Sehari yang lalu Pak Huang menyampaikan lewat blognya dan blog ini bahwa beberapa kali komentarnya ditolak, apa dia diblacklist sebagaimana ditanyakan dalam tulisan “Saya di Blacklist”.
Secara singkat saya jawab, “Tidak”. Saya tidak memberikan daftar hitam pada narablog dengan blog pribadinya, saya hanya memberikan daftar hitam pada netizen yang memberikan URI/URL ke situs atau halaman komersial, atau hal-hal lain yang bertentangan dengan “terms of service” blog ini. Kebijakan ini saya terapkan setelah mempertimbangkan adanya “komentar blog yang sulit diloloskan”, sehingga saya menggunakan mesin antispam khusus untuk ini.
Jika ada “violation agains terms” maka secara otomatis mesin ini akan berfungsi, demikian juga jika ada kata-kata yang mengandung unsur spamdexing, komentar itu akan ditolak. Atau kebetulan kalau jika saat daring menggunakan alamat IP yang identik dengan para spammer yang pernah dikenali, hal ini dapat terjadi. Sebagaimana gambar berikut yang saya ambil dari blog Pak Huang.
Dengan mengubah beberapa kata yang ada dalam daftar hitam biasanya akan membuat komentar bisa diloloskan.
Jadi menghindari kata-kata berbau spamdexing, sara, pornografi, menyerang/menyudutkan komentar yang lain, kasar, dan lain sebagainya biasanya akan meloloskan komentar.
Namun ID tidak pernah saya blok. Saya menulis tentang ini di halaman bantuan. Jadi sebenarnya sudah ada penjelasannya, he he…, mohon maaf bagi yang sering kena blok, mohon tidak jera untuk mencoba melewati aral rintangan di blog ini.
Panduan baru UNESCO-UNICEF-WHO (2026) menegaskan peran guru dalam kesehatan jiwa sekolah: mempromosikan kesejahteraan, menyadari tanda distres, dan menghubungkan murid ke dukungan — tanpa mendiagnosis atau memberi terapi. Dengan I-NAMHS mencatat 15,5 juta remaja Indonesia mengalami masalah kesehatan mental, panduan ini relevan bagi UKS, PPKSP, dan sistem sekolah Indonesia.
Diabetes melitus tipe 1 pada anak Indonesia meningkat tajam dalam dua dekade terakhir, namun tujuh dari sepuluh kasus baru terdiagnosis setelah jatuh ke ketoasidosis diabetikum. Artikel ini membahas patofisiologi, kriteria diagnosis, lima pilar pengelolaan, teknologi CGM, imunoterapi teplizumab, serta konteks jaminan BPJS Kesehatan bagi penyandang DMT1.
Merokok berdampak negatif pada kesuburan, dengan risiko infertilitas meningkat 1,4 kali pada perempuan perokok dan disfungsi seksual pada laki-laki perokok. Paparan asap rokok juga berbahaya. Berhenti merokok dapat meningkatkan peluang kehamilan, penting bagi pasangan yang merencanakan memiliki anak untuk memahami risiko tersebut dan melakukan perubahan gaya hidup.
Dua alat penilaian risiko terbaru WHO, QIRA dan MS-RRA, dirancang untuk meningkatkan respons terhadap keadaan darurat kesehatan. QIRA menyediakan penilaian cepat dalam waktu singkat, sementara MS-RRA menawarkan analisis mendalam. Keduanya melengkapi praktik penilaian risiko yang sudah ada di Indonesia, meningkatkan sistem dokumentasi dan pengambilan keputusan.
KMK 951/2026 mengatur izin edar alat kesehatan berbasis perangkat lunak, termasuk Software as a Medical Device (SaMD), yang diperlukan regulasi lebih ketat. Regulasi ini mengadopsi standar internasional, menyediakan mekanisme sandbox, dan mewajibkan validasi klinis lokal untuk produk berisiko tinggi, namun masih memerlukan penguatan kapasitas implementasi di daerah.
Commenting 101: “Be kind, and respect each other” // Bersikaplah baik, dan saling menghormati (Indonesian) // Soyez gentils et respectez-vous les uns les autres (French) // Sean amables y respétense mutuamente (Spanish) // 待人友善,互相尊重 (Chinese) // كونوا لطفاء واحترموا بعضكم البعض (Arabic) // Будьте добры и уважайте друг друга (Russian) // Seid freundlich und respektiert einander (German) // 親切にし、お互いを尊重し合いましょう (Japanese) // दयालु बनें, और एक दूसरे का सम्मान करें (Hindi) // Siate gentili e rispettatevi a vicenda (Italian)
17 tanggapan
isnuansa
Saya belum pernah ngerasain komentar di blok, kalau masuk akismet mungkin pernah.
Bukan menyerang ya, mungkin ada hubungannya dengan komentar yang sangat pendek khas fast reader? Makanya saya menghindari berkomentar seperti itu. Kalaupun tak tau harus komen apa setelah membaca, ya sebaiknya tak usah komentar, jangan kejar setoran.
Kalau saya sendiri malah cukup sering ditangkap akismet, apa mungkin dia kesel ya karena saya hilangkan dari blog 😀
Yup…, narablog tidak usah kejar setoran…, nanti kita ikut-ikutan kebut-kebutan seperti angkutan umum, padahal blog kita bisa jadi limosin super nyaman yang melaju pelan di pinggiran pantai dengan pemandangan cahaya matahari yang terbenam 😉
Tinggalkan Balasan