2.0—bukti ilmiah di balik aspergilosis terkait konstruksi, kedudukannya dalam regulasi Indonesia, serta praktik terbaik yang seharusnya diterapkan setiap fasilitas kesehatan.
Perpindahan ke Linux sering kali menimbulkan “kejutan budaya” bagi pengguna baru yang terbiasa dengan Windows atau macOS. Tantangan meliputi manajemen paket yang asing, ketersediaan software, masalah driver, penggunaan command line, dan pilihan distro. Adaptasi lebih mudah bagi developer, power user, dan gamer, sementara pengguna awam mungkin kesulitan. Kesiapan mental dan pemilihan distro yang tepat sangat penting untuk transisi yang baik.
Keluhan pasien bukan ancaman, melainkan peluang mutu. Artikel ini mengulas asal-usul kerangka L.E.A.S.T dan L.A.T.T.E dari ilmu manajemen jasa, bukti bahwa pelatihan komunikasi saja tak cukup mengatasi hambatan sistemik dan burnout staf, serta bagaimana hak mengadu pasien dalam UU 17/2023 perlu diimbangi sistem pendukung di faskes Indonesia.
Commenting 101: “Be kind, and respect each other” // Bersikaplah baik, dan saling menghormati (Indonesian) // Soyez gentils et respectez-vous les uns les autres (French) // Sean amables y respétense mutuamente (Spanish) // 待人友善,互相尊重 (Chinese) // كونوا لطفاء واحترموا بعضكم البعض (Arabic) // Будьте добры и уважайте друг друга (Russian) // Seid freundlich und respektiert einander (German) // 親切にし、お互いを尊重し合いましょう (Japanese) // दयालु बनें, और एक दूसरे का सम्मान करें (Hindi) // Siate gentili e rispettatevi a vicenda (Italian)
43 tanggapan
wigati
Jadi..renang bikin pikiran adem, badan bugar dan hati gembira. Ayo berenang lagi mas… 😀
Ga tahu juga ya Pak, rasanya airnya dingin, biasa karena sering kekanak-kanakan, begitu senangnya lihat kolam, lupa pemanasan dan peregangan dulu, langsung nyemplung saja 🙂
Wahh, mau dong ikutan renang, karena berenang slh satu olahraga favorit sy selain basket dan pingpong. Kalau di Kendari mau nyari pantai yg bagus buat renang sktr 2 jam dari kdi. Kolam renang di dlm kota, baru tahap pembangunan, adanya diluar kota kr2 1 jam dari kdi, biayax lumayan mahal.
BTW, dg kembali berenang, semoga tetap sehat selalu…
Saya sering malas juga ~ Kasihan baju renangnya. :))
Di deket UNY, kalo ga salah dari bunderan UGM, lurus terus lewat jalan yang mau ke arah Gejayan, pas di sebelah kiri jalan kan ada yang jual rak;meja;lemari kayu, lurus sedikit ada apotek, di sebelah apotek ada gang, masuk ke gang itu, lurus terus, di sebelah kanan gang ada kolam renang UNY ~
Kalau dari saya tempat nyari laut-nya bisa memakan perjalanan 2 hingga 3 jam. Keburu lelah dibandingkan sempat nyemplung-nya belum lagi perjalanan baliknya nanti 😀
We he he…, untungnya tidak meniru mode pakaian resminya renangnya Mermaid Man 😀
Oh memang ada rasanya renang untuk wanita hamil, karena lumayan aman 🙂 [He he, jangan-jangan Mbak Sheilla bentar lagi bakal rajin renang nih… *mencurigakan*]
I got osteochondroma (please ask Om Google about it) on both genu(s), so I can’t take any gravitational impacted exercises.
Eh, saya sudah dua minggu ini secara rutin renang di UNY atau di Tembi – bantul. Hayuwk belajar renang bareng.
Sekalian kopair (pengganti kopi darat, karena ketemuannya di air, hehe)
Apa UNY punya kolam renang publik Mbak? Saya pingin cari lokasi kolam renang yang paling dekat jika dituju dari perempatan Kentungan, cuma namanya anak kost pada ga hobi renang, jadinya tidak tahu harus mencari ke mana 🙁 – Ada rekomendasi?
Ini foto zaman dulu, sekarang sudah pada pisah, jadinya saya terbawa malas kalau sendiri ke kolam renang. He he, padahal alasan saja bilang ga ada yang diajak, mungkin harus diubah sedikit sifat malasnya 😀
Tinggalkan Balasan