Les pèlerins au-dessus des nuages

Ringkasan: Rebusan daun sirsak kerap dikabarkan menyembuhkan kanker. Penelusuran bukti menunjukkan efek antikanker baru terlihat pada sel dan hewan percobaan, belum ada uji klinik terkontrol pada pasien, dan senyawa asetogenin berpotensi neurotoksik. Artikel ini menimbang bukti, aturan BPOM, serta langkah aman bagi pasien kanker.

Ilustrasi daun dan buah sirsak di antara cawan petri dan mikroskop di satu sisi serta stetoskop dan papan catatan klinis di sisi lain
Ilustrasi (dibuat dengan AI): jarak antara cawan petri dan ruang praktik.

Bu Rina (nama samaran), 49 tahun, guru di Pontianak, baru didiagnosis kanker payudara. Seorang kerabat membawakan sekantong daun sirsak dan berkata, “Katanya lebih kuat daripada kemoterapi.” Bu Rina ingin menunda jadwal terapinya dan lebih dulu meminum rebusan daun itu tiga kali sehari. Ia datang ke poliklinik bukan untuk berdebat, melainkan karena ragu: apakah kabar itu benar?

Pertanyaan itu sudah lama beredar. Pada Februari 2011, saya menonton berita televisi yang menyebut rebusan daun sirsak dapat menyembuhkan kanker dengan membunuh sel kanker, bahkan “lebih kuat” daripada kemoterapi tertentu, dengan merujuk penelitian sebuah universitas di Amerika Serikat. Waktu itu saya tidak berhasil menelusuri data aslinya, dan sampai kini saya belum memverifikasi klaim sumber tersebut. Saya menelusuri literatur yang bisa diakses, dan tulisan ini adalah versi yang diperbarui lima belas tahun kemudian.

Apa yang saya temukan pada 2011, dan apa yang berubah

Kesimpulan sementara saya dulu: sirsak (Annona muricata, juga dikenal sebagai graviola) mengandung senyawa annonaceous acetogenins yang menunjukkan sifat antikanker di laboratorium, tetapi bukti pada manusia tidak ada, sementara promosinya dipenuhi situs penjual suplemen. Lima belas tahun kemudian, gambaran besarnya hampir sama. Sebuah laman rujukan About Herbs dari Memorial Sloan Kettering Cancer Center, yang diperbarui April 2026, menyatakan bahwa graviola dipromosikan sebagai terapi alternatif kanker tetapi belum ada bukti bahwa terapi itu bermanfaat bagi pasien kanker (Memorial Sloan Kettering Cancer Center, 2026). Yang bertambah adalah volume penelitian laboratorium, bukan bukti klinik.

Apa yang sudah dan belum ada

Studi laboratorium menguji ekstrak daun, buah, dan biji sirsak pada berbagai garis sel kanker, antara lain payudara, paru, kolon, prostat, pankreas, hati, dan kulit; studi pada manusia tidak ada (Memorial Sloan Kettering Cancer Center, 2026). Tinjauan 2018 di Frontiers in Pharmacology menyimpulkan bahwa daun sirsak sudah banyak diteliti untuk efek antiradang dan antikanker, tetapi sebagian besar penelitian memakai ekstrak kasar, bukan senyawa aktif yang sudah dipisahkan, dan toksisitasnya terkait asetogenin dan alkaloid yang bersifat neurotoksik (Abdul Wahab et al., 2018, DOI, berdasarkan artikel di PubMed). Sementara itu, ulasan The Cancer Journal tentang suplemen yang paling banyak dicari pasien onkologi menyimpulkan bahwa bukti untuk sebagian besar suplemen itu, termasuk graviola yang masuk sepuluh teratas pada 2018, bertumpu pada temuan praklinik dengan sedikit uji pada pasien kanker (Hou et al., 2019, DOI).

Tingkat buktiUntuk daun sirsak dan kankerCatatan
Uji sel di laboratoriumAda, banyakAktivitas terhadap berbagai garis sel kanker; belum tentu terjadi di tubuh manusia
Hewan percobaanAda, terbatasSebuah asetogenin menekan tumor pada model mencit kanker hati, tetapi pemberian berulang menimbulkan toksisitas hati dan ginjal (The ASCO Post, 2019)
Uji klinik terkontrol pada pasien kankerBelum ditemukanKeamanan dan khasiat pada pasien kanker belum dievaluasi (The ASCO Post, 2019; Memorial Sloan Kettering Cancer Center, 2026)
Menjadi bagian terapi standar kankerBelum termasukSaya tidak menemukan pedoman terapi yang menempatkannya sebagai pengganti terapi standar; ini dari penelusuran terbatas, bukan telaah pedoman yang sistematis
Tabel 1. Posisi bukti untuk daun sirsak sebagai terapi kanker.
Dari cawan petri ke terapi standar: posisi daun sirsakDari cawan petri ke terapi standarUJI SEL(cawan petri)HEWANPERCOBAANUJI KLINIKPADA PASIENTERAPISTANDARAda, banyakAda, terbatasBelum ditemukanBelum termasukStatus daun sirsak pada setiap tahap (disusun dari sumber pada Tabel 1).
Gambar 1. Daun sirsak baru melewati tahap awal pembuktian.

Mengapa “mematikan sel kanker di cawan” belum berarti “menyembuhkan”

Di cawan petri, sebuah senyawa dapat langsung menyentuh sel dalam konsentrasi yang kita tentukan. Di dalam tubuh, senyawa harus diserap, dimetabolisme, mencapai tumor dalam kadar cukup, dan tidak merusak jaringan sehat. Banyak senyawa yang “ampuh” di cawan gugur pada tahap hewan atau manusia. Saya dulu menunjuk vinkristin, obat kemoterapi dari alkaloid tapak dara (Catharanthus roseus), sebagai contoh jalan panjang yang berhasil sampai uji pada manusia. Itu tetap relevan: sebuah bahan alam bisa menjadi obat, tetapi hanya setelah melewati pembuktian itu.

Satu hal yang membuat sirsak tidak sesederhana “alami berarti aman”: senyawa utamanya, asetogenin, bekerja dengan menghambat kompleks I mitokondria, mesin penghasil energi sel. Mekanisme itu menarik untuk sel kanker, tetapi juga mengenai sel saraf.

Risiko yang jarang disebut dalam iklan

Di Guadeloupe, data epidemiologi mengaitkan parkinsonisme atipikal dengan konsumsi buah dan teh herbal dari tumbuhan suku Annonaceae, terutama Annona muricata. Berdasarkan artikel di PubMed, Champy dan kawan-kawan (2004, DOI) memberikan annonacin, asetogenin utama sirsak, kepada tikus secara intravena selama 28 hari dan menemukan hilangnya neuron dopaminergik di substantia nigra sekitar 31,7% serta kerusakan pada ganglia basalis. Studi sel oleh Lannuzel dan kawan-kawan (2003, DOI) menunjukkan annonacin membunuh neuron dopaminergik dengan potensi setara rotenon. Perlu dicatat bahwa ini studi hewan dan sel dengan dosis yang belum tentu sebanding dengan minum rebusan. Tinjauan sistematik tentang ekstrak daun sirsak menyimpulkan profil keamanan dan toleransinya secara keseluruhan cukup baik, tetapi menekankan bahwa dosis dan lama pemberian pada studi hewan yang menunjukkan toksisitas tidak dapat langsung diterjemahkan ke manusia, dan studi pada pasien kanker masih diperlukan (Chan et al., 2020, DOI). Pendek kata: ancamannya belum terbukti pada manusia, tetapi juga belum terbantahkan.

Ada pula pertimbangan praktis yang relevan bagi pasien. Pada hewan, graviola menurunkan gula darah dan tekanan darah, sehingga dapat menambah efek obat antidiabetes dan antihipertensi, dan relevansi klinisnya belum diketahui. Laman pasien MSK juga menyarankan menghindari graviola bila akan menjalani pemeriksaan pencitraan seperti PET karena dapat memengaruhi hasil (Memorial Sloan Kettering Cancer Center, 2026). Karena itu, pasien yang meminumnya harus memberi tahu onkolognya.

Bagaimana BPOM memposisikan daun sirsak

Di Indonesia, posisinya jauh lebih sederhana daripada gaung media. Daftar jamu komposisi tertentu tunggal dalam Lampiran II Peraturan BPOM Nomor 25 Tahun 2023 memuat daun sirsak (Annona muricata folium) dengan klaim “membantu memelihara kondisi kesehatan pada penderita kanker”, bukan “menyembuhkan” (BPOM, 2023). Peraturan BPOM Nomor 10 Tahun 2024 mewajibkan produk berklaim kanker memuat peringatan agar penggunaannya dikonsultasikan dengan dokter dan hanya sebagai pendamping obat pada terapi kanker (BPOM, 2024, Lampiran II). Dengan kata lain, regulator mengakui penggunaan empirisnya sebagai pendamping, bukan sebagai terapi kanker. Kata kerja pada label adalah petunjuk paling jujur bagi pembaca.

Untuk pasien kanker dan keluarganya

Bahayanya bukan semata pada daunnya, tetapi pada apa yang ditunda. Sebuah studi kohort observasional di Journal of the National Cancer Institute terhadap 281 pasien kanker payudara, prostat, paru, atau kolorektal nonmetastatik yang memilih pengobatan alternatif saja menemukan risiko kematian sekitar 2,5 kali lipat dibandingkan pasien yang menjalani terapi konvensional setelah dicocokkan (Johnson et al., 2018, DOI). Studi observasional tidak membuktikan sebab-akibat sepenuhnya, tetapi arahnya cukup jelas.

  • Jangan menunda atau mengganti terapi yang direncanakan dokter dengan rebusan atau suplemen.
  • Bila tetap ingin memakai produk sirsak, beri tahu onkolog dan apoteker: jenis produk, takaran, dan lama pemakaian (lihat Pahami Pengobatan Herbal Anda).
  • Pilih produk yang memuat logo golongan dan nomor izin edar POM, dan periksa melalui BPOM Mobile (lihat Obat, Jamu, atau Bahan Pangan?).
  • Waspadai klaim “menyembuhkan kanker”, testimoni tunggal, dan paket yang dijual dengan tekanan.
  • Bila gejala baru muncul seperti gangguan gerak, tremor, atau pusing berat, hentikan produk dan segera konsultasikan.

Penutup (opini penulis)

Pada 2011 saya berharap suatu hari ada yang meneliti sirsak sampai uji pada manusia, seperti nasib vinkristin. Harapan itu masih saya pegang: bahan alam layak diteliti secara serius, dan keraguan terhadap klaim tidak sama dengan penolakan terhadap tradisi. Tetapi sampai ada uji klinik yang menjawabnya, jawaban jujur untuk judul tulisan ini tetap: belum terbukti. Bu Rina, pada akhirnya, tidak perlu memilih antara kerabat yang menyayanginya dan dokter yang merawatnya. Ia hanya perlu memastikan bahwa jadwal terapinya tidak bergeser. Bagian ini pendapat pribadi.

Catatan Transparansi

  • Ini penulisan ulang artikel 24 Februari 2011. Klaim siaran televisi dan penelitian universitas yang disebut waktu itu tidak dapat saya verifikasi, dan tidak saya verifikasi ulang sekarang. Dua rujukan 2008–2009 pada versi lama tidak saya pakai ulang.
  • Bu Rina adalah tokoh ilustrasi, bukan pasien nyata.
  • Pernyataan “belum ada uji klinik terkontrol” bersumber dari laman MSK (diperbarui 14 April 2026) dan ASCO Post 2019; saya tidak melakukan penelusuran sistematis terhadap seluruh registri uji klinik, sehingga uji yang baru atau belum terindeks mungkin terlewat.
  • Data neurotoksisitas berasal dari studi sel dan tikus serta data epidemiologi Guadeloupe; relevansinya pada dosis dan pola konsumsi di Indonesia belum diketahui. Tinjauan Chan dan kawan-kawan menilai profil keamanan ekstrak daun secara umum cukup baik.
  • Studi Johnson dan kawan-kawan adalah observasional dan menyangkut pengobatan alternatif secara umum, bukan khusus sirsak, di Amerika Serikat.
  • Klaim dan peringatan BPOM dibaca dari naskah resmi Peraturan BPOM 25/2023 dan 10/2024.
  • Gambar unggulan dibuat dengan AI sebagai ilustrasi, bukan foto.

Referensi

Abdul Wahab, S. M., Jantan, I., Haque, M. A., & Arshad, L. (2018). Exploring the leaves of Annona muricata L. as a source of potential anti-inflammatory and anticancer agents. Frontiers in Pharmacology, 9, Article 661. https://doi.org/10.3389/fphar.2018.00661

Badan Pengawas Obat dan Makanan. (2023). Peraturan Badan Pengawas Obat dan Makanan Nomor 25 Tahun 2023 tentang Kriteria dan Tata Laksana Registrasi Obat Bahan Alam (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2023 Nomor 785). https://peraturan.go.id/files/peraturan-bpom-no-25-tahun-2023.pdf

Badan Pengawas Obat dan Makanan. (2024). Peraturan Badan Pengawas Obat dan Makanan Nomor 10 Tahun 2024 tentang Penandaan Obat Bahan Alam, Obat Kuasi, dan Suplemen Kesehatan. https://peraturan.bpk.go.id/Download/353660/Peraturan_BPOM_No._10_2024.pdf

Champy, P., Höglinger, G. U., Féger, J., Gleye, C., Hocquemiller, R., Laurens, A., Guérineau, V., Laprévote, O., Medja, F., Lombès, A., Michel, P. P., Lannuzel, A., Hirsch, E. C., & Ruberg, M. (2004). Annonacin, a lipophilic inhibitor of mitochondrial complex I, induces nigral and striatal neurodegeneration in rats: Possible relevance for atypical parkinsonism in Guadeloupe. Journal of Neurochemistry, 88(1), 63–69. https://doi.org/10.1046/j.1471-4159.2003.02138.x

Chan, W. J. J., McLachlan, A. J., Hanrahan, J. R., & Harnett, J. E. (2020). The safety and tolerability of Annona muricata leaf extract: A systematic review. Journal of Pharmacy and Pharmacology, 72(1), 1–16. https://doi.org/10.1111/jphp.13182

Hou, Y. N., Deng, G., & Mao, J. J. (2019). Practical application of “About Herbs” website: Herbs and dietary supplement use in oncology settings. The Cancer Journal, 25(5), 357–366. https://doi.org/10.1097/PPO.0000000000000403

Johnson, S. B., Park, H. S., Gross, C. P., & Yu, J. B. (2018). Use of alternative medicine for cancer and its impact on survival. Journal of the National Cancer Institute, 110(1). https://doi.org/10.1093/jnci/djx145

Lannuzel, A., Michel, P. P., Höglinger, G. U., Champy, P., Jousset, A., Medja, F., Lombès, A., Darios, F., Gleye, C., Laurens, A., Hocquemiller, R., Hirsch, E. C., & Ruberg, M. (2003). The mitochondrial complex I inhibitor annonacin is toxic to mesencephalic dopaminergic neurons by impairment of energy metabolism. Neuroscience, 121(2), 287–296. https://doi.org/10.1016/s0306-4522(03)00441-x

Memorial Sloan Kettering Cancer Center. (2026, 14 April). Graviola. About Herbs. https://www.mskcc.org/cancer-care/integrative-medicine/herbs/graviola

The ASCO Post. (2019, 10 Oktober). Graviola. https://ascopost.com/issues/october-10-2019/graviola/

Tulisan ini pertama terbit pada 24 Februari 2011 dan diperbarui pada 8 Oktober 2026. Isinya bersifat edukasi dan tidak menggantikan konsultasi dengan dokter, terutama onkolog yang merawat Anda.

Artikel Baru Terbit

  • Asfiksia Neonatorum: Ketika Bayi Tidak Segera Menangis dan Menit Pertama Menentukan
    Asfiksia neonatorum terjadi ketika bayi gagal bernapas spontan sesudah lahir. Artikel ini menjelaskan penyebab, cara mengenali, langkah resusitasi di menit pertama menurut pedoman 2025, hipotermia terapeutik pada ensefalopati hipoksik-iskemik, dan prognosis jangka panjangnya.
  • Peran Sentral Direktur dan Komite Mutu: Mengawal Komitmen PMKP Menjelang Survei STARKES
    Artikel ini membahas fenomena “post-accreditation slump” dalam akreditasi rumah sakit, di mana performa mutu meningkat menjelang survei namun menurun setelahnya. Peran Direktur dan Komite Mutu sangat penting untuk memastikan pemantauan mutu berlangsung sepanjang tahun, bukan hanya saat mendekati survei, guna mencegah kemerosotan performa jangka panjang.
  • The River That Never Forgot Her Name
    Cerita tentang Sarasvati menggambarkan perjalanan pengetahuan dan kebijaksanaan dari zaman ke zaman. Ia hadir sebagai simbol aliran pengetahuan yang menghubungkan berbagai kebudayaan, dari India hingga Eropa dan Asia Tenggara. Melalui tokoh-tokoh seperti Socrates dan Rumi, dia mengajarkan bahwa pencarian pemahaman adalah perjalanan diri yang esensial.
  • Ketika Bunga Memudar dan Hujan Tak Kunjung Reda: Waka Ono no Komachi
    Satu waka lima baris dari penyair istana Heian, Ono no Komachi, tentang bunga yang memudar, hujan panjang, dan usia yang diam-diam berlalu, dengan satu permainan kata yang nyaris mustahil diterjemahkan.
  • Nyanyian Ombak untuk Ibu · Bab 8: Nyanyian di Gereja
    Minggu pagi Oma berjalan ke gereja dengan sandal yang tidak sama warnanya. Di tengah doa, ia berdiri, dan gereja mendengar suara yang sudah dua puluh satu tahun hilang.

Commenting 101: “Be kind, and respect each other” // Bersikaplah baik, dan saling menghormati (Indonesian) // Soyez gentils et respectez-vous les uns les autres (French) // Sean amables y respétense mutuamente (Spanish) // 待人友善,互相尊重 (Chinese) // كونوا لطفاء واحترموا بعضكم البعض (Arabic) // Будьте добры и уважайте друг друга (Russian) // Seid freundlich und respektiert einander (German) // 親切にし、お互いを尊重し合いましょう (Japanese) // दयालु बनें, और एक दूसरे का सम्मान करें (Hindi) // Siate gentili e rispettatevi a vicenda (Italian)

39 tanggapan

  1. Avatar teza
    teza

    di keluarga saya ada yang kena hepatitis c,cocok ga ya kalo minum air rebusan daun sirsak?

  2. Avatar Djuan
    Djuan

    Buat Pak Aryono,
    Bagaimana hasil dari terapi herbalnya Pak, mohon share pengalamannya, mudah2an bapak tambah sehat.
    Ibu saya di diagnosa menderita tumor ganas di usus sebelum masuk kelambung, sebelumnya dari hasil endoscopy terdapat banyak sekali polip, dari hasil biopsi pertama tidak nampak keganasan, dokter menyarankan untuk di buang polip2 tersebut secara bertahap, minggu kemarin dilakukan tindakan polipektomi, ternyata dokter melihat adanya keganasan dari polip tersebut, disarankan untuk diangkat berikut lambungnya, tidak bisa saya bayangkan bagaimana nanti jika tidak ada lambung.
    Saya sudah mulai mencoba rebusan daun sirsak untuk ibu saya, sambil mencari2 testomoni dari orang2 yg sudah menggunakannya. mudah2an bapak bisa berbagi pengalaman untuk kami. terima kasih sebelumnya.

  3. Avatar sasya
    sasya

    maaf, saya menderita hepatitis b / cronic, dan mioma uteri berdiameter 6 x 4 cm, sudah 2 bln ni saya minum rebusan daun sirsak n gak da efek ssamping apa2, sy juga mengkonsumsi curcuma, dan hp pro utk hepatitis/liver saya dan terpai hormon utk mioma saya, n alhamdulillah saya sehat n baek2 saja, nafsu makan n daya tahan tubuh bagus, sy bisa bekerja tiap hari tanpa banyak gangguan, n menurut sy yg trpenting adl sugesti n keyakinan kita trhdp tuhan, klo kata guru spiritual sy, percuma km beli obat ratusan juta tp km g yakin akan kesembuhanya, tp dgn segelas air putih pun klo yakin akan ksembuhan itu, insyaallah sembuh. Salam

  4. Avatar lilik k
    lilik k

    apa sih efek samping minum air daun sirsak? karena setiap hari saya menkomsumsi air godokn daun sirsak

    1. Avatar Cahya

      Lilik, selain dari tulisan di atas dan beberapa diskusi yang sudah ada, sayangnya saya tidak bisa memberikan detil lebih tentang pertanyaan tersebut.

  5. Avatar Sandjaja Kosasih

    Akhirnya menemukan tulisan yang berbeda. Saya sedang mempersiapkan tulisan sejenis berdasarkan pengalaman saya meminum air rebusan daun sirsak.

    Saya terkena kanker nasofaring (detil cerita ada di blog saya sanko.blogspot.com), tahun lalu sambil kemoterapi minum air rebusan daun sirsak, namun paska kemo selama 2 bulan saya tidak minum dan cek up masih bersih. Kemudian selama sekitar 12 bulan saya rutin minum air rebusan daun sirsak, bahkan pada 6 bulan terakhir mengikuti saran dari majalah Trubus utk urutan daunnya. Dan memang hasilnya jadi lebih stabil dan lebih enak dirasa (tidak terlalu muda hasil rebusannya, cenderung coklat tua). Tapi Agustus 2011 lalu saya dicek biopsi kemudian MRI, positif kanker nasofaring saya timbul lagi. Bulan lalu saya kemoterapi lagi dan sejak seminggu sebelumnya saya sudah stop minum air rebusan daun sirsak lagi sampai sekarang. Saya sekarang lagi mencoba propolis, selain rutin minum madu dan squalene yg saya konsumsi sejak tahun lalu.

    Silakan berbagi di blog saya jika berkenan.

  6. Avatar ayu
    ayu

    Pa aryono boleh bagi no hpnya. Bapa saya PSA nya 300 an. Ini msh menunggu hasil dari lab yg alatnya dimasukkan lewat bagian belakang. Tadi sdh coba 1x minum rebusan daun sirsak tp krn bapa saya maag juga jd beliau perih skali d lambungnya. Jd ni stop dulu minum rebusan daun sirsaknya. Hp saya 081349629176. Mdh2an bisa sedikit sharing via sms kalau bapa tdk keberatan. Trm ksh

  7. Avatar aryono
    aryono

    Novee
    Sy minum yg kapsul krn agak repot menanam pohonnya walaupun sy dapabibitnya.Keadaan sy baik dan mudah2an bulan ini terapi medis distop.saya akan mengandalkan terapi herbal (daun sirsak dan keladi tikus) untuk mempertahanlkan tingkat psa yg merupakan prostat tumor marker.Informasinya akan sy sampaikan nanti agar bisa jadi referensi bagi yg lain.salam

  8. Avatar novee
    novee

    Buat pak aryono,
    Sy mau tanya… Keladi tikusnya msh dlm bntk daun/asli atau udah bntk pil?
    Dan gmn perkembangannya hingga saat ini pak?
    Thanks..

  9. Avatar herly
    herly

    apakah ada efek negatifnya jika orang sehat minum rebusan daun sirsat setiap hari 1(satu) gelas? mohon penjelasan

  10. Avatar Ziedin
    Ziedin

    Yg saya tau, bkankah Pengobatan dg herbal sudah di praktekkan sejak awal manusia mnempati bumi ini?, Sy jg sring bc artikel2 di media, byk yg mngtkan kl daun dn buah sirsak bs membnuh sel kanker pd tbuh, tp rupgnyg sy jg kslitan melhat dn mengungkp fkt trsbut, tp marilh qt kritisi dn analisis,dri mna smber sumber brita itu? Apa sbnrny motif dr para penulis,pembuat brita,pembuat prnyataan. Anggplah tujuan qt hnya ingn mnjadi manusia yg sehat fisik dn psycologis spy mnjd mnusia yg brkualitas.

    Mari qt lhat dinamika khidupan, tntuny kita tau? Byk skali rumah sakit,dokter,alat2 medis,ruang lab,perusha'an obt dsb, nah? Disinilah saya pnuh keragu2an. ,.bla sbwh prusha'an obt hendak mmbuat suatu pnltian yg kmudian menghasilkan obat; bukankah tdk menutup kemungkinan dana yg besar akan di keluarkan untuk proyek tsbt?, sdangkan hsl dr pnlitian trsbt apkh akn di publikasikan? It yg menjdi prmslhannya,kadang kita hrs kita di posisikan menjadi paranoid, jadi ksimpulan saya, meski saya blm tau hsil riset penlitian pd herbal; saya sudah percaya kalau herbal itu mmang brkasiat "brdsrkan sejrah nnek moyang" ,skr smw org di sibukkan untk menelitinya,

Tinggalkan Balasan