A Cahya Legawa's Les pèlerins au-dessus des nuages

Kadang kala muncul pertanyaan antara apa yang membedakan seseorang disebut genius ataukah dia disebut cerdas. Nah, saya sendiri tidak terlalu yakin karena saya rasa saya bukan keduanya. Tapi sederhana saja, orang akan disebut cerdas jika ia bisa tidak hanya mengikuti contoh yang diberikan, namun juga bisa mencari solusi-solusi terhadap banyak permasalahan hanya dengan belajar dari contoh yang sederhana.

Cerdas berarti seseorang memiliki kemampuan menganalisis suatu permasalahan dengan tajam & akurat. Pun demikian, cerdas sendiri mengandung pemahaman dalam kepekaan & ketajaman tersebut, sehingga kecerdasan bisa disandingkan dengan berbagai hal dan memunculkan istilah kecerdasan emosional, kecerdasan intelektual atau kecerdasan spiritual. Meski saya sendiri tidak sepenuhnya setuju dengan penggunaan istilah-istilah seperti itu, tapi karena saya bukan ahli bahasa, jadi biarkan sajalah.

Kecerdasan adalah sesuatu yang bisa didapatkan. Ibaratnya ketajaman sebuah pisau didapatkan dari mengasahnya secara seksama. Sehingga kecerdasan adalah sesuatu yang berlaku umum, orang bisa mendapatkannya, dan orang bisa kehilangannya.

Namun dalam beberapa kasus, ada yang disebut bakat, dan orang-orang lahir dengan bakat-bakat tertentu dalam hidupnya. Beberapa pendapat mungkin menyangsikan apa yang disebut bakat, karena toh pada akhirnya kecerdasan yang spesifik bisa dihasilkan orang manapun asal berusaha.

Namun sayangnya, tidak semua tampak demikian. Apa bedanya orang yang berbakat dengan yang tidak. Sederhana saja, orang berbakat bisa mencapai target ketika orang lainnya tidak mampu. Bisa saja semua orang cukup pintar untuk tahu bahwa lingkaran itu bulat sempurna, orang yang cerdas dengan belajar mati-matian akan tahu bahwa ia akan memerlukan paser/jangka untuk membuat lingkaran sempurna, namun bagi orang yang berbakat ia hanya perlu mencoretkan pensilnya di atas kertas untuk menghasilkan lingkaran yang sempurna.

Ya, dengan demikian, semua orang bisa menjadi cerdas, namun tidak semua orang berbakat. Jika ia berbakat sejak kecil untuk sesuatu hal tertentu, kita menyebutkan dengan istilah prodigy. Lalu apa itu genius?

Headset Genius

Jika orang berbakat mampu meraih sesuatu yang orang lain tak bisa raih, maka genius adalah orang mampu meraih sesuatu yang orang lain tak dapat lihat.

Anda boleh saja berhadapan dengan lukisan Mona Lisa, namun Anda belum tentu dapat melihat apa yang diguratkan di dalamnya. Para pelukis berbakat mungkin bisa memahami Mona Lisa, namun untuk menghasilkan karya yang setingkat belum tentu akan mampu. Itulah mengapa Leonardo di ser Piero da Vinci disebut sebagai genius dalam dunia melukis, ia mampu mencapai apa yang orang lain tidak dapat lihat.

Dan baik cerdas, berbakat ataupun genius kemudian hanyalah menjadi apa yang orang lain berikan pada mereka dilabel demikian. Karena saya bukan semuanya, maka saya tahu sesuatu yang tidak bisa saya raih dan sesuatu yang memang tidak dapat saya lihat apalagi meraihnya. Jadi apakah Anda cerdas, berbakat ataukah genius?

Artikel Baru Terbit

  • Siklotimia: Ketika “Naik-Turun Suasana Hati” Bukan Sekadar Karakter
    Siklotimia adalah gangguan mood kronis yang ditandai ayunan hipomania dan depresi ringan selama minimal dua tahun, sering disalahartikan sebagai kepribadian labil. Artikel ini membahas kriteria diagnostik DSM-5-TR, risiko berkembang menjadi bipolar, serta tata laksana yang menempatkan psikoterapi sebagai lini pertama sebelum farmakoterapi.
  • Buah Delima dan Jantung yang Kaku: Mengenal Urolithin A, Harapan Baru untuk Gagal Jantung HFpEF
    Urolithin A, senyawa yang dihasilkan dari konsumsi buah delima, menunjukkan potensi dalam mengobati gagal jantung HFpEF dengan memperbaiki relaksasi otot jantung melalui aktivasi protein PKGIα. Meskipun hasil uji pada hewan dan jaringan manusia menjanjikan, uji klinis pada pasien masih diperlukan sebelum penerapan terapi ini.
  • Cyclospora: Parasit Mikroskopis yang Mengintai di Balik Sayuran dan Buah Segar
    Wabah cyclosporiasis melanda ratusan warga Amerika Serikat pada musim panas 2026, disebabkan parasit mikroskopis Cyclospora cayetanensis yang mencemari sayur dan buah segar. Artikel ini mengulas biologi parasit, gejala diare “meledak-ledak”, tantangan diagnosis laboratorium, terapi TMP-SMX, hingga relevansinya bagi keamanan pangan dan kewaspadaan klinis di Indonesia.
  • Ngopi Pagi di Sragen, Otot Lebih Padat: Apa Kata Riset Terbaru soal Kopi dan Komposisi Tubuh?
    Studi kohort Finlandia menemukan bahwa peminum kopi rutin memiliki lemak viseral lebih rendah dan massa otot lebih tinggi meskipun indeks massa tubuh serupa dibanding peminum kopi jarang. Pada pria, konsumsi kopi juga terkait dengan profil testosteron dan SHBG yang lebih baik, namun studi ini bersifat observasional dan tidak membuktikan hubungan sebab-akibat.
  • Faktor Kesuburan Pria: Sisi yang Sering Terlewat dalam Pencarian Momongan
    Faktor pria berkontribusi pada sekitar separuh kasus infertilitas pasangan, namun sering luput dari pemeriksaan awal. Artikel ini mengulas standar analisis sperma terbaru WHO edisi keenam serta bukti terkini mengenai pengaruh rokok, alkohol, berat badan, paparan panas, dan konsumsi gula terhadap kualitas dan integritas DNA sperma.

Commenting 101: “Be kind, and respect each other” // Bersikaplah baik, dan saling menghormati (Indonesian) // Soyez gentils et respectez-vous les uns les autres (French) // Sean amables y respétense mutuamente (Spanish) // 待人友善,互相尊重 (Chinese) // كونوا لطفاء واحترموا بعضكم البعض (Arabic) // Будьте добры и уважайте друг друга (Russian) // Seid freundlich und respektiert einander (German) // 親切にし、お互いを尊重し合いましょう (Japanese) // दयालु बनें, और एक दूसरे का सम्मान करें (Hindi) // Siate gentili e rispettatevi a vicenda (Italian)

5 tanggapan

  1. Avatar Asop

    ….kalo saya dihadapkan sama pertanyaan terakhir itu… Entahlah… 😀

    Pastinya, saya ingin anak saya nanti jenius, sehingga dia cerdas, dan tentunya berbakat untuk hal2 tertentu. 😀

  2. Avatar dHaNy

    Jenius mungkin lebih mengarah ke kemampuan kognitif atau lebih kerennya IQ.. Orang jenius cenderung IQ nya tinggi, Kalau cerdas tentunya lebih seimbang kesemuanya…

    1. Avatar Cahya

      Dhany, genius memiliki banyak elemennya, ada yang genius di bidang matematika, literatur, olah raga, seni, bela diri, dan lain-lainnya. Kalau dikatakan hanya IQ saja, rasanya masih bias, walau memang ada sih yang bilang bahwa seorang genius akan memiliki IQ tertentu, tapi pendapat ini kemudian banyak ditentang. Silakan baca di wikipedia: genius, penjelasannya lebih lengkap :).

  3. Avatar rismaka EA
    rismaka EA

    Saya lebih memilih "cerdik" saja mas 🙂

    Kira-kira cerdik termasuk ke dalam golongan "cerdas" atau "licik" ya? Secara bedanya sangat tipis.

    Orang cerdik terkadang dapat menyelesaikan suatu perkara dengan caranya sendiri yang orang cerdas belum tentu bisa. Kebanyakan orang genius dan cerdas terlalu terpaku akan aturan (teori). Yeah, in the perfect world, they're OK. But there's not perfect world.

    1. Avatar Cahya

      Mas Ris, cerdik itu berarti bisa meraih sesuatu melalui "jalur" yang bahkan orang lain tidak berani untuk "meliriknya" :).

Tinggalkan Balasan

Eksplorasi konten lain dari Bhyllabus l'énigme

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca