Kini mengunduh (download) berkas video dari YouTube menjadi jauh lebih mudah dan sederhana pada peramban Opera. Masih menggunakan ekstensi SaveFrom.net Helper namun kini dengan antarmuka berpenampilan yang memudahkan penggunanya.
Saya hanya memerlukan dua-tiga klik saja untuk dapat mulai mengunduh sebuah video dari halaman utamanya di YouTube. Dan dapat melakukan pengunduhan paralel dengan tidak menganggu aktivitas berselancar di Internet, karena tampaknya pembagian lebar pitanya telah diatur dengan baik pada peramban Opera, bahkan tidak perlu sampai mengaktifkan fitur turbo sekalipun.
Yang perlu dilakukan adalah klik “download”, kemudian pilihan tipe berkas yang hendak diunduh (biasanya saya memilih MP4 atau yang memiliki resolusi terbaik, dan kemudian simpan.
Semisalnya jika kita hendak mengunduh berkas tipe MP4 dengan resolusi 360p untuk video yang berdurasi sekitar 50 menit, maka berkasnya bisa mencapai 200 MB. Jika direncanakan untuk ditonton pada layar komputer, resolusi yang semakin tinggi akan semakin baik, sedangkan jika untuk dipindahkan ke telepon genggam/pintar, maka resolusi yang lebih kecil akan menjadi pilihan bijak.
Lokasi penyimpanan akan menuju lokasi penyimpanan unduhan asali yang dapat disetel melalui preferensi pada peramban Opera.
Dengan ini, kita bisa mengunduh video langsung dari halamannya dengan mudah dan tanpa perlu banyak intervensi.
Pada 17 April 2026, Menteri Kesehatan mengeluarkan Permenkes Nomor 5 Tahun 2026 yang mengatur perbekalan kesehatan. Regulasi ini mencakup produksi dalam negeri, pengendalian harga, dan transparansi, namun masih menghadapi tantangan implementasi. Kemandirian farmasi masih rendah, dengan ketergantungan pada impor dan ketersediaan obat yang tidak memadai.
Menteri Kesehatan menerbitkan Permenkes Nomor 3 Tahun 2026 untuk konsolidasi pengaturan penanggulangan penyakit di Indonesia. Regulasi ini mencakup penanggulangan penyakit menular, tidak menular, kesehatan lingkungan, dan kesehatan matra, serta menyusun kewajiban baru bagi fasilitas kesehatan. Tantangan implementasi masih ada, terutama terkait ambang batas GGL yang belum ditetapkan.
What if the size of a dream was never the point? Through a Javanese kite-maker’s parable and voices from Rumi to Marcus Aurelius, the Gita to the Dhammapada, this essay asks whether dreaming is less a destination than a form of breathing — one we must keep doing, gently, for as long as we wish to call what we’re living a life.
WHO merilis tinjauan tentang 18 senyawa PFAS prioritas yang mencemari makanan dan air minum, serta enam kategori efek kesehatan seperti kanker dan gangguan metabolik. Makanan menjadi jalur pajanan utama. Temuan ini menunjukkan perlunya Indonesia memperkuat pemantauan PFAS untuk meningkatkan keamanan pangan dan air minum.
Evaluasi terbaru oleh JECFA (2026) menunjukkan risiko arsenik dalam makanan tidak hanya terkait kanker, tetapi juga penyakit jantung pada dosis lebih rendah. Beras menjadi sumber utama paparan, termasuk di Indonesia, di mana data dari Sulawesi Utara menunjukkan melampaui ambang aman. Perlu ada langkah kehati-hatian dan pembaruan regulasi keamanan pangan.
Commenting 101: “Be kind, and respect each other” // Bersikaplah baik, dan saling menghormati (Indonesian) // Soyez gentils et respectez-vous les uns les autres (French) // Sean amables y respétense mutuamente (Spanish) // 待人友善,互相尊重 (Chinese) // كونوا لطفاء واحترموا بعضكم البعض (Arabic) // Будьте добры и уважайте друг друга (Russian) // Seid freundlich und respektiert einander (German) // 親切にし、お互いを尊重し合いましょう (Japanese) // दयालु बनें, और एक दूसरे का सम्मान करें (Hindi) // Siate gentili e rispettatevi a vicenda (Italian)
Kalau di Chrome/Chromium sendiri juga ada pengaya sejenis. Cuma posisinya ada di bawah kotak video. Saya juga biasa memanfaatkannya ketika hendak mengunduh video di Youtube. Namun masalahnya, dari sejumlah pengaya yang tersedia di Chrome Web Store, ada beberapa pengaya yang sudah tidak bisa digunakan lagi (sebelumnya bisa sih). Entah karena cuma untuk versi sampai batas tertentu atau apa.
Sejauh pengalaman saya, cuma ada satu pengaya yang benar-benar bekerja di Chrome/Chromium (untuk mengunduh vidoe Youtube), terutama untuk versi 13+. Pengaya tersebut bisa diunduh di httpxxx://www.chromeextensions.org/utilities/chrome-youtube-downloader/
Pengaya di chromium biasanya mirip-mirip dengan yang ada di firefox, pengembangnya juga sering sama, kadang saya berpikir jika pengembangannya agak telat, apa mereka keteteran ya mengikuti perkembangan di dua peramban. Apalagi chromium memang cepat sekali perkembangannya, sekarang firefox juga ikutan bergulir dengan cepat.
Saya belum install Opera di laptop saya, Mas. Kemarin habis saya format windows saya. Ternyata hampir semua browser punya fasilitas ini, ya? Boleh kapan-kapan nanti akan saya coba.
Oh, ya Mas kalau di firefox biasanya suka berubah-ubah jadi tak bisa buat download penggayanya. Kalau di opera gimana?
Pak Joko, saya rasa semua peramban memang memiliki fasilitas serupa ini melalui ekstensi/pengayanya, hanya saja saya tidak begitu hapal jika peramban lainnya. Kalau Firefox saya rasa tidak begitu bermasalah, pilihan pengayanya yang memang banyak dan mungkin kadang membuat pengguna jadi bingung. Memang Firefox diperbarui dengan cepat saat ini, kalau pengembang pengayanya tidak mengikuti dengan sigap, maka pengaya bisa jadi tidak sesuai (compatible) dengan peramban, saya rasa semua peramban sama seperti itu :).
Kalau di Opera juga mirip, misalnya ekstensi ini bisa digunakan dengan baik di Opera 11.51, tapi belum bekerja baik di Opera 12 yang sedang dikembangkan, jadi ya mesti menunggu pengembangnya menyesuaikan, dan berharap siap saat Opera 12 dirilis nanti. Opera sejak dulu sudah melakukan update ekstensi secara otomatis, jadi tidak perlu khawatir dengan masalah kompatibilitas.
Tinggalkan Balasan