A Cahya Legawa's Les pèlerins au-dessus des nuages

Dalam rangka menyambut 17 tahun KISARA, maka diadakan lomba foto bertema “Pacaran Sehat”. Tujuannya sebagaimana ditulis oleh Elfira:

Untuk mendorong remaja agar berperilaku sehat dalam berpacaran, dengan tetap menjaga kesehatan reproduksinya. Kegiatan ini juga ingin mendorong para remaja agar lebih bertanggungjawab dengan pilihan yang mereka miliki.

Adapun ketentuan lombanya adalah sebagai berikut:

  1. Terbuka untuk remaja/warga usia 10-24 tahun;
  2. Biaya pendaftaran Rp 25.000,00 (penyertaan lebih dari 1 foto dikenakan biaya tambahan Rp 5.000,00 per foto);
  3. Foto yang dikirimkan adalah foto “unik” bertema “Pacaran Sehat”;
  4. Foto dikirim dalam bentuk foto cetak ukuran 4R serta salinan lunak dalam media cakram kompak (CD), atau dikirimkan via surel ke alamat: lombafoto_hutkisara[at]yahoo[dot]co[dot]id;
  5. Foto dapat diambil dengan menggunakan kamera analog maupun digital;
  6. Foto bukan merupakan hasil manipulasi komputer (digital imaging), namun pengayaan sederhana (simple retouch) masih diizinkan;
  7. Foto adalah hasil karya pribadi & belum pernah dipublikasikan sebelumnya.

Jangan lupa mencantumkan identitas lengkap, judul foto, lokasi & tanggal pengambilan foto terlampir. Foto paling lambat diterima panitia lomba per 12 Februari 2011, dan dikirimkan ke:

Panitia HUT KISARA PKBI Bali
Gedung PKBI Lt. 3
Jln. Gatot Subroto IV no 6
Denpasar – Bali

Untuk informasi lebih lanjut tentang lomba ini, silakan menghubungi panitia atau lihat halaman lomba yang dititipkan pada media informasi digital Bale Bengong .NET di tulisan “Lomba Foto Pacaran Sehat”.

← Kembali

Terima kasih atas tanggapan Anda. ✨

Rating(wajib)

Artikel Baru Terbit

  • Permenkes Perbekalan Kesehatan 2026: Antara Visi Kemandirian dan Realitas Akses Obat di Lapangan
    Pada 17 April 2026, Menteri Kesehatan mengeluarkan Permenkes Nomor 5 Tahun 2026 yang mengatur perbekalan kesehatan. Regulasi ini mencakup produksi dalam negeri, pengendalian harga, dan transparansi, namun masih menghadapi tantangan implementasi. Kemandirian farmasi masih rendah, dengan ketergantungan pada impor dan ketersediaan obat yang tidak memadai.
  • Permenkes Penanggulangan Penyakit 2026: Satu Payung Hukum, Berlapis Konsekuensi bagi Fasilitas Kesehatan
    Menteri Kesehatan menerbitkan Permenkes Nomor 3 Tahun 2026 untuk konsolidasi pengaturan penanggulangan penyakit di Indonesia. Regulasi ini mencakup penanggulangan penyakit menular, tidak menular, kesehatan lingkungan, dan kesehatan matra, serta menyusun kewajiban baru bagi fasilitas kesehatan. Tantangan implementasi masih ada, terutama terkait ambang batas GGL yang belum ditetapkan.
  • The Dream That Keeps Breathing
    What if the size of a dream was never the point? Through a Javanese kite-maker’s parable and voices from Rumi to Marcus Aurelius, the Gita to the Dhammapada, this essay asks whether dreaming is less a destination than a form of breathing — one we must keep doing, gently, for as long as we wish to call what we’re living a life.
  • PFAS di Meja Makan: Apa yang Diungkap Tinjauan Lanskap WHO tentang “Bahan Kimia Abadi” yang Kita Telan
    WHO merilis tinjauan tentang 18 senyawa PFAS prioritas yang mencemari makanan dan air minum, serta enam kategori efek kesehatan seperti kanker dan gangguan metabolik. Makanan menjadi jalur pajanan utama. Temuan ini menunjukkan perlunya Indonesia memperkuat pemantauan PFAS untuk meningkatkan keamanan pangan dan air minum.
  • Nasi di Piring, Racun yang Tak Terlihat: Apa Kata Evaluasi Terbaru WHO/FAO tentang Arsenik dalam Makanan
    Evaluasi terbaru oleh JECFA (2026) menunjukkan risiko arsenik dalam makanan tidak hanya terkait kanker, tetapi juga penyakit jantung pada dosis lebih rendah. Beras menjadi sumber utama paparan, termasuk di Indonesia, di mana data dari Sulawesi Utara menunjukkan melampaui ambang aman. Perlu ada langkah kehati-hatian dan pembaruan regulasi keamanan pangan.

Commenting 101: “Be kind, and respect each other” // Bersikaplah baik, dan saling menghormati (Indonesian) // Soyez gentils et respectez-vous les uns les autres (French) // Sean amables y respétense mutuamente (Spanish) // 待人友善,互相尊重 (Chinese) // كونوا لطفاء واحترموا بعضكم البعض (Arabic) // Будьте добры и уважайте друг друга (Russian) // Seid freundlich und respektiert einander (German) // 親切にし、お互いを尊重し合いましょう (Japanese) // दयालु बनें, और एक दूसरे का सम्मान करें (Hindi) // Siate gentili e rispettatevi a vicenda (Italian)

14 tanggapan

  1. Avatar Nandini Ansa
    Nandini Ansa

    gimana mau lomba foto pacaran sehat kalo kami dua2nya lagi sakitt.. hahahaaa…

    1. Avatar Cahya

      Nandini,
      Ayo cepat baikan, kalau salah satu sembuh, nanti yang lain bakal ikut sembuh, kalian kan sehati :).

  2. Avatar Ganda
    Ganda

    Cahya,
    Boleh. Nanti saya tanyakan Bli.

  3. Avatar Ganda
    Ganda

    Eh, ini apa harus yang berada di Bali?

    1. Avatar Cahya

      He he…, kalau itu saya kurang tahu 😀 – coba dihubungi CP-nya:

      Devi : 085 7373 89909
      Cintya : 085 792 011 207

  4. Avatar Ganda
    Ganda

    Bli Cahya,
    Lebay deh. Hahahahahahaha…

  5. Avatar Ganda
    Ganda

    Karena usia saya masih kurang dari usia maximum, kayaknya layak di coba nih. Huehehehehehe… Sekalian nyoba2 kompetisi di luar bidang IT.

    1. Avatar Cahya

      He he, kalau ninja PHP bikin foto pacaran gimana ya, apa dengan duel maut di atas air terjun?

  6. Avatar
    Anonim

    Aduh… saya gak punya pacar… gimana ya ?

    1. Avatar Cahya

      Mbak Suzan,
      Ndak apa-apa, kan ndak harus foto sendiri (rasanya, bukan panitia sih).

  7. Avatar Nandini Ansa
    Nandini Ansa

    aah.. masih dua bulan sebelum saya 24 tahun.. ah, tapi tetap saja pacaran sehat bagi saya adalah pacaran setelah menikah.. 😀

    1. Avatar Cahya

      Nandini,
      Kan bisa ngambil foto di mana gitu, he he…, cari korban :). #ndaketis.

  8. Avatar Sugeng
    Sugeng

    Aku mendukung dengan gaya pacaran sehat ini, semoga banyak anak muda yang ikut serta dalam kegiatan ini. Tapi bukan sekedar iklutan lomba namun ikut dalam gaya berpacaran sehat ini 😆

    1. Avatar Cahya

      Pak Sugeng,
      Sayang, saya bukan remaja lagi, dan memang single :D.

Tinggalkan Balasan

Eksplorasi konten lain dari Bhyllabus l'énigme

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca