A Cahya Legawa's Les pèlerins au-dessus des nuages

Kanker adalah pertumbuhan sel secara abnormal di dalam tubuh. Sel-sel tambahan ini tumbuh secara berkelompok dan membentuk massa yang disebut tumor. Pada kanker kandung kemih, pertumbuhan ini terjadi di dalam kandung kemih.

Kandung kemih sendiri merupakan bagian dari saluran kemih yang menyimpan urin sementara waktu hingga nanti siap dikeluarkan (dibuang). Kanker kandung kemih memiliki prognosis yang baik, jika ditemukan secara dini dan diobati dan dirawat dengan baik.

Apa penyebab kanker kandung kemih?

Tidak dapat dipastikan penyebab tunggal munculnya kanker kandung kemih. Namun paparan terhadap bahan kimia tertentu atau merokok dapat meningkatkan risikonya. Dan seperti kanker lainnya, perubahan DNA di dalam sel anda sepertinya memiliki peranannya tersendiri.

Juga ketika lapisan kandung kemih teriritasi dalam jangka waktu lama, maka dapat terjadi perubahan sel yang mengarah pada kanker. Beberapa hal yang menyebabkan hal ini adalah terapi radiasi, terpasang kateter dalam jangka waktu yang lama, atau infeksi parasit yang menyebabkan schistosomiasis.

Apa saja gejalanya?

Darah di dalam urin adalah gejala utamanya. Gejala lain yang muncul bisa berupa sering buang air kecil, atau merasakan nyeri saat buang air kecil.

Namun gejala di atas juga dapat disebabkan oleh kondisi lain, termasuk infeksi saluran kemih. Selalu hubungi dokter anda jika menemukan adanya darah dalam urin anda saat berkemih.

Bagaimana kanker kandung kemih didiagnosis?

Dalam mendiagnosis kanker kandung kemih, dokter anda akan:

  • menanyakan tentang riwayat kesehatan/medis anda & melakukan pemeriksaan fisik, termasuk pemeriksaan per vaginal & per rektal.
  • menguji sampel urin anda untuk melihat adanya darah atau sel-sel abnormal.
  • melakukan sistoskopi, sebuah tes yang membuat dokter dapat melihat kondisi kandung kemih dengan peralatan khusus. sejumlah kecil sampel jaringan (biopsi) juga diambil dan dilihat dengan mikroskop untuk mencari apakah di situ ada sel-sel kanker.

Bagaimana terapinya?

Beberapa terapi pilihan untuk kanker kandung kemih termasuk:

  • Pembedahan untuk menghilangkan kanker. Kadang laser atau metode lainnya dapat digunakan untuk menyingkirkan tumor.
  • Kemoterapi, yang menggunakan obat-obatan untuk menghancurkan sel-sel kanker.
  • Immunoterapi, yang menyebabkan sel-sel sistem pertahanan alami tubuh menyerang sel-sel kanker kandung kemih.
  • Radioterapi, yang menggunakan sinar-X dosis tinggi untuk menghancurkan sel-sel kanker.

Terapi sangat bergantung pada seberapa banyak kanker telah tumbuh. Jika ditemukan secara awal atau pada stadium awal, maka kebanyakan kanker kandung kemih diterapi tanpa perlu membuang kandung kemih itu sendiri.

Kadang dokter mesti membuang kandung kemih untuk kasus-kasus tertentu. Ini berarti bagi beberapa orang mesti menggunakan kantung kemih buatan di luar tubuh untuk menampung kemih menggantikan fungsi kandung kemih asli. Namun untuk kasus-kasus lainnya, dokter dapat membuat kandung kemih baru dengan menggunakan jaringan tubuh lain yang bekerja mirip dengan yang lama.

Kanker kandung kemih dapat kambuh kembali. Tumor yang baru dapat dirawat dengan mudah jika dideteksi secara dini. Jadi sangat penting melakukan pemeriksaan secara berkala pasca pengobatan selesai dilakukan.

Sangat wajar bagi pasien untuk merasa sedih, takut atau marah ketika ia menemukan dirinya menderita kanker kandung kemih. Berbicara dengan sesama pasien yang menderita kanker kandung kemih mungkin dapat membuat pasien merasa lebih baik. Tanyakan pada dokter anda jika di area anda ada kelompok dukungan bagi para penderita kanker kandung kemih.

Apa yang meningkatkan risiko mendapatkan kanker kandung kemih?

Segala sesuatu yang dapat meningkatkan risiko anda mendapatkan suatu penyakit disebut sebagai faktor risiko. Dan faktor risiko utama untuk kanker kandung kemih adalah:

  • Merokok, secara umum perokok lebih mudah mendapatkan kanker kandung kemih dibandingkan yang bukan perokok.
  • Usia di atas 40 tahun, lebih sering pada laki-laki, dan lebih sering pada ras kulit putih (Kaukasian).
  • Terpapar zat-zat kimia yang menyebabkan kanker, seperti yang digunakan pada industri-industri tekstil, karet dan kayu.
  • Diet anda, pada diet yang tinggi daging dan lemak terutama yang digoreng dapat meningkatkan risiko kanker kandung kemih.
  • Parasit, adanya infeksi parasit seperti schistosomiasis dapat meningkatkan risiko untuk kanker kandung kemih.

 

Diadaptasi dari: “Bladder Cancer – Topic Overview” WebMD.

  Copyright secured by Digiprove © 2011 Cahya Legawa

← Kembali

Terima kasih atas tanggapan Anda. ✨

Rating(wajib)

Artikel Baru Terbit

  • Permenkes Perbekalan Kesehatan 2026: Antara Visi Kemandirian dan Realitas Akses Obat di Lapangan
    Pada 17 April 2026, Menteri Kesehatan mengeluarkan Permenkes Nomor 5 Tahun 2026 yang mengatur perbekalan kesehatan. Regulasi ini mencakup produksi dalam negeri, pengendalian harga, dan transparansi, namun masih menghadapi tantangan implementasi. Kemandirian farmasi masih rendah, dengan ketergantungan pada impor dan ketersediaan obat yang tidak memadai.
  • Permenkes Penanggulangan Penyakit 2026: Satu Payung Hukum, Berlapis Konsekuensi bagi Fasilitas Kesehatan
    Menteri Kesehatan menerbitkan Permenkes Nomor 3 Tahun 2026 untuk konsolidasi pengaturan penanggulangan penyakit di Indonesia. Regulasi ini mencakup penanggulangan penyakit menular, tidak menular, kesehatan lingkungan, dan kesehatan matra, serta menyusun kewajiban baru bagi fasilitas kesehatan. Tantangan implementasi masih ada, terutama terkait ambang batas GGL yang belum ditetapkan.
  • The Dream That Keeps Breathing
    What if the size of a dream was never the point? Through a Javanese kite-maker’s parable and voices from Rumi to Marcus Aurelius, the Gita to the Dhammapada, this essay asks whether dreaming is less a destination than a form of breathing — one we must keep doing, gently, for as long as we wish to call what we’re living a life.
  • PFAS di Meja Makan: Apa yang Diungkap Tinjauan Lanskap WHO tentang “Bahan Kimia Abadi” yang Kita Telan
    WHO merilis tinjauan tentang 18 senyawa PFAS prioritas yang mencemari makanan dan air minum, serta enam kategori efek kesehatan seperti kanker dan gangguan metabolik. Makanan menjadi jalur pajanan utama. Temuan ini menunjukkan perlunya Indonesia memperkuat pemantauan PFAS untuk meningkatkan keamanan pangan dan air minum.
  • Nasi di Piring, Racun yang Tak Terlihat: Apa Kata Evaluasi Terbaru WHO/FAO tentang Arsenik dalam Makanan
    Evaluasi terbaru oleh JECFA (2026) menunjukkan risiko arsenik dalam makanan tidak hanya terkait kanker, tetapi juga penyakit jantung pada dosis lebih rendah. Beras menjadi sumber utama paparan, termasuk di Indonesia, di mana data dari Sulawesi Utara menunjukkan melampaui ambang aman. Perlu ada langkah kehati-hatian dan pembaruan regulasi keamanan pangan.

Commenting 101: “Be kind, and respect each other” // Bersikaplah baik, dan saling menghormati (Indonesian) // Soyez gentils et respectez-vous les uns les autres (French) // Sean amables y respétense mutuamente (Spanish) // 待人友善,互相尊重 (Chinese) // كونوا لطفاء واحترموا بعضكم البعض (Arabic) // Будьте добры и уважайте друг друга (Russian) // Seid freundlich und respektiert einander (German) // 親切にし、お互いを尊重し合いましょう (Japanese) // दयालु बनें, और एक दूसरे का सम्मान करें (Hindi) // Siate gentili e rispettatevi a vicenda (Italian)

3 tanggapan

  1. Avatar
    Anonim

    saya sering buang air kecil.. tapi sepertinya karena terlalu sering minum air putih..
    hehe

  2. Avatar Asop

    Kalau suka menahan pipis apa bisa mendorong terjadinya kanker ini juga?

    1. Avatar Cahya

      Mas Asop,
      Menahan pipis tidak berhubungan dengan kanker setahu saya Mas, lagi pula sesering apa sih orang menahan pipis? :).

Tinggalkan Balasan

Eksplorasi konten lain dari Bhyllabus l'énigme

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca