A Cahya Legawa's Les pèlerins au-dessus des nuages

Sehari yang lalu Pak Huang menyampaikan lewat blognya dan blog ini bahwa beberapa kali komentarnya ditolak, apa dia diblacklist sebagaimana ditanyakan dalam tulisan “Saya di Blacklist”.

Secara singkat saya jawab, “Tidak”. Saya tidak memberikan daftar hitam pada narablog dengan blog pribadinya, saya hanya memberikan daftar hitam pada netizen yang memberikan URI/URL ke situs atau halaman komersial, atau hal-hal lain yang bertentangan dengan “terms of service” blog ini. Kebijakan ini saya terapkan setelah mempertimbangkan adanya “komentar blog yang sulit diloloskan”, sehingga saya menggunakan mesin antispam khusus untuk ini.

Jika ada “violation agains terms” maka secara otomatis mesin ini akan berfungsi, demikian juga jika ada kata-kata yang mengandung unsur spamdexing, komentar itu akan ditolak. Atau kebetulan kalau jika saat daring menggunakan alamat IP yang identik dengan para spammer yang pernah dikenali, hal ini dapat terjadi. Sebagaimana gambar berikut yang saya ambil dari blog Pak Huang.

Dengan mengubah beberapa kata yang ada dalam daftar hitam biasanya akan membuat komentar bisa diloloskan.

Jadi menghindari kata-kata berbau spamdexing, sara, pornografi, menyerang/menyudutkan komentar yang lain, kasar, dan lain sebagainya biasanya akan meloloskan komentar.

Namun ID tidak pernah saya blok. Saya menulis tentang ini di halaman bantuan. Jadi sebenarnya sudah ada penjelasannya, he he…, mohon maaf bagi yang sering kena blok, mohon tidak jera untuk mencoba melewati aral rintangan di blog ini.

  Copyright secured by Digiprove © 2010 Cahya Legawa

← Kembali

Terima kasih atas tanggapan Anda. ✨

Rating(wajib)

Artikel Baru Terbit

  • Rumah Baru, Wajah Baru
    Legawa.com baru saja melakukan pembaruan identitas visual dengan logo baru yang sederhana, menggambarkan matahari di atas awan. Simbol ini merepresentasikan perjalanan penulis dan esai yang dihasilkan. Desain yang bersih dan konsisten diharapkan dapat menjadikan blog ini lebih tenang dan jujur, tanpa elemen yang bersaing.
  • Nutri‑Level: Ketika Segelas Boba Mulai Punya “Rapor” Kesehatan
    Kementerian Kesehatan Indonesia menerbitkan KMK Nomor HK.01.07/MENKES/301/2026 untuk mengatur label gizi pada minuman siap saji, dikenal sebagai Nutri-Level. Sistem ini bertujuan mengurangi konsumsi gula, garam, dan lemak berlebih, yang dapat menyebabkan penyakit tidak menular. Kebijakan ini diharapkan meningkatkan kesadaran konsumen dan mendorong reformulasi produk.
  • Ketika Angka Kasus HIV Tidak Menceritakan Seluruh Kisah: Menata Ulang Surveilans di Era Penyakit Lanjut
    Panduan konsolidasi WHO 2026 memperbarui definisi kasus HIV dan menambahkan indikator pemantauan penyakit HIV lanjut. Ini penting bagi Indonesia, yang memiliki 564.000 ODHIV, untuk mengevaluasi kesiapan SIHA 2.1 dalam mendukung pencapaian target eliminasi HIV pada tahun 2030, dengan data diharapkan lebih akurat dan terintegrasi.
  • Permenkes Perbekalan Kesehatan 2026: Antara Visi Kemandirian dan Realitas Akses Obat di Lapangan
    Pada 17 April 2026, Menteri Kesehatan mengeluarkan Permenkes Nomor 5 Tahun 2026 yang mengatur perbekalan kesehatan. Regulasi ini mencakup produksi dalam negeri, pengendalian harga, dan transparansi, namun masih menghadapi tantangan implementasi. Kemandirian farmasi masih rendah, dengan ketergantungan pada impor dan ketersediaan obat yang tidak memadai.
  • Permenkes Penanggulangan Penyakit 2026: Satu Payung Hukum, Berlapis Konsekuensi bagi Fasilitas Kesehatan
    Menteri Kesehatan menerbitkan Permenkes Nomor 3 Tahun 2026 untuk konsolidasi pengaturan penanggulangan penyakit di Indonesia. Regulasi ini mencakup penanggulangan penyakit menular, tidak menular, kesehatan lingkungan, dan kesehatan matra, serta menyusun kewajiban baru bagi fasilitas kesehatan. Tantangan implementasi masih ada, terutama terkait ambang batas GGL yang belum ditetapkan.

Commenting 101: “Be kind, and respect each other” // Bersikaplah baik, dan saling menghormati (Indonesian) // Soyez gentils et respectez-vous les uns les autres (French) // Sean amables y respétense mutuamente (Spanish) // 待人友善,互相尊重 (Chinese) // كونوا لطفاء واحترموا بعضكم البعض (Arabic) // Будьте добры и уважайте друг друга (Russian) // Seid freundlich und respektiert einander (German) // 親切にし、お互いを尊重し合いましょう (Japanese) // दयालु बनें, और एक दूसरे का सम्मान करें (Hindi) // Siate gentili e rispettatevi a vicenda (Italian)

17 tanggapan

  1. Avatar Decy
    Decy

    untungnya belum pernah ditolak 🙂

    mohon jangan di block ya , aku masih suka berlangganan baca blognya Cahya 🙂 hehe

  2. Avatar imadewira

    syukurlah saya belum pernah kena tolak, setidaknya sampai saat saya mengetik komentar ini

  3. Avatar eMtoeMcabee

    hehehe,,
    akhirnya diklarifikasi juga, semoga koment saya ga diblok 😀

  4. Avatar iskandaria
    iskandaria

    Wah, ternyata udah ada iklan yang nampang di dalam posting nih 🙂

    Soal topik di atas, saya belakangan ini menggunakan plugin invisible captcha. Apakah juga bisa memblok IP yang dicurigai atau tidak, saya juga kurang tau sih. Masalahnya kan IP address bisa berubah-ubah setiap kali kita online. Apakah harus dengan cara mensetting IP yang sama setiap kali online demi mencegah kemungkinan menggunakan IP yang pernah digunakan Spammer? 🙂

    1. Avatar Cahya

      iskandaria,

      Oh…, yang kelihatan bukan logo blog saya toh 😆 – padahal itu dirancang agar terlihat hanya kalau untuk pengunjung baru atau pengunjung luar negeri. Pakai adblock atau noscript saja Mas Is 😀

      Mungkin narablog harus mau serempak mengampanyekan blog menolak spam, agar tidak semakin banyak IP address dinamis yang tercemari. Sebab masih ada narablog yang berbaik hati menerima komentar spam, rasanya itu membuat para spammer semakin semangat untuk spamming tidak peduli mau pakai komputer publik atau pun komputer pribadi.

  5. Avatar agoenk70
    agoenk70

    berarti mesin anti spam di blog ini bagus dunk..
    bisa sedetail itu memfilternya..

    1. Avatar Cahya

      agoenk70,

      Tidak sedetail itu kok…, tergantung bagaimana kita menyetelnya 🙂

  6. Avatar rismaka
    rismaka

    Atau kebetulan kalau jika saat daring menggunakan alamat IP yang identik dengan para spammer yang pernah dikenali, hal ini dapat terjadi.

    Iya, saya pikir juga begitu. beberapa kali teman saya berkomentar, tapi malah dianggap sp*m sama akismet. Sepertinya alamat IP yang ia gunakan pernah diblokir oleh akismet sebelumnya, sehingga setiap kali ia berkomentar, pasti langsung masuk folder sp*m

    1. Avatar Cahya

      rismaka,

      Saya cuma tahu teorinya yang pernah disebut di beberapa forum, kadang komentar saya juga tertangkap akismet 😆

  7. Avatar Triani

    Komentar Mbak Fitri pemilik blog kerajaanagama.wordpress.com juga di spam.

  8. Avatar Asop
    Asop

    Pak Huang? Ahahahaha~

  9. Avatar - H -
    – H –

    Ah lega deh setelah dapet penjelasan dari Bli Cahya 🙂 hihihihi..

    *nyeruput kopi hangat dulu

    1. Avatar Cahya

      Pak Huang,

      Makanya kalau ngopi ngajak-ngajak :p

  10. Avatar ian
    ian

    Pertama kalikah? 😉

    Beruntng saia gag pernah ke blok 😀
    Ehm,apa perlu y dblog saia dberi tos jg? :p

    1. Avatar Cahya

      ian,

      Hanya kalau menerapkan aturan khusus kan?

Tinggalkan Balasan

Eksplorasi konten lain dari Bhyllabus l'énigme

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca