Di antara 10 distro terpopuler, mungkin Fedora 15 yang akan dirilis dalam kurang dari 3 minggu dari sekarang adalah distribusi Linux yang pertama kali memasang langsung Gnome 3 (Gnome Sheel Desktop) secara default ke sistemnya. Bukan isu lagi, Fedora 15 adalah incaran banyak pengguna Linux, terutama para pengguna Ubuntu yang kecewa bahwa rilis seri 11.04 justru memilih memasang Unity Shell Desktop yang dinilai terlalu buggy.
Fedora bukan-lah Linux baru, sebagai salah satu top ten distribution, ada beberapa alasan mengapa Fedora digemari. Jika Ubuntu digemari karena jadwal rilis yang tetap, mudah digunakan pemula, kaya dokumentasi serta komunitas yang luas; maka Fedora memiliki kelebihan yaitu inovasi yang luar biasa, fitur keamanan yang hebat, dukungan paket yang sangat luas, melekat kuat pada filosofi “free software“.
Bagaimanapun juga Fedora lahir sebagai versi komunitas dari Red Hat Enterprise Linux (RHEL), dan kini akan menggunakan versi Gnome 3 yang terbaru. Banyak yang bersedia menunggu beberapa waktu lagi sampai rilis stabilnya, tapi beberapa sudah mencicipi versi betanya.
Bagi yang ingin mencoba bagaimana Gnome 3 dengan stabil, saya sarankan menunggu rilis Fedora 15 pada akhir bulan ini. Dan bagi yang ingin mengintip bagaimana tampilan Gnome Shell pada Fedora 15, silakan membaca salah satu artikel di komunitas Fedora Indonesia yang berjudul “Desktop Fedora 15 yang Indah dengan GNOME Shell”
Legawa.com baru saja melakukan pembaruan identitas visual dengan logo baru yang sederhana, menggambarkan matahari di atas awan. Simbol ini merepresentasikan perjalanan penulis dan esai yang dihasilkan. Desain yang bersih dan konsisten diharapkan dapat menjadikan blog ini lebih tenang dan jujur, tanpa elemen yang bersaing.
Kementerian Kesehatan Indonesia menerbitkan KMK Nomor HK.01.07/MENKES/301/2026 untuk mengatur label gizi pada minuman siap saji, dikenal sebagai Nutri-Level. Sistem ini bertujuan mengurangi konsumsi gula, garam, dan lemak berlebih, yang dapat menyebabkan penyakit tidak menular. Kebijakan ini diharapkan meningkatkan kesadaran konsumen dan mendorong reformulasi produk.
Panduan konsolidasi WHO 2026 memperbarui definisi kasus HIV dan menambahkan indikator pemantauan penyakit HIV lanjut. Ini penting bagi Indonesia, yang memiliki 564.000 ODHIV, untuk mengevaluasi kesiapan SIHA 2.1 dalam mendukung pencapaian target eliminasi HIV pada tahun 2030, dengan data diharapkan lebih akurat dan terintegrasi.
Pada 17 April 2026, Menteri Kesehatan mengeluarkan Permenkes Nomor 5 Tahun 2026 yang mengatur perbekalan kesehatan. Regulasi ini mencakup produksi dalam negeri, pengendalian harga, dan transparansi, namun masih menghadapi tantangan implementasi. Kemandirian farmasi masih rendah, dengan ketergantungan pada impor dan ketersediaan obat yang tidak memadai.
Menteri Kesehatan menerbitkan Permenkes Nomor 3 Tahun 2026 untuk konsolidasi pengaturan penanggulangan penyakit di Indonesia. Regulasi ini mencakup penanggulangan penyakit menular, tidak menular, kesehatan lingkungan, dan kesehatan matra, serta menyusun kewajiban baru bagi fasilitas kesehatan. Tantangan implementasi masih ada, terutama terkait ambang batas GGL yang belum ditetapkan.
Commenting 101: “Be kind, and respect each other” // Bersikaplah baik, dan saling menghormati (Indonesian) // Soyez gentils et respectez-vous les uns les autres (French) // Sean amables y respétense mutuamente (Spanish) // 待人友善,互相尊重 (Chinese) // كونوا لطفاء واحترموا بعضكم البعض (Arabic) // Будьте добры и уважайте друг друга (Russian) // Seid freundlich und respektiert einander (German) // 親切にし、お互いを尊重し合いましょう (Japanese) // दयालु बनें, और एक दूसरे का सम्मान करें (Hindi) // Siate gentili e rispettatevi a vicenda (Italian)
13 tanggapan
Padly
@Bli Cahya.
Tengkyu informasinya Bli, mungkin kapan2 aku coba. Sementara ini sepertinya sudah cukup nyaman dgn Natty Narwhal, kan dia juga sudah support netbook.
Beberapa hari yang lalu, aku sudah download file iso Fedora 14 -kalau ga salah-. Tapi setelah aku test drive di netbook koq agak terasa berat, akhirnya balik ke Ubuntu.;(
mas cahya ini bersemangat dengan tiap inovasi teknologi, hehehe
Saya pertama kali mengenal Red Hat versi 5.2 kalau tidak salah. Dulu saya belajar membuat web server sederhana … terakhir mencoba Red Hat 9 sebelum menemukan ubuntu serba praktis cepat saji
Pak Jarwadi, ha ha…, saya hanya sekadar memeriahkan saja, kampanye peranti lunak bersumber kode terbuka saya rasa adalah tantang tersendiri bagi masa depan dunia IT negeri ini :). Yah, Ubuntu bisa dibilang seperti restoran siap saji :D.
Pengen juga sih nyobain Fedora 15. Modal nekat aja buat pembelajaran. Kalo nggak gitu ya nggak bakalan dapet ilmu dan pengalaman 😉 Oya, kalo mau install nantinya (di laptop saya udah ada Ubuntu dan Win XP), berarti harus bikin partisi baru lagi ya mas? Nanti pas booting tetep ada pilihannya kan mau masuk ke mana?
Mas Is, saya tidak tahu bagaimana setelan GRUB pada Fedora, kalau pas saya sandingkan (fedora 14 dan openSUSE 11.3) dulu tidak ada masalah, tapi jika dengan Natty saat ini entahlah. Yah, selalu prinsipnya persiapkan yang terburuk jika mau mencoba bermain dengan boot loader.
Tinggalkan Balasan