A Cahya Legawa's Les pèlerins au-dessus des nuages

Ego sum panis vivus literally means ‘I am the living bread’. Is a motet by Antonio Caldara (1670-1736), and one of wonderful motet that I love to listen every time a nice moment comes to my daily life.

Motet is a kind of polyphonic music from late renaissance period (1220-1750. One well-known motet composer was Giovanni Pierluigi Palestrina. And Palestrina’s late renaissance motet ‘Ego sum panis vivus’ is very well known too, but I thought it a little bit different from Caldara’s – since I only seen Palestrina’s sheet of ‘Ego sum panis vivus’.

Wrote in Latin using Baroque’s piece style, Motet: Ego sum panis vivus became a charming & inspiring motet for a lot of musician as well as common people.

Antonio Caldara, a Venetian, became Vice-Kapellmeister in the Viennese Chapel Imperial in 1716; his enormous output comprises over 3,400 works, among them 100 operas. “Ego sum panis vivus” (“I am the living bread”) is a motet for Corpus Christi, the text is from the gospel of St. John 6:51-52.

VERSES 51-52:   I AM THE LIVING BREAD

51 I am the living bread which came down out of heaven. If anyone eats (Greek: phage) of this bread, he will live forever. Yes, the bread which I will give for the life of the world is my flesh (Greek: sarx)."

52 The Jews therefore contended with one another, saying, "How can this man give us his flesh to eat?"

Well, this motet was my precious collection and available as the 4th track inside Silk Road: Song Along The Road & Time by The Vienna Boy’s Choir. Then, if you have ever heard this motet, maybe you’ll love it too.

http://viewer.docstoc.com/var docstoc_docid=”48437199″;var docstoc_title=”Ego sum panis vivus”;var docstoc_urltitle=”Ego sum panis vivus”;http://i.docstoccdn.com/js/check-flash.js
Ego sum panis vivus

  Copyright secured by Digiprove © 2010 Cahya Legawa

← Kembali

Terima kasih atas tanggapan Anda. ✨

Rating(wajib)

Artikel Baru Terbit

  • Permenkes Perbekalan Kesehatan 2026: Antara Visi Kemandirian dan Realitas Akses Obat di Lapangan
    Pada 17 April 2026, Menteri Kesehatan mengeluarkan Permenkes Nomor 5 Tahun 2026 yang mengatur perbekalan kesehatan. Regulasi ini mencakup produksi dalam negeri, pengendalian harga, dan transparansi, namun masih menghadapi tantangan implementasi. Kemandirian farmasi masih rendah, dengan ketergantungan pada impor dan ketersediaan obat yang tidak memadai.
  • Permenkes Penanggulangan Penyakit 2026: Satu Payung Hukum, Berlapis Konsekuensi bagi Fasilitas Kesehatan
    Menteri Kesehatan menerbitkan Permenkes Nomor 3 Tahun 2026 untuk konsolidasi pengaturan penanggulangan penyakit di Indonesia. Regulasi ini mencakup penanggulangan penyakit menular, tidak menular, kesehatan lingkungan, dan kesehatan matra, serta menyusun kewajiban baru bagi fasilitas kesehatan. Tantangan implementasi masih ada, terutama terkait ambang batas GGL yang belum ditetapkan.
  • The Dream That Keeps Breathing
    What if the size of a dream was never the point? Through a Javanese kite-maker’s parable and voices from Rumi to Marcus Aurelius, the Gita to the Dhammapada, this essay asks whether dreaming is less a destination than a form of breathing — one we must keep doing, gently, for as long as we wish to call what we’re living a life.
  • PFAS di Meja Makan: Apa yang Diungkap Tinjauan Lanskap WHO tentang “Bahan Kimia Abadi” yang Kita Telan
    WHO merilis tinjauan tentang 18 senyawa PFAS prioritas yang mencemari makanan dan air minum, serta enam kategori efek kesehatan seperti kanker dan gangguan metabolik. Makanan menjadi jalur pajanan utama. Temuan ini menunjukkan perlunya Indonesia memperkuat pemantauan PFAS untuk meningkatkan keamanan pangan dan air minum.
  • Nasi di Piring, Racun yang Tak Terlihat: Apa Kata Evaluasi Terbaru WHO/FAO tentang Arsenik dalam Makanan
    Evaluasi terbaru oleh JECFA (2026) menunjukkan risiko arsenik dalam makanan tidak hanya terkait kanker, tetapi juga penyakit jantung pada dosis lebih rendah. Beras menjadi sumber utama paparan, termasuk di Indonesia, di mana data dari Sulawesi Utara menunjukkan melampaui ambang aman. Perlu ada langkah kehati-hatian dan pembaruan regulasi keamanan pangan.

Commenting 101: “Be kind, and respect each other” // Bersikaplah baik, dan saling menghormati (Indonesian) // Soyez gentils et respectez-vous les uns les autres (French) // Sean amables y respétense mutuamente (Spanish) // 待人友善,互相尊重 (Chinese) // كونوا لطفاء واحترموا بعضكم البعض (Arabic) // Будьте добры и уважайте друг друга (Russian) // Seid freundlich und respektiert einander (German) // 親切にし、お互いを尊重し合いましょう (Japanese) // दयालु बनें, और एक दूसरे का सम्मान करें (Hindi) // Siate gentili e rispettatevi a vicenda (Italian)

10 tanggapan

  1. Avatar Cahya

    matahari,

    Wah, kalau masalah alirannya saya kurang tahu. Kebetulan saya temukan di koleksi saya & dan saya suka :).

  2. Avatar matahari
    matahari

    sepertinya saya punya lagunya, kalo gak salah ini ada aliran new age juga, kan? 😀 menurut saya musik ini mirip dengan sound horizon

  3. Avatar Cahya

    Pak Aldy,

    Ya kurang lebihnya demikian :).

    Mas Agung,

    Cuma saya pegang saja kok, kalau digesek bisa memicu perang dunia di kost :D.

    blogging,

    Salam kenal juga, saya tidak tahu apa ada versi Indonesia-nya.

  4. Avatar blogging
    blogging

    salam kenal saja mas, kurang faham lagunya…..ada veri indo ?

  5. Avatar agung

    wah yang pegang violin itu hanya pegang tok ya? kalau bisa kan bisa duet dengan gitar tua saya hehe :).

  6. Avatar PF
    PF

    Gospel? maaf mas Cahya,

    berhubungan dengan Hispanik dan bergaya lagu-lagu gereja?

  7. Avatar Cahya

    Pak Aldy,

    Ini tipe lagu Gospel :).

  8. Avatar PF
    PF

    Lagu apa Mas?

  9. Avatar Cahya

    Mas Ardianzzz,

    Saya malah buta nada 😆 – saya hanya pegang violin, itu pun cuma megang tok suer :D.

    Kalau lorem ipsum sih Mas Ardianzzz memang ahlinya :D.

  10. Avatar ardianzzz

    Tidak begitu paham musik… Saya hanya bisa memainkan sedikit gitar dan Harmonika…

    Lagipula saya hanya tahu LOrem Ipsum saja. 🙁

Tinggalkan Balasan

Eksplorasi konten lain dari Bhyllabus l'énigme

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca