A Cahya Legawa's Les pèlerins au-dessus des nuages

Salah satu berita di televisi yang saya saksikan barusan menayangkan tentang khasiat rebusan daun sirsak yang bisa menyembuhkan (penyakit) kanker dengan cara membunuh sel-sel kanker di dalam tubuh penderita. Katanya sudah ada penelitian tentang hal ini, dan katanya juga lebih kuat dari kemoterapi tertentu.

Saya pun tertarik untuk menelusuri informasi ini. Sayangnya data asli yang katanya bersumber dari penelitian Universitas Purdue (mungkin dari Fakultas Ilmu Farmasi-nya) tidak dapat saya telusuri. Jadi saya harus membanting setir ke sumber-sumber lain yang masih dapat diakses.

Sayangnya kebanyakan informasi yang mendukung penyembuhan kanker ini berasal dari media yang menjajakan paket suplemen makanan yang bersumber dari sirsak (lebih banyak disampaikan dalam nama Graviola atau nama latin Annona muricata), dan beberapa blog yang menyalin tempel begitu saja dari sumber-sumber tersebut.

Lalu saya menggunakan beberapa spesifikasi seperti nama kandungan “Annonaceous acetogenins” yang dinyatakan memiliki sifat antikanker tersebut. Secara garis besar dari beberapa artikel dan jurnal yang saya baca, kandungan dalam (daun?) sirsak tersebut memang memiliki sifat antikanker, sayangnya selalu ada kata “tetapi”.

Sepertinya penelitian awal adalah penelitian in vitro (atau yang ada memang hanya penelitian in vitro), di sinilah graviola atau Annonaceous acetogenins tersebut memperlihatkan sifat antikanker. Tentu saja penelitian ini tidak berarti bahwa jika dikonsumsi manusia akan menunjukkan sifat atau efek serupa.

Jadi efek antikanker yang ada pada graviola ini bukan berdasarkan penelitian pada manusia, namun pada penelitian in vitro, dan promosi produk graviola yang banyak tersebut (yang banyak ada di pelbagai website) hanya berdasarkan penelitian ini. Sebagaimana yang disebutkan dalam “Complementary therapies, herbs, and other OTC agents” (Oncology (Williston Park). 2008 Sep;22(10):1202):

Graviola demonstrated anticancer effects in vitro, but has not been studied in humans. Despite the lack of human data, many websites promote graviola to cancer patients based on traditional use and on the in vitro studies. Caution is required as there is no evidence of safety or efficacy.

Jika Anda mengonsumsi suplemen dari graviola, maka Anda perlu tahu bahwa graviola tidak terbukti secara medis memiliki sifat antikanker untuk pengobatan kanker pada manusia. Selain itu memiliki potensi efek samping, konsumsi annonacin dalam kosentrasi tinggi dihubungkan dengan timbulnya sebentuk penyakit Parkinson, meskipun hal ini masih perlu diteliti lebih lanjut (diungkap dalam “MALDI-TOF MS profiling of annonaceous acetogenins in Annona muricata products for human consumption” – Molecules. 2009 Dec 15;14(12):5235-46):

Annonaceous acetogenins are proposed as environmental neurotoxicants consumed through medicinal and alimentary habits and responsible for atypical parkinsonian syndromes observed in tropical areas. Potential sources of exposure still have to be determined, as, to date, only a few batches of products for human consumption were searched for these compounds. To assess the presence of acetogenins, we propose a fast, sensitive and accurate method of screening, using MALDI-TOF MS, with minimal sample preparation. Development of the technique is discussed. Its application to leaves of herbal tea, pulp and bottled nectar of Annona muricata is presented.

Jadi simpulan sementara saya setelah melakukan penelusuran singkat, jika infusan (rebusan) daun sirsak (graviola) mengandung annoaceous acetogenins, maka ia memiliki sifat antikanker secara empiris (tradisional) dan penelitian in vitro. Namun apakah bisa menyembuhkan kanker? Hal ini belum dapat dibuktikan secara medis.

Mungkin jika ke depannya ada yang meneliti hingga penelitian in vivo pada manusia, sebagaimana yang terjadi pada Vincristine – obat kemoterapi yang bersumber dari alkaloid Catharanthus roseus, mungkin juga graviola bisa benar-benar dibuktikan memiliki efek melawan kanker secara medis pada manusia.

  Copyright secured by Digiprove © 2011 Cahya Legawa

Artikel Baru Terbit

  • Cyclospora: Parasit Mikroskopis yang Mengintai di Balik Sayuran dan Buah Segar
    Wabah cyclosporiasis melanda ratusan warga Amerika Serikat pada musim panas 2026, disebabkan parasit mikroskopis Cyclospora cayetanensis yang mencemari sayur dan buah segar. Artikel ini mengulas biologi parasit, gejala diare “meledak-ledak”, tantangan diagnosis laboratorium, terapi TMP-SMX, hingga relevansinya bagi keamanan pangan dan kewaspadaan klinis di Indonesia.
  • Ngopi Pagi di Sragen, Otot Lebih Padat: Apa Kata Riset Terbaru soal Kopi dan Komposisi Tubuh?
    Studi kohort Finlandia menemukan bahwa peminum kopi rutin memiliki lemak viseral lebih rendah dan massa otot lebih tinggi meskipun indeks massa tubuh serupa dibanding peminum kopi jarang. Pada pria, konsumsi kopi juga terkait dengan profil testosteron dan SHBG yang lebih baik, namun studi ini bersifat observasional dan tidak membuktikan hubungan sebab-akibat.
  • Faktor Kesuburan Pria: Sisi yang Sering Terlewat dalam Pencarian Momongan
    Faktor pria berkontribusi pada sekitar separuh kasus infertilitas pasangan, namun sering luput dari pemeriksaan awal. Artikel ini mengulas standar analisis sperma terbaru WHO edisi keenam serta bukti terkini mengenai pengaruh rokok, alkohol, berat badan, paparan panas, dan konsumsi gula terhadap kualitas dan integritas DNA sperma.
  • Ketika Muntah Datang Seperti Badai yang Terjadwal: Mengenal Cyclic Vomiting Syndrome
    Muntah hebat yang datang berulang lalu hilang seolah tak pernah terjadi—inilah wajah cyclic vomiting syndrome, gangguan interaksi otak-usus yang sering disalahpahami sebagai gastroenteritis biasa. Artikel ini mengulas patofisiologi, kriteria diagnosis Rome IV, pembaruan pedoman NASPGHAN 2025, serta tata laksana berbasis bukti terkini bagi klinisi di layanan primer maupun rujukan.
  • Demo Besar 27 Agustus 2026: Apa yang Perlu Dicermati Pelaku Bursa Saham dalam Jangka Pendek
    Besok, 27 Agustus 2026, Jakarta akan menggadakan unjuk rasa besar oleh berbagai aliansi. Tuntutan termasuk pengesahan RUU Perampasan Aset dan hukuman mati bagi koruptor. Polda Metro Jaya telah menyiapkan pengamanan. Aksi ini dapat mempengaruhi IHSG dan rupiah, dengan proyeksi pergerakan cenderung sideways dalam beberapa hari ke depan.

Commenting 101: “Be kind, and respect each other” // Bersikaplah baik, dan saling menghormati (Indonesian) // Soyez gentils et respectez-vous les uns les autres (French) // Sean amables y respétense mutuamente (Spanish) // 待人友善,互相尊重 (Chinese) // كونوا لطفاء واحترموا بعضكم البعض (Arabic) // Будьте добры и уважайте друг друга (Russian) // Seid freundlich und respektiert einander (German) // 親切にし、お互いを尊重し合いましょう (Japanese) // दयालु बनें, और एक दूसरे का सम्मान करें (Hindi) // Siate gentili e rispettatevi a vicenda (Italian)

39 tanggapan

  1. Avatar Verdi Laurent
    Verdi Laurent

    Penelitian memang baru sebatas in vitro, dan efek konsumsi sirsak baru sebatas kemungkinan. Jika melihat review di amazon tentang produk berlabel graviola, banyak konsumen yg merasa terbantu.

Tinggalkan Balasan

Eksplorasi konten lain dari Bhyllabus l'énigme

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca