A Cahya Legawa's Les pèlerins au-dessus des nuages

Apakah masih mencari program antivirus yang baik untuk komputer Anda? Saya sendiri suka menelusuri bagaimana perkembangan antivirus belakangan ini – hanya sekadar hobi sih. Beberapa bulan belakangan ini ada banyak hal yang menarik yang terjadi, hingga terakhir pada laporan menyeluruh keluaran AV-Comparatives dan Faculty of Computer Science and Quality Engineering – University of Innsbruck.

Jika Anda punya cukup dana untuk membeli lisensi program antivirus yang mumpuni, maka setelah apa yang saya ikuti selama ini. Empat program antivirus berbayar yang saya rekomendasikan adalah F-Secure, Symantec, Avira dan Kaspersky. Sebagai catatan Avira di sini bukanlah versi Avira gratis (Free AntiVir) yang cukup banyak digunakan di Indonesia.

Jika Anda memiliki pengalaman yang cukup dalam menangani serangan virus komputer dan pelbagai program yang mencurigakan, maka produk antivirus yang boleh dipertimbangkan (walau tidak sebaik yang saya ajukan sebelumnya) adalah GData, AVG, Panda, avast!, ESET, Trend Micro, dan PC Tools.

Sedangkan yang tidak bisa saya rekomendasikan, walau tidak melarang tentunya untuk digunakan adalah BitDefender, Norman dan KingSoft. Karena kemampuan deteksinya masih di bawah 95%, bahkan ada yang mencapai hanya 80% dari ribuan sampel serangan yang diujicobakan.

Nah, jika tidak ingin mengeluarkan uang untuk lisensi. Maka program antivirus yang berlisensi gratis adalah pilihan yang baik. Ada banyak sekali saat ini program antivirus gratis, seperti Avira, AVG dan avast! adalah yang paling banyak digunakan saat ini. Microsoft Securit Essential (MSE) adalah sebuah perkembangan yang menakjubkan dari Microsoft, karena sejak diluncurkan banyak yang menduga bahwa ia akan bernasib seperti OneCare. Namun versi antivirus gratis ini dari Microsoft ini menunjukkan bahwa ia mampu sejajar dengan antivirus kelas dunia seperti Kaspersky dan Symantec. Hanya saja sayangnya, di Indonesia belum legal untuk digunakan, artinya tidak dipasarkan untuk negara kita, walau lisensinya gratis. Tapi jika Anda tinggal di negara lain yang merupakan pasarnya, mengapa tidak, ini adalah pilihan yang baik menurut saya.

Anda juga bisa mencoba Cloud Antivirus dari Panda. Melihat induknya yang berbayar yaitu Panda Antivirus mampu mendeteksi sampel serangan hingga 96,7%, maka saya rasa versi gratis ini akan sangat membantu Anda.

Avast sendiri tidak menunjukkan suatu peningkatan yang berarti jika dilihat dari perkembangan antivirus lain. Selama periode Agustus hingga November 2010 dari uji kasus sebanyak 1968 buah, avast gagal pada 70 kasus, dan berhasil menangani 1898 kasus. Bandingkan dengan F-Secure yang hanya kecolongan 22 kasus. Pun demikian, sebagai pengguna tetapnya, saya sama sekali tidak ada masalah serangan virus sampai saat ini.

Karena hal mendasar sebagaimana prinsip optimalisasi antivirus kembali pada pengguna masing-masing. Percuma saja antivirus hebat jika tidak bisa menggunakannya, apalagi mengoptimalisasikannya. Lagi pula belakangan ini, tidak hanya kemampuan sebuah antivirus menangkal serangan virus saja yang menjadi pertimbangan, namun kompatibilitasnya dengan pelbagai program lainnya.

Artikel Baru Terbit

  • Mitos Pola Makan Vegetarian dan Vegan: Fakta di Balik Tren Nabati di Indonesia
    Delapan mitos seputar diet vegetarian dan vegan—dari kecukupan protein hingga risiko kanker payudara akibat kedelai—dibedah dengan bukti ilmiah terkini. Konteks Indonesia menunjukkan pola makan masyarakat sesungguhnya sudah didominasi pangan nabati seperti tempe dan tahu, sementara tantangan gizi nyata terletak pada keberagaman dan keseimbangan, bukan kategori diet semata.
  • Mitos Kesehatan Jiwa yang Masih Dipercaya: Membedah Stigma di Balik Fakta
    Mitos seputar kesehatan jiwa—dari anggapan bahwa gangguan jiwa langka hingga stigma “gila” pada skizofrenia—masih membebani masyarakat Indonesia. Data SKI 2023 mengungkap kesenjangan akses pengobatan yang lebar dan praktik pemasungan yang bertahan. Artikel ini membedah sebelas mitos populer dengan bukti ilmiah dan konteks kebijakan kesehatan jiwa nasional.
  • Berapa Jam Sebenarnya Kita Butuh Tidur? Lima Mitos yang Perlu Diluruskan
    Kebutuhan tidur bervariasi berdasarkan usia dan individu, bukan sekadar “8 jam”. Tubuh tidak dapat dilatih untuk butuh tidur lebih sedikit. Tidur siang singkat 10–20 menit justru bermanfaat. Tidak semua hewan tidur seperti manusia. Terlalu banyak tidur juga berisiko. Dan meski kurang tidur jarang membunuh langsung, microsleep akibatnya menewaskan ribuan orang di jalan Indonesia setiap tahun.
  • Gula Darah Tinggi yang Diam-Diam Merusak: Memahami Diabetes Melitus Tipe 2
    Diabetes melitus tipe 2 menyerang diam-diam—hanya satu dari 4-5 penyandang di Indonesia yang menyadari kondisinya. Artikel ini membahas patofisiologi resistansi insulin, kriteria diagnosis PERKENI, peran SGLT2 inhibitor dan GLP-1 receptor agonist dalam terapi terkini, serta kesenjangan akses pembiayaan JKN/BPJS terhadap golongan obat baru tersebut.
  • Empat Pembaruan Kunci Pedoman Malaria WHO 2026: Apa yang Berubah dan Apa Artinya bagi Indonesia
    WHO mengeluarkan pembaruan pedoman malaria pada September 2026, mencakup empat perubahan penting: pencegahan malaria pada ibu hamil dengan HIV, batas penggunaan primakuin dosis tunggal, formulasi baru artemether-lumefantrine untuk bayi <5 kg, serta peninjauan jadwal vaksin. Pembaruan ini relevan untuk Indonesia, khususnya Papua sebagai daerah berisiko tinggi.

Commenting 101: “Be kind, and respect each other” // Bersikaplah baik, dan saling menghormati (Indonesian) // Soyez gentils et respectez-vous les uns les autres (French) // Sean amables y respétense mutuamente (Spanish) // 待人友善,互相尊重 (Chinese) // كونوا لطفاء واحترموا بعضكم البعض (Arabic) // Будьте добры и уважайте друг друга (Russian) // Seid freundlich und respektiert einander (German) // 親切にし、お互いを尊重し合いましょう (Japanese) // दयालु बनें, और एक दूसरे का सम्मान करें (Hindi) // Siate gentili e rispettatevi a vicenda (Italian)

4 tanggapan

  1. Avatar TuSuda
    TuSuda

    sampai saat ini saya masih memakai avira Antivir…belum ada kombinasi dengan antivirus lainnnya…mohon sarannya..makasi

    1. Avatar Cahya

      AntiVir itu kan versi gratisnya Avira jika saya tidak salah. Bagus kok Dok, sekarang sudah tidak terlalu sering ada laporan false positive lagi seperti dulu. Jadi jika memang ingin menggunakan AntiVir saja tidak masalah DoK :).

  2. Avatar Ardianzzz

    Saya sudah 2 tahun memakai AVG versi gratis. Tidak ada masalah yang berarti terkait virus — jadi ingat conficker…

    1. Avatar Cahya

      Mas Ardianzzz,
      Ha ha…, saya ndak mengalami masa-masa conficker, hanya mendengar cerita saja.

Tinggalkan Balasan

Eksplorasi konten lain dari Bhyllabus l'énigme

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca