A Cahya Legawa's Les pèlerins au-dessus des nuages

Saya rasa pada akhirnya tidak bisa bertahan selamanya di GNOME 2.3x seperti yang ada saat ini pada openSUSE Celadon yang saya gunakan. Saya sudah melihat spesifikasi rilis openSUSE 12.1 untuk tanggal 16 November nanti, dan tentu saja dengan menggunakan edisi terbaru dari GNOME 3.2 yang menggunakan teknologi Gnome Shell. Saya sudah pernah mencoba sebelumnya, tapi kalau benar-benar beralih, hmm…, mungkin ini yang disebut tututan teknologi.

Yang jelas, saya belum berpikir untuk banting stir ke KDE, meski sepertinya KDE 4.7 yang dibawa nanti akan cukup cantik dan menggiurkan. Saya rasa saya akan berusaha membiasakan diri, sebagai para pengguna Ubuntu sudah membiasakan diri dengan desktop barunya.

Tapi bukan berarti saya pindah menggunakan Ubuntu juga karena desktop uniknya itu. Saya bahkan sudah membuat latar tersendiri untuk akun twitter saya.

Saat ini saya sedang sibuk, jadi belum bisa ikutan mencoba release candidate-nya, tapi saya masih tetap ingin mencoba yang baru ini nantinya termasuk paket Calligra Suite 2.4 yang ditanamkannya – siapa tahu ini bisa beralih menjadi sebuah distro Linux keluarga yang mendukung pendidikan.

Memang tidak akan ada banyak yang baru, kecuali snapper dan systemd yang mungkin perlu dikenali karena sepertinya baru saja diterapkan di openSUSE 12.1. Sisanya, yah, setidaknya membiasakan diri dengan menggunakan Linux dan menghindari ketergantungan dengan produk proprietary.

Semoga bisa dimanfaatkan dengan baik dari sisi usabilitas dan aksesibilitasnya.

https://www.youtube.com/watch?v=dMak0R_fE2g

← Kembali

Terima kasih atas tanggapan Anda. ✨

Rating(wajib)

Artikel Baru Terbit

  • Rumah Baru, Wajah Baru
    Legawa.com baru saja melakukan pembaruan identitas visual dengan logo baru yang sederhana, menggambarkan matahari di atas awan. Simbol ini merepresentasikan perjalanan penulis dan esai yang dihasilkan. Desain yang bersih dan konsisten diharapkan dapat menjadikan blog ini lebih tenang dan jujur, tanpa elemen yang bersaing.
  • Nutri‑Level: Ketika Segelas Boba Mulai Punya “Rapor” Kesehatan
    Kementerian Kesehatan Indonesia menerbitkan KMK Nomor HK.01.07/MENKES/301/2026 untuk mengatur label gizi pada minuman siap saji, dikenal sebagai Nutri-Level. Sistem ini bertujuan mengurangi konsumsi gula, garam, dan lemak berlebih, yang dapat menyebabkan penyakit tidak menular. Kebijakan ini diharapkan meningkatkan kesadaran konsumen dan mendorong reformulasi produk.
  • Ketika Angka Kasus HIV Tidak Menceritakan Seluruh Kisah: Menata Ulang Surveilans di Era Penyakit Lanjut
    Panduan konsolidasi WHO 2026 memperbarui definisi kasus HIV dan menambahkan indikator pemantauan penyakit HIV lanjut. Ini penting bagi Indonesia, yang memiliki 564.000 ODHIV, untuk mengevaluasi kesiapan SIHA 2.1 dalam mendukung pencapaian target eliminasi HIV pada tahun 2030, dengan data diharapkan lebih akurat dan terintegrasi.
  • Permenkes Perbekalan Kesehatan 2026: Antara Visi Kemandirian dan Realitas Akses Obat di Lapangan
    Pada 17 April 2026, Menteri Kesehatan mengeluarkan Permenkes Nomor 5 Tahun 2026 yang mengatur perbekalan kesehatan. Regulasi ini mencakup produksi dalam negeri, pengendalian harga, dan transparansi, namun masih menghadapi tantangan implementasi. Kemandirian farmasi masih rendah, dengan ketergantungan pada impor dan ketersediaan obat yang tidak memadai.
  • Permenkes Penanggulangan Penyakit 2026: Satu Payung Hukum, Berlapis Konsekuensi bagi Fasilitas Kesehatan
    Menteri Kesehatan menerbitkan Permenkes Nomor 3 Tahun 2026 untuk konsolidasi pengaturan penanggulangan penyakit di Indonesia. Regulasi ini mencakup penanggulangan penyakit menular, tidak menular, kesehatan lingkungan, dan kesehatan matra, serta menyusun kewajiban baru bagi fasilitas kesehatan. Tantangan implementasi masih ada, terutama terkait ambang batas GGL yang belum ditetapkan.

Commenting 101: “Be kind, and respect each other” // Bersikaplah baik, dan saling menghormati (Indonesian) // Soyez gentils et respectez-vous les uns les autres (French) // Sean amables y respétense mutuamente (Spanish) // 待人友善,互相尊重 (Chinese) // كونوا لطفاء واحترموا بعضكم البعض (Arabic) // Будьте добры и уважайте друг друга (Russian) // Seid freundlich und respektiert einander (German) // 親切にし、お互いを尊重し合いましょう (Japanese) // दयालु बनें, और एक दूसरे का सम्मान करें (Hindi) // Siate gentili e rispettatevi a vicenda (Italian)

18 tanggapan

  1. Avatar agung

    Saya malah berteduh ke LXDE di OpenSUSE Tumbleweed, masih bingung ketika login ke lingkungan Gnome hehe. 🙂

    1. Avatar Cahya

      He he…, tunggu edisi berikutnya saja Mas :D.

      1. Avatar agung

        Sudah berhasil dengan Tumbleweed dan ternyata Gnome 3.2.1 ini cukup menarik perhatian. 😀

      2. Avatar Cahya

        Mas Agung, kalau upgrade dari Tumbleweed, biasanya sih aman :).

  2. Avatar Melvin
    Melvin

    bagaimana dengan fedora 16. katanya rilis hari ini. tapi ke websitenya masih fedora 15 dan masih terpampang banner “1 hari lagi”. saya melihat schendullernya pun hari ini rilisnya. apakah di amerika masih tanggal 7 😛

    1. Avatar Cahya

      Wah, saya kurang tahu, memang sih dibilang sehari lagi, tapi sepertinya juga ndak kunjung muncul. Saya lebih suka memantau lewat Distro Watch saja ;).

      1. Avatar Melvin
        Melvin

        ini ternyata masalah waktu. saat di indonesia tanggal 8 november, tapi di amerika masih tanggal 7 november 😛
        mungkin saya akan mencoba openSUSE (tentunya bukan dengan desktop GNOME 3.2). tapi saya akan mencoba versi xfcenya 😀

      2. Avatar Cahya

        Melvin, saya sedang mengunduh openSUSE, hanya saja mengunduhnya masih perlu waktu beberapa hari lagi :lol:.

  3. Avatar iskandaria
    iskandaria

    Di Linux Mint LMDE saya, versi Gnome-nya masih 3.0.2 (nggak jauh beda dengan yang versi 2.3.x). Masih leluasa melakukan kustomisasi. Nah, kalau Gnome terbaru (3.2), entah kenapa sepertinya didesain untuk membatasi pengguna melakukan kustomisasi lebih lanjut.Beberapa fitur kustomisasi dihilangkan 🙁

    Tapi ini jadi tantangan baru untuk mencari solusinya.

    1. Avatar Cahya

      He he…, tangannya gatal kalau lihat Linux ndak bisa dikostumasi :).

      1. Avatar iskandaria
        iskandaria

        He..he.. Asli Mas :p Oya, Linux Mint 12 nanti (Lisa) kabarnya juga akan menggunakan teknologi Gnome terbaru ini. Sudah ada preview-nya di blog resmi pengembangnya.

        Kalau KDE, rata-rata distro keluaran teranyar sekarang sudah pakai KDE 4.7 (untuk paket versi KDE-nya). Cuma entah kenapa, KDE bagi saya sepertinya masih terlalu ribet.

      2. Avatar Cahya

        Wah, kurang tahu tuh dengan Linux Mint, dulu mereka ndak berani memilih antara Unity atau Gnome Shell, saya jadi penasaran juga ke depannya mau jadi seperti apa. Nah, kalau masalah KDE, saya angkat tangan dah, saya ndak ahli sama sekali, desktop-nya cantik sih.

      3. Avatar iskandaria
        iskandaria

        He..he.. Nggak pengen nyobain si kotak terbuka Mas? Alias Openbox :p Ini saya lagi nyobain. Ntar deh mudah-mudahan bisa sedikit saya review.

      4. Avatar Cahya

        Hmm…, tertarik sih via ArchBang, tapi saya belum ada waktu Mas Is, sibuk sekali sampai pertengahan bulan nanti.

  4. Avatar gadgetboi

    kalau saya suka dengan kostumasi ala Tron: Legacy 😀 … jujur saya masih berharap semoga ver 2 tidak di hapus 😀 … saya masih suka GnoMenu

    1. Avatar Cahya
      Cahya

      Mas Rangga, tapi kan perubahan ndak bisa dicegah, kecuali kita memiliki kemampuan mengembangkan open source juga :D.

  5. Avatar jarwadi

    saya juga baru mencicipi gnome 3.0 tapi belum mampu menggunakan secara penuh,

    semoga gnome 3.2 lebih terintegrasi dengan ubuntu, etapi kayaknya perlu menunggu kerja komunitas

    developer ubuntu sudah ngga bisa ditawar dengan unity nya

    1. Avatar Cahya
      Cahya

      Ya, Ubuntu dengan Unity, sudah seperti sekeping mata uang yang tak terpisahkan. Saya juga mau mencobanya nanti, mungkin di notebook :).

Tinggalkan Balasan

Eksplorasi konten lain dari Bhyllabus l'énigme

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca