Les pèlerins au-dessus des nuages

Ringkasan: Rebusan daun sirsak kerap dikabarkan menyembuhkan kanker. Penelusuran bukti menunjukkan efek antikanker baru terlihat pada sel dan hewan percobaan, belum ada uji klinik terkontrol pada pasien, dan senyawa asetogenin berpotensi neurotoksik. Artikel ini menimbang bukti, aturan BPOM, serta langkah aman bagi pasien kanker.

Ilustrasi daun dan buah sirsak di antara cawan petri dan mikroskop di satu sisi serta stetoskop dan papan catatan klinis di sisi lain
Ilustrasi (dibuat dengan AI): jarak antara cawan petri dan ruang praktik.

Bu Rina (nama samaran), 49 tahun, guru di Pontianak, baru didiagnosis kanker payudara. Seorang kerabat membawakan sekantong daun sirsak dan berkata, “Katanya lebih kuat daripada kemoterapi.” Bu Rina ingin menunda jadwal terapinya dan lebih dulu meminum rebusan daun itu tiga kali sehari. Ia datang ke poliklinik bukan untuk berdebat, melainkan karena ragu: apakah kabar itu benar?

Pertanyaan itu sudah lama beredar. Pada Februari 2011, saya menonton berita televisi yang menyebut rebusan daun sirsak dapat menyembuhkan kanker dengan membunuh sel kanker, bahkan “lebih kuat” daripada kemoterapi tertentu, dengan merujuk penelitian sebuah universitas di Amerika Serikat. Waktu itu saya tidak berhasil menelusuri data aslinya, dan sampai kini saya belum memverifikasi klaim sumber tersebut. Saya menelusuri literatur yang bisa diakses, dan tulisan ini adalah versi yang diperbarui lima belas tahun kemudian.

Apa yang saya temukan pada 2011, dan apa yang berubah

Kesimpulan sementara saya dulu: sirsak (Annona muricata, juga dikenal sebagai graviola) mengandung senyawa annonaceous acetogenins yang menunjukkan sifat antikanker di laboratorium, tetapi bukti pada manusia tidak ada, sementara promosinya dipenuhi situs penjual suplemen. Lima belas tahun kemudian, gambaran besarnya hampir sama. Sebuah laman rujukan About Herbs dari Memorial Sloan Kettering Cancer Center, yang diperbarui April 2026, menyatakan bahwa graviola dipromosikan sebagai terapi alternatif kanker tetapi belum ada bukti bahwa terapi itu bermanfaat bagi pasien kanker (Memorial Sloan Kettering Cancer Center, 2026). Yang bertambah adalah volume penelitian laboratorium, bukan bukti klinik.

Apa yang sudah dan belum ada

Studi laboratorium menguji ekstrak daun, buah, dan biji sirsak pada berbagai garis sel kanker, antara lain payudara, paru, kolon, prostat, pankreas, hati, dan kulit; studi pada manusia tidak ada (Memorial Sloan Kettering Cancer Center, 2026). Tinjauan 2018 di Frontiers in Pharmacology menyimpulkan bahwa daun sirsak sudah banyak diteliti untuk efek antiradang dan antikanker, tetapi sebagian besar penelitian memakai ekstrak kasar, bukan senyawa aktif yang sudah dipisahkan, dan toksisitasnya terkait asetogenin dan alkaloid yang bersifat neurotoksik (Abdul Wahab et al., 2018, DOI, berdasarkan artikel di PubMed). Sementara itu, ulasan The Cancer Journal tentang suplemen yang paling banyak dicari pasien onkologi menyimpulkan bahwa bukti untuk sebagian besar suplemen itu, termasuk graviola yang masuk sepuluh teratas pada 2018, bertumpu pada temuan praklinik dengan sedikit uji pada pasien kanker (Hou et al., 2019, DOI).

Tingkat buktiUntuk daun sirsak dan kankerCatatan
Uji sel di laboratoriumAda, banyakAktivitas terhadap berbagai garis sel kanker; belum tentu terjadi di tubuh manusia
Hewan percobaanAda, terbatasSebuah asetogenin menekan tumor pada model mencit kanker hati, tetapi pemberian berulang menimbulkan toksisitas hati dan ginjal (The ASCO Post, 2019)
Uji klinik terkontrol pada pasien kankerBelum ditemukanKeamanan dan khasiat pada pasien kanker belum dievaluasi (The ASCO Post, 2019; Memorial Sloan Kettering Cancer Center, 2026)
Menjadi bagian terapi standar kankerBelum termasukSaya tidak menemukan pedoman terapi yang menempatkannya sebagai pengganti terapi standar; ini dari penelusuran terbatas, bukan telaah pedoman yang sistematis
Tabel 1. Posisi bukti untuk daun sirsak sebagai terapi kanker.
Dari cawan petri ke terapi standar: posisi daun sirsakDari cawan petri ke terapi standarUJI SEL(cawan petri)HEWANPERCOBAANUJI KLINIKPADA PASIENTERAPISTANDARAda, banyakAda, terbatasBelum ditemukanBelum termasukStatus daun sirsak pada setiap tahap (disusun dari sumber pada Tabel 1).
Gambar 1. Daun sirsak baru melewati tahap awal pembuktian.

Mengapa “mematikan sel kanker di cawan” belum berarti “menyembuhkan”

Di cawan petri, sebuah senyawa dapat langsung menyentuh sel dalam konsentrasi yang kita tentukan. Di dalam tubuh, senyawa harus diserap, dimetabolisme, mencapai tumor dalam kadar cukup, dan tidak merusak jaringan sehat. Banyak senyawa yang “ampuh” di cawan gugur pada tahap hewan atau manusia. Saya dulu menunjuk vinkristin, obat kemoterapi dari alkaloid tapak dara (Catharanthus roseus), sebagai contoh jalan panjang yang berhasil sampai uji pada manusia. Itu tetap relevan: sebuah bahan alam bisa menjadi obat, tetapi hanya setelah melewati pembuktian itu.

Satu hal yang membuat sirsak tidak sesederhana “alami berarti aman”: senyawa utamanya, asetogenin, bekerja dengan menghambat kompleks I mitokondria, mesin penghasil energi sel. Mekanisme itu menarik untuk sel kanker, tetapi juga mengenai sel saraf.

Risiko yang jarang disebut dalam iklan

Di Guadeloupe, data epidemiologi mengaitkan parkinsonisme atipikal dengan konsumsi buah dan teh herbal dari tumbuhan suku Annonaceae, terutama Annona muricata. Berdasarkan artikel di PubMed, Champy dan kawan-kawan (2004, DOI) memberikan annonacin, asetogenin utama sirsak, kepada tikus secara intravena selama 28 hari dan menemukan hilangnya neuron dopaminergik di substantia nigra sekitar 31,7% serta kerusakan pada ganglia basalis. Studi sel oleh Lannuzel dan kawan-kawan (2003, DOI) menunjukkan annonacin membunuh neuron dopaminergik dengan potensi setara rotenon. Perlu dicatat bahwa ini studi hewan dan sel dengan dosis yang belum tentu sebanding dengan minum rebusan. Tinjauan sistematik tentang ekstrak daun sirsak menyimpulkan profil keamanan dan toleransinya secara keseluruhan cukup baik, tetapi menekankan bahwa dosis dan lama pemberian pada studi hewan yang menunjukkan toksisitas tidak dapat langsung diterjemahkan ke manusia, dan studi pada pasien kanker masih diperlukan (Chan et al., 2020, DOI). Pendek kata: ancamannya belum terbukti pada manusia, tetapi juga belum terbantahkan.

Ada pula pertimbangan praktis yang relevan bagi pasien. Pada hewan, graviola menurunkan gula darah dan tekanan darah, sehingga dapat menambah efek obat antidiabetes dan antihipertensi, dan relevansi klinisnya belum diketahui. Laman pasien MSK juga menyarankan menghindari graviola bila akan menjalani pemeriksaan pencitraan seperti PET karena dapat memengaruhi hasil (Memorial Sloan Kettering Cancer Center, 2026). Karena itu, pasien yang meminumnya harus memberi tahu onkolognya.

Bagaimana BPOM memposisikan daun sirsak

Di Indonesia, posisinya jauh lebih sederhana daripada gaung media. Daftar jamu komposisi tertentu tunggal dalam Lampiran II Peraturan BPOM Nomor 25 Tahun 2023 memuat daun sirsak (Annona muricata folium) dengan klaim “membantu memelihara kondisi kesehatan pada penderita kanker”, bukan “menyembuhkan” (BPOM, 2023). Peraturan BPOM Nomor 10 Tahun 2024 mewajibkan produk berklaim kanker memuat peringatan agar penggunaannya dikonsultasikan dengan dokter dan hanya sebagai pendamping obat pada terapi kanker (BPOM, 2024, Lampiran II). Dengan kata lain, regulator mengakui penggunaan empirisnya sebagai pendamping, bukan sebagai terapi kanker. Kata kerja pada label adalah petunjuk paling jujur bagi pembaca.

Untuk pasien kanker dan keluarganya

Bahayanya bukan semata pada daunnya, tetapi pada apa yang ditunda. Sebuah studi kohort observasional di Journal of the National Cancer Institute terhadap 281 pasien kanker payudara, prostat, paru, atau kolorektal nonmetastatik yang memilih pengobatan alternatif saja menemukan risiko kematian sekitar 2,5 kali lipat dibandingkan pasien yang menjalani terapi konvensional setelah dicocokkan (Johnson et al., 2018, DOI). Studi observasional tidak membuktikan sebab-akibat sepenuhnya, tetapi arahnya cukup jelas.

  • Jangan menunda atau mengganti terapi yang direncanakan dokter dengan rebusan atau suplemen.
  • Bila tetap ingin memakai produk sirsak, beri tahu onkolog dan apoteker: jenis produk, takaran, dan lama pemakaian (lihat Pahami Pengobatan Herbal Anda).
  • Pilih produk yang memuat logo golongan dan nomor izin edar POM, dan periksa melalui BPOM Mobile (lihat Obat, Jamu, atau Bahan Pangan?).
  • Waspadai klaim “menyembuhkan kanker”, testimoni tunggal, dan paket yang dijual dengan tekanan.
  • Bila gejala baru muncul seperti gangguan gerak, tremor, atau pusing berat, hentikan produk dan segera konsultasikan.

Penutup (opini penulis)

Pada 2011 saya berharap suatu hari ada yang meneliti sirsak sampai uji pada manusia, seperti nasib vinkristin. Harapan itu masih saya pegang: bahan alam layak diteliti secara serius, dan keraguan terhadap klaim tidak sama dengan penolakan terhadap tradisi. Tetapi sampai ada uji klinik yang menjawabnya, jawaban jujur untuk judul tulisan ini tetap: belum terbukti. Bu Rina, pada akhirnya, tidak perlu memilih antara kerabat yang menyayanginya dan dokter yang merawatnya. Ia hanya perlu memastikan bahwa jadwal terapinya tidak bergeser. Bagian ini pendapat pribadi.

Catatan Transparansi

  • Ini penulisan ulang artikel 24 Februari 2011. Klaim siaran televisi dan penelitian universitas yang disebut waktu itu tidak dapat saya verifikasi, dan tidak saya verifikasi ulang sekarang. Dua rujukan 2008–2009 pada versi lama tidak saya pakai ulang.
  • Bu Rina adalah tokoh ilustrasi, bukan pasien nyata.
  • Pernyataan “belum ada uji klinik terkontrol” bersumber dari laman MSK (diperbarui 14 April 2026) dan ASCO Post 2019; saya tidak melakukan penelusuran sistematis terhadap seluruh registri uji klinik, sehingga uji yang baru atau belum terindeks mungkin terlewat.
  • Data neurotoksisitas berasal dari studi sel dan tikus serta data epidemiologi Guadeloupe; relevansinya pada dosis dan pola konsumsi di Indonesia belum diketahui. Tinjauan Chan dan kawan-kawan menilai profil keamanan ekstrak daun secara umum cukup baik.
  • Studi Johnson dan kawan-kawan adalah observasional dan menyangkut pengobatan alternatif secara umum, bukan khusus sirsak, di Amerika Serikat.
  • Klaim dan peringatan BPOM dibaca dari naskah resmi Peraturan BPOM 25/2023 dan 10/2024.
  • Gambar unggulan dibuat dengan AI sebagai ilustrasi, bukan foto.

Referensi

Abdul Wahab, S. M., Jantan, I., Haque, M. A., & Arshad, L. (2018). Exploring the leaves of Annona muricata L. as a source of potential anti-inflammatory and anticancer agents. Frontiers in Pharmacology, 9, Article 661. https://doi.org/10.3389/fphar.2018.00661

Badan Pengawas Obat dan Makanan. (2023). Peraturan Badan Pengawas Obat dan Makanan Nomor 25 Tahun 2023 tentang Kriteria dan Tata Laksana Registrasi Obat Bahan Alam (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2023 Nomor 785). https://peraturan.go.id/files/peraturan-bpom-no-25-tahun-2023.pdf

Badan Pengawas Obat dan Makanan. (2024). Peraturan Badan Pengawas Obat dan Makanan Nomor 10 Tahun 2024 tentang Penandaan Obat Bahan Alam, Obat Kuasi, dan Suplemen Kesehatan. https://peraturan.bpk.go.id/Download/353660/Peraturan_BPOM_No._10_2024.pdf

Champy, P., Höglinger, G. U., Féger, J., Gleye, C., Hocquemiller, R., Laurens, A., Guérineau, V., Laprévote, O., Medja, F., Lombès, A., Michel, P. P., Lannuzel, A., Hirsch, E. C., & Ruberg, M. (2004). Annonacin, a lipophilic inhibitor of mitochondrial complex I, induces nigral and striatal neurodegeneration in rats: Possible relevance for atypical parkinsonism in Guadeloupe. Journal of Neurochemistry, 88(1), 63–69. https://doi.org/10.1046/j.1471-4159.2003.02138.x

Chan, W. J. J., McLachlan, A. J., Hanrahan, J. R., & Harnett, J. E. (2020). The safety and tolerability of Annona muricata leaf extract: A systematic review. Journal of Pharmacy and Pharmacology, 72(1), 1–16. https://doi.org/10.1111/jphp.13182

Hou, Y. N., Deng, G., & Mao, J. J. (2019). Practical application of “About Herbs” website: Herbs and dietary supplement use in oncology settings. The Cancer Journal, 25(5), 357–366. https://doi.org/10.1097/PPO.0000000000000403

Johnson, S. B., Park, H. S., Gross, C. P., & Yu, J. B. (2018). Use of alternative medicine for cancer and its impact on survival. Journal of the National Cancer Institute, 110(1). https://doi.org/10.1093/jnci/djx145

Lannuzel, A., Michel, P. P., Höglinger, G. U., Champy, P., Jousset, A., Medja, F., Lombès, A., Darios, F., Gleye, C., Laurens, A., Hocquemiller, R., Hirsch, E. C., & Ruberg, M. (2003). The mitochondrial complex I inhibitor annonacin is toxic to mesencephalic dopaminergic neurons by impairment of energy metabolism. Neuroscience, 121(2), 287–296. https://doi.org/10.1016/s0306-4522(03)00441-x

Memorial Sloan Kettering Cancer Center. (2026, 14 April). Graviola. About Herbs. https://www.mskcc.org/cancer-care/integrative-medicine/herbs/graviola

The ASCO Post. (2019, 10 Oktober). Graviola. https://ascopost.com/issues/october-10-2019/graviola/

Tulisan ini pertama terbit pada 24 Februari 2011 dan diperbarui pada 8 Oktober 2026. Isinya bersifat edukasi dan tidak menggantikan konsultasi dengan dokter, terutama onkolog yang merawat Anda.

Artikel Baru Terbit

  • Asfiksia Neonatorum: Ketika Bayi Tidak Segera Menangis dan Menit Pertama Menentukan
    Asfiksia neonatorum terjadi ketika bayi gagal bernapas spontan sesudah lahir. Artikel ini menjelaskan penyebab, cara mengenali, langkah resusitasi di menit pertama menurut pedoman 2025, hipotermia terapeutik pada ensefalopati hipoksik-iskemik, dan prognosis jangka panjangnya.
  • Peran Sentral Direktur dan Komite Mutu: Mengawal Komitmen PMKP Menjelang Survei STARKES
    Artikel ini membahas fenomena “post-accreditation slump” dalam akreditasi rumah sakit, di mana performa mutu meningkat menjelang survei namun menurun setelahnya. Peran Direktur dan Komite Mutu sangat penting untuk memastikan pemantauan mutu berlangsung sepanjang tahun, bukan hanya saat mendekati survei, guna mencegah kemerosotan performa jangka panjang.
  • The River That Never Forgot Her Name
    Cerita tentang Sarasvati menggambarkan perjalanan pengetahuan dan kebijaksanaan dari zaman ke zaman. Ia hadir sebagai simbol aliran pengetahuan yang menghubungkan berbagai kebudayaan, dari India hingga Eropa dan Asia Tenggara. Melalui tokoh-tokoh seperti Socrates dan Rumi, dia mengajarkan bahwa pencarian pemahaman adalah perjalanan diri yang esensial.
  • Ketika Bunga Memudar dan Hujan Tak Kunjung Reda: Waka Ono no Komachi
    Satu waka lima baris dari penyair istana Heian, Ono no Komachi, tentang bunga yang memudar, hujan panjang, dan usia yang diam-diam berlalu, dengan satu permainan kata yang nyaris mustahil diterjemahkan.
  • Nyanyian Ombak untuk Ibu · Bab 8: Nyanyian di Gereja
    Minggu pagi Oma berjalan ke gereja dengan sandal yang tidak sama warnanya. Di tengah doa, ia berdiri, dan gereja mendengar suara yang sudah dua puluh satu tahun hilang.

Commenting 101: “Be kind, and respect each other” // Bersikaplah baik, dan saling menghormati (Indonesian) // Soyez gentils et respectez-vous les uns les autres (French) // Sean amables y respétense mutuamente (Spanish) // 待人友善,互相尊重 (Chinese) // كونوا لطفاء واحترموا بعضكم البعض (Arabic) // Будьте добры и уважайте друг друга (Russian) // Seid freundlich und respektiert einander (German) // 親切にし、お互いを尊重し合いましょう (Japanese) // दयालु बनें, और एक दूसरे का सम्मान करें (Hindi) // Siate gentili e rispettatevi a vicenda (Italian)

39 tanggapan

  1. Avatar aryono
    aryono

    Mas Joni

    Selain rebusan daun sirsak saya juga menambahkan dengan keladi tikus, mengenai effek dirasakan setelah +/1 1,5 bulan. Seperti yang saya tulis sebelumnya nanti setelah bulan Juni penggunaan terapi hormon akan dihentikan oleh dokter, dan setelah itu saya akan mengandalkan herbal untuk bisa mengendalikan kanker prostat saya. Setelah bulan Juni saya bisa memberikan testimoni apakah herbal yg saya konsumsi dapat mengendalikan PSA diluar terapi hormon/medis. Yang penting keyakinan kita bahwa selain terapi medis maka terapi herbal juga memberikan hasil positip bagi kesehatan kita.

    Salam

  2. Avatar joni
    joni

    @aryono. mas kalo boleh tau minum 3 gelas nya dari seduhan 10 lembar daun saja? atau gimana? lalu efek nya itu mulai terasa setelah brp lama (seperti badan lebih enak / napsu makan membaik atau yg lain) ?

  3. Avatar aryono
    aryono

    Ima, sy sudah mengjkonsumsi rebusan daun sirsak tanpa effek samping. Sy tidak tahu apakah turunnya psa dikarenakan terapi medis atau herbal.Yang pasti reaksi kanker sangat responsif dan saya merasa lebih sehat dan beraktivitas seperti sebelum sakit.Yang penting keyakinan kita atas pengobatan yg kita lakukan baik medis atau herbal sehingga bisa memberikan effek positip bagi tubuh kita.salam

  4. Avatar aryono
    aryono

    Saya sejak 6 bln lalu menderita kanker prostat metastase tulang dan saat ini menjalani terapi hormonal, disamping itu juga mengkonsumsi rebusan daun sirsak 3gelas sehari. Saar ini psa 0.39 dari 65.5, dan bulan juni nanti terapi hormon akan dihentikan dan hanya dipantau psanya saja. Mungkin pada saat itu sy akan dapat memantau apakah rebusan daun sirssak dapat membantu mempertahankan psa. Saat ini tidak dirasakan effek samping dari rebusan daun sirsak . Salam

  5. Avatar ima
    ima

    ade aku 9th mengidap menyakit leukimia aml 4,,,, dan harus dikemo.. setelah check up kembali ibu saya mendapat artikel dari orang yang sama terkena leukimia. bahwa rebusan daun sirsak efeknya sama dengan kemoterapi bahkan lebih hebat karna hanya membunuh sel sel yang abnormal saja… saya sangat takut untuk mencoba.. dan apakah ada bahan herbal lain yang bisa meningkatkan sistem imun dan membunuh sel sel yang abnormal…. mohon informasinya.

    1. Avatar Cahya

      Ima, saya tidak tahu pasti jika menyangkut herbal, tapi ada banyak yang "diklaim" (tidak secara medis) mampu melawan sel kanker, setidaknya saya pernah dengar mengkudu (buah noni) adalah salah satu di antaranya.
      Setahu saya tidak ada bukti ilmiah bahwa pengobatan herbal dapat menyembuhkan kanker, meski ada beberapa uji coba klinis yang menunjukkan pengobatan herbal dapat memperpanjang usia harapan hidup penderita kanker. Jika Ima hendak mendapatkan informasi yang lebih lengkap, silakan kunjungi situs Cancer Help pada bagian yang membahas Herbal Medicine.

  6. Avatar Feny
    Feny

    Ayah saya menderita kanker liver, dan baru menjalani operasi. Banyak teman dan saudara yg menyarankan untuk minum rebusan daun sirsak yang katanya sangat bermanfaat. Akan tetapi, beberapa dokter yang saya temui ( di Penang- Malaysia dan Surabaya) menyarankan untuk lebih selektif dan berhati-hati dalam memilih obat yang masuk ke dalam tubuh. Mereka berpendapat, bahwa apa pun yang masuk ke dlm tubuh, akan berpengaruh ke liver dan juga ginjal ( kebetulan papa juga menderita diabetes menahun, yang tentunya berpengaruh pada ginjal juga). Dokter ahli liver juga mengatakan, bahwa banyak orang yg pada awalnya sakit cancer, tapi fungsi livernya masih baik, mencari jalan dengan minum obat2an herbal yg tidak jelas, akhirnya malah mengakibatkan rusaknya fungsi liver. Oleh karena itu, saya sangat takut untuk memperbolehkan ayah saya mengkonsumsi rebusan daun sirsak ini. Kalau boleh tahu, apakah ada dokter yang pernah memberikan pernyataan pasti ttg keefektifan daun sirsak? Terimakasih.

    1. Avatar Cahya

      Feny, sepanjang sepengetahuan saya tidak ada dokter yang pernah memberikan pernyataan tentang keefektifan daun sirsak, oleh karena tidak ada evidence based medicine yang akan mendukung pernyataan tersebut saat ini.

  7. Avatar Kheynie
    Kheynie

    * JUST INFO *

    BAGI PENDERITA SIROSIS HATI, LEBIH BAIK JANGAN MENCOBA AIR REBUSAN DAUN SIRSAK. KARENA AIR REBUSAN TERSEBUT TIDAK COCOK SAMA SEKALI.

    MAMA SAYA LANGSUNG TIDAK BISA B.A.B & B.A.K SETELAH MINUM 3 GELAS. DAN SETELAH DICEK DARAHNYA, ALBUMINNYA TURUN DRASTIS.

    TOLONG DISEBARKAN KEPADA YANG LAINNYA. TERIMA KASIH SEBELUMNYA. MOHON MAAF JIKA ADA YANG TERGANGGU DENGAN INFO INI.

    1. Avatar Cahya

      Mbak Dewi,
      Pertama-tama saya turut prihatin dengan kondisi ibu Mbak. Namun saya rasa kita tidak dapat menjustifikasi begitu saja kondisi ini. Penderita sirosis hati memang rentan dengan penurunan kondisi albumin, bisa jadi tidak dipicu sama sekali oleh faktor nutrisi, pun demikian tidak menutup kemungkinan untuk itu.

  8. Avatar Sugeng
    Sugeng

    Wah padahal terapi rebusan daun sirsak itu sudah merakyat untuk obat anti kanker. Tapi aku juga gak tahu seberapa akurat kebenaran nya karena di keluargaku sendiri tidak ada riwayat kanker.

    Salam hangat serta jabat erat selalu dari Tabanan

    1. Avatar Cahya

      Jangan disayangkan Pak Sugeng, ini justru bisa mengembangkan dunia pengobatan herbal dan tradisional di negeri ini bukan :).

  9. Avatar Cahya

    Wah…, saya bukan pakarnya pengobatan herbal Mbak Zee. Tapi rasanya tetap saya sulit menemukan bukti ilmiahnya.

    Kalau secara tradisional sih banyak ditulis di media-media lainnya.

    1. Avatar Deddy Huang
      Deddy Huang

      Tradisional itu pengobatan kayak kita cocok-cocok-an, ada si A yang cocok dengan herbal A, belum tentu treatment yang dilakukan oleh si A akan cocok dengan si B dengan menggunakan herbal B.

      1. Avatar Cahya

        Pak Huang,
        Tidak hanya obat tradisional, obat modern pun juga demikian. Karena itu dunia kedokteran berupaya keras mengembangkan personalized medicine. Mengembangkan obat khusus bagi orang-orang yang memang sesuai dengan obat tersebut.

  10. Avatar Deddy Huang
    Deddy Huang

    mamaku sekarang masih minum daun sirsak bli, karena dia ada mioma.

    1. Avatar Cahya

      Yang Pak Huang ceritakan beberapa waktu lalu ya? Bagaimana kondisi ibu sekarang?, semoga lekas membaik Pak.

      1. Avatar Deddy Huang
        Deddy Huang

        makanannya sedang di jaga bli, ukuran miomanya jg belum hilang tapi mengempis dari awal. jadi kata dokter diterapi pake herbal gitu.

      2. Avatar Cahya

        Karena sifatnya hormonal mungkin agak lama perlu waktu untuk mengecil, Hanya saja mioma uteri setahu saya bukan kanker, tapi tumor benigna, dan terapinya pun bukan dengan antikanker tapi dengan biasanya dengan obat-obatan yang memanipulasi kadar hormon steroid, hanya saja efek samping obat ini tidak baik jika digunakan dalam jangka panjang. Tentu saja pilihan lain adalah operasi (seperti histerektomi – pengangkatan rahim).

        Sebenarnya banyak dokter yang seringkali merekomendasikan herbal, tentunya berdasarkan pengalaman klinisnya. Jika memang dokter menyarankan demikian diikuti saja dan dipantau Pak Huang.

      3. Avatar Deddy Huang
        Deddy Huang

        bulan lalu, tanteku ninggal karena abis operasi pengangkatan rahimnya.
        daya fisiknya pas selesai operasi gak kuat.

        iya memang kebanyakan dokter sekarang, apa-apa dioperasi mirip kayak komputer rusak, di install ulang atau di utak atik dulu.

        jadi memang tidak baik ya buat efek samping ke depannya minum rebusan air daun sirsak bli?

      4. Avatar Cahya

        Air rebusan sirsak tidak ada penelitian medisnya setahu saya Pak Huang, jadinya saya tidak bisa berkomentar banyak. Memang ada jurnal yang menyampaikan bahwa kemungkinan sifat nerutoksin yang dikandung bisa mengarahkan pada Parkinsonisme, namun seberapa (banyak dan lama konsumsinya) dan bagaimana persisnya masih perlu diteliti lagi.

        Intinya, tanpa bukti medis yang memadai, tidak bisa dikatakan terbukti menyembuhkan – namun bukan berarti tidak menyembuhkan, dan tidak bisa dikatakan terbukti berbahaya, namun bukan berarti tanpa bahaya.

        Itulah mengapa pengalaman klinis sering kali menentukan jika dokter memberi lampu hijau terhadap suplementasi bahan-bahan herbal. Karena efek samping terapi herbal tidak muncul serta merta seperti terapi medikasi. Sehingga diperlukan pengalaman dalam mengelolanya, seperti bagaimana membuat infus yang baik, misalnya memilih daun yang digunakan, jumlah air, besar api, suhu yang dinginkan selama proses pembuatan perlu masukan dari orang-orang yang memang berpengalaman di bidang tersebut.

        Jika masalah efek samping, maka rasanya tidak ada sesuatu yang tidak memiliki efek samping di dunia ini dalam pengobatan, bahkan untuk terapi herbal sekali pun. Tapi memilih terapi adalah hak pasien sepenuhnya. Jika memang memilih sesuatu, maka saya rasa – siapapun kita – pastilah memilih yang lebih banyak kebaikan yang diberikan daripada keburukan yang dihasilkan.

      5. Avatar christina
        christina

        bulan lalu,mama saya di vonis dr terkena tumor hati,karena ada benjolan,dan benjolan itu da cukup besar sekitar 10 cm.saran dokter dari penang mau di keluarkan,tapi kami tidak mau.karena benjolan itu sama sekali tidak ada gejala sakit dari benjolan tersebut.dan sekarang mama saya hanya minum air rebusan daun sirsak.
        gejala yang di rasakan sekarang memang sekali” ada terasa panas di dalam perutnya,badan juga bisa demam.selain itu sekarang mama saya batuk” dan mimisan.apakah memang ada gejala seperti itu?

      6. Avatar Cahya

        Batuk dan mimisan bisa jadi karena kondisi yang sama ataupun berbeda. Saya tidak membantu dengan menduga-duga, Ada baiknya diperiksakan kembali secara teliti untuk mengetahui penyebabnya dan jika ada, hubungannya.

    2. Avatar Zizy Damanik

      Halo Deddy Huang,
      Saya juga ada mioma sih. Jadi bagaimana dengan perkembangan mioma mamanya? Setelah minum rebusan berapa lama itu baru agak mengempis?

      1. Avatar Deddy Huang
        Deddy Huang

        Halo mbak Zizy,

        Mamaku baru terdetect bulan 8 tahun kemarin, gejala awal dia itu datang bulannya gak tepat waktu (saya rasa tiap cewe pasti tahu kapan dia akan datang bulan), lalu gejalanya sakit di bawah perut. Saya sarankan mamaku untuk ke dokter dan ngecek.

        Sempat beberapa dokter yang mamaku datangin, dan beberapa dokter awal diagnosisnya tidak tepat, ada yang bilang kanker, ada yang bilang mau menopause, ada yang bilang kista. dan kecewanya mereka beri obat resep yg harganya mahal.

        Barulah dapat dokter yang mamaku cocok. Diagnosisnya bilang ada mioma ukuran awalnya 4cm, lalu si dokter beri obat untuk dimakan, turun sekitar 3 cm gitu.

        Lalu mamaku cari obat herbal, yaitu propolis. Rutin minum itu akhirnya turun jadi 1cm gitu.

        Tapi sekarang mamaku udah dijarangin untuk minum propolis, karena harga beli nya mahal. makanya alternatifnya dengan minum rebusan daun sirsak menurut kata teman mamaku yang dia juga punya mioma dan saranin ke mamaku gitu.

        Logika saya sebenarnya, cara mau minum rebusan air sirsak atau propolis, (herbal) itu alternatif kita seperti kata bli Cahya adalah hak orang. Namun, sebenarnya mioma ini tiap orang ada sel nya dalam tubuh. Dia akan bereaksi kalau pola makan kita gak baik, kesehatan gak dijaga. Makanya sekarang mamaku pola makannya dijaga dan banyak pantangan yang dia patuhi. Misalnya kurangin makan daging ayam, makan telur. Seperti itu mbak Zizy.

        Salam kenal buatmu 🙂

    3. Avatar yuni
      yuni

      pak deddy huang, apakah setelah minum rebusan daun sirsak…miom mama nya sudah mengecil??? karena saya ada mioma juga nih….

      1. Avatar Huang
        Huang

        Halo mbak Yuni, terima kasih sudah berkunjung ke blognya bli Cahya juga.

        Perkembangan mioma dari mama saya sudah membaik. Ya memang mengecil untuk saat ini. Untuk mioma yang ukurannya besar, ada dokter yang menyarankan untuk segera dioperasi. Tapi itu gak berlangsung lama, ada kemungkinan bisa timbul sel yang baru.

        Jangan panik dulu, mioma ini akan mengecil saat menopause. Karena kalau masih datang bulan kondisi miomanya akan tetap ada. Sebagai solusinya, bisa dijaga pola makannya mbak. Ada pantangan-pantangan makanan yang gak baik untuk yang ada mioma, seperti daging merah, telor kuning (telor putih boleh), ayam negeri (ayam kampung boleh), gandum.

        Sekarang mama saya sudah gak minum air rebusan air sirsak, sepertinya memang tidak kelihatan efek pengobatannya mbak 🙂

Tinggalkan Balasan