A Cahya Legawa's Les pèlerins au-dessus des nuages

Saya dapat ini dari email

Dicari 25 Finalis dan 3 Pemenang Utama

Semuanya, dapat hadiah!

Caranya gampang!

Ö Bidik kegiatanmu bertema “Apa pun Aktivitasmu, Minumnya Teh Botol Sosro”

Ö Cetak dalam ukuran 5R

Ö Simpan di CD dalam format jpeg

Ö Kirim ke panitia lomba paling lambat 20 Juni 2010 dan isi formulir pendaftaran

Nantikan pengumumannya di acara Festival Keluarga

Minggu, 27 Juni 2010 mulai pk. 06.00 wita di Lapangan Parkir Timur Renon, Denpasar

Karya finalis akan dipamerkan di stan Teh Botol Sosro

Ketentuan lomba:

* Terbuka untuk umum, WNI

* Karya foto tidak mengandung unsur pornografi, sadisme atau hal lain yang bersifat merendahkan atau melecehkan pihak lain.
* Boleh menggunakan kamera DSLR, kamera saku, atau kamera handphone. Foto berwarna, ukuran 5R.
* Ide dan orisinalitas diutamakan, hasil cetak tidak memengaruhi nilai.
* Olah digital melalui software diperbolehkan sebatas pengaturan kontras, burning, dodging, sharpening, dan cropping. Penambahan elemen dan foto tidak diperbolehkan.
* Peserta mengirim file dalam bentuk CD dengan format jpeg lengkap dengan judul foto, konsep/narasi, lokasi pemotretan.
* Peserta wajib menyertakan data teknis berupa nama, alamat, no. telepon/handphone, email, di balik foto.
* Foto adalah karya milik sendiri dan belum pernah memenangkan lomba serta belum pernah dipublikasikan.
* Biaya pendaftaran Rp 30 ribu. Tiap peserta dapat memasukkan karya maksimal 3 foto. Tiap kelipatannya dikenakan biaya Rp 30 ribu.
* 10 finalis akan mendapatkan uang tunai @ Rp 100 ribu, bingkisan dari Teh Botol Sosro dan bingkisan berupa sepatu dan paket kosmetik dari Koran Tokoh, 12 finalis akan mendapatkan uang tunai @ Rp 100 ribu, bingkisan dari Teh Botol Sosro dan bingkisan berupa sandal dan paket kosmetik dari Koran Tokoh.
* Tiga pemenang utama mendapatkan hadiah berupa uang tunai (Juara I Rp 2.000.000; Juara II Rp Rp 1.500.000; Juara III Rp 1.000.000), bingkisan dari Teh Botol Sosro, bingkisan berupa sepatu dan paket kosmetik dari Koran Tokoh.

Ayo, buruan daftar!

Hubungi kami di:

Sekretariat Koran Tokoh, Gedung Pers K. Nadha (Bali TV), Jalan Kebo Iwa 63A Denpasar, tlp. 0361 – 425 373

Sekretariat Bali Post, Jalan Kepundung 67A Denpasar, tlp. 0361 – 225 764

← Kembali

Terima kasih atas tanggapan Anda. ✨

Rating(wajib)

Artikel Baru Terbit

  • Ketika Angka Kasus HIV Tidak Menceritakan Seluruh Kisah: Menata Ulang Surveilans di Era Penyakit Lanjut
    Panduan konsolidasi WHO 2026 memperbarui definisi kasus HIV dan menambahkan indikator pemantauan penyakit HIV lanjut. Ini penting bagi Indonesia, yang memiliki 564.000 ODHIV, untuk mengevaluasi kesiapan SIHA 2.1 dalam mendukung pencapaian target eliminasi HIV pada tahun 2030, dengan data diharapkan lebih akurat dan terintegrasi.
  • Permenkes Perbekalan Kesehatan 2026: Antara Visi Kemandirian dan Realitas Akses Obat di Lapangan
    Pada 17 April 2026, Menteri Kesehatan mengeluarkan Permenkes Nomor 5 Tahun 2026 yang mengatur perbekalan kesehatan. Regulasi ini mencakup produksi dalam negeri, pengendalian harga, dan transparansi, namun masih menghadapi tantangan implementasi. Kemandirian farmasi masih rendah, dengan ketergantungan pada impor dan ketersediaan obat yang tidak memadai.
  • Permenkes Penanggulangan Penyakit 2026: Satu Payung Hukum, Berlapis Konsekuensi bagi Fasilitas Kesehatan
    Menteri Kesehatan menerbitkan Permenkes Nomor 3 Tahun 2026 untuk konsolidasi pengaturan penanggulangan penyakit di Indonesia. Regulasi ini mencakup penanggulangan penyakit menular, tidak menular, kesehatan lingkungan, dan kesehatan matra, serta menyusun kewajiban baru bagi fasilitas kesehatan. Tantangan implementasi masih ada, terutama terkait ambang batas GGL yang belum ditetapkan.
  • The Dream That Keeps Breathing
    What if the size of a dream was never the point? Through a Javanese kite-maker’s parable and voices from Rumi to Marcus Aurelius, the Gita to the Dhammapada, this essay asks whether dreaming is less a destination than a form of breathing — one we must keep doing, gently, for as long as we wish to call what we’re living a life.
  • PFAS di Meja Makan: Apa yang Diungkap Tinjauan Lanskap WHO tentang “Bahan Kimia Abadi” yang Kita Telan
    WHO merilis tinjauan tentang 18 senyawa PFAS prioritas yang mencemari makanan dan air minum, serta enam kategori efek kesehatan seperti kanker dan gangguan metabolik. Makanan menjadi jalur pajanan utama. Temuan ini menunjukkan perlunya Indonesia memperkuat pemantauan PFAS untuk meningkatkan keamanan pangan dan air minum.

Commenting 101: “Be kind, and respect each other” // Bersikaplah baik, dan saling menghormati (Indonesian) // Soyez gentils et respectez-vous les uns les autres (French) // Sean amables y respétense mutuamente (Spanish) // 待人友善,互相尊重 (Chinese) // كونوا لطفاء واحترموا بعضكم البعض (Arabic) // Будьте добры и уважайте друг друга (Russian) // Seid freundlich und respektiert einander (German) // 親切にし、お互いを尊重し合いましょう (Japanese) // दयालु बनें, और एक दूसरे का सम्मान करें (Hindi) // Siate gentili e rispettatevi a vicenda (Italian)

3 tanggapan

  1. Avatar dewi
    dewi

    Pasti menarik yach. Soalnya aku pencinta Teh Botol Sosro juga

  2. Avatar - H -

    untuk daerah bali aja bli?

    1. Avatar Cahya

      Saya kurang tahu juga Pak Huang, soalnya tidak ada ketentuan wilayah, jadi seharusnya bisa untuk khalayak luas juga. Coba dihubungi panitianya, jika memang tertarik… 😉

Tinggalkan Balasan

Eksplorasi konten lain dari Bhyllabus l'énigme

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca