Belakangan ini udara kota Jogja sering kali membuat gerah, walau hujan di sore hari…, rasanya ingin berenang lagi (he he, kaya bisa saja). Jika badanku tidak bergerak dengan baik, rasanya juga tidak bisa digunakan berpikir dengan baik. Saya rasa pikiran jadi cepat buntu dan tidak bisa berkonsentrasi dengan banyak hal.
Saya tidak pernah bisa berenang dengan baik, mungkin karena tidak serius belajar. Terakhir kali saya mencoba berenang dengan serius, saya menemukan diri saya di dasar kolam sedalam 3 meter. Atau pada kisah yang lainnya, saya nyaris di seret ombak di Pantai Lebih, saat minta tolong ke pada orang yang di pantai eh malah dikira lagi becanda dan mereka tertawa, apa boleh buat, terpaksa menguras otak dan tenaga agar bisa sampai lagi di bibir pantai.
Tapi karena satu dan lain hal berkenaan dengan masalah kesehatan yang saya miliki, maka dokter ahli orthopaedi saya hanya mengizinkan renang sebagai satu-satunya olah raga yang aman untuk kondisi ini. Tidak seperti di pedesaan dengan sungai membentang, orang bisa tinggal nyemplung, tapi di kota kolam renang yang bersih tidak-lah murah, paling tidak lumayan menguras dana juga. Tapi kalau memang niat berolah raga untuk kesehatan memang harus bergerak, kalau tidak … (duh…, perutku bertambah ndut) mungkin tidak akan pernah mencapai apa pun.
Hanya saja mencari kolam renang yang enak dan dekat adalah masalahnya sekarang, beberapa kilometer hanya untuk berenang. Ha ha…, ya ya…, kita lihat saja nanti, apa saya bisa berenang lagi.
Cincin putih keabu-abuan di tepi kornea umumnya bagian dari penuaan, tetapi pada usia muda atau hanya satu mata, ia perlu dikaitkan dengan pemeriksaan lemak darah.
Panduan netral mengenal Indodax: siapa yang cocok memakainya, cara mendaftar, jawaban atas keraguan umum, dan risiko aset kripto yang perlu dipahami sebelum memulai.
Pada 22 Oktober 2026, Direktur Jenderal WHO bertemu grup K-pop ENHYPEN di Seoul untuk merayakan kampanye donor darah bersama penggemar mereka. Artikel ini merangkum faktanya, membandingkannya dengan kondisi Indonesia, dan menimbang apa kata sains tentang cara mengubah ikrar menjadi donor rutin.
WHO, WMO, UNICEF, dan UNFPA merilis indikator prioritas pertama untuk memantau dampak panas pada ibu hamil, bayi baru lahir, dan anak. Artikel ini menguraikan empat ranah indikator, cara menganalisisnya bersama data suhu, dan penerapannya di fasilitas kesehatan Indonesia, lengkap dengan keterbatasan buktinya.
Ulasan pedoman kurikulum resistensi antimikroba WHO 2019: lima modul, enam kurikulum profesi, serta langkah menerapkannya di rumah sakit, puskesmas, dan institusi pendidikan di Indonesia.
Commenting 101: “Be kind, and respect each other” // Bersikaplah baik, dan saling menghormati (Indonesian) // Soyez gentils et respectez-vous les uns les autres (French) // Sean amables y respétense mutuamente (Spanish) // 待人友善,互相尊重 (Chinese) // كونوا لطفاء واحترموا بعضكم البعض (Arabic) // Будьте добры и уважайте друг друга (Russian) // Seid freundlich und respektiert einander (German) // 親切にし、お互いを尊重し合いましょう (Japanese) // दयालु बनें, और एक दूसरे का सम्मान करें (Hindi) // Siate gentili e rispettatevi a vicenda (Italian)
Tinggalkan Balasan