A Cahya Legawa's Les pèlerins au-dessus des nuages

Saya rasa pada akhirnya tidak bisa bertahan selamanya di GNOME 2.3x seperti yang ada saat ini pada openSUSE Celadon yang saya gunakan. Saya sudah melihat spesifikasi rilis openSUSE 12.1 untuk tanggal 16 November nanti, dan tentu saja dengan menggunakan edisi terbaru dari GNOME 3.2 yang menggunakan teknologi Gnome Shell. Saya sudah pernah mencoba sebelumnya, tapi kalau benar-benar beralih, hmm…, mungkin ini yang disebut tututan teknologi.

Yang jelas, saya belum berpikir untuk banting stir ke KDE, meski sepertinya KDE 4.7 yang dibawa nanti akan cukup cantik dan menggiurkan. Saya rasa saya akan berusaha membiasakan diri, sebagai para pengguna Ubuntu sudah membiasakan diri dengan desktop barunya.

Tapi bukan berarti saya pindah menggunakan Ubuntu juga karena desktop uniknya itu. Saya bahkan sudah membuat latar tersendiri untuk akun twitter saya.

Saat ini saya sedang sibuk, jadi belum bisa ikutan mencoba release candidate-nya, tapi saya masih tetap ingin mencoba yang baru ini nantinya termasuk paket Calligra Suite 2.4 yang ditanamkannya – siapa tahu ini bisa beralih menjadi sebuah distro Linux keluarga yang mendukung pendidikan.

Memang tidak akan ada banyak yang baru, kecuali snapper dan systemd yang mungkin perlu dikenali karena sepertinya baru saja diterapkan di openSUSE 12.1. Sisanya, yah, setidaknya membiasakan diri dengan menggunakan Linux dan menghindari ketergantungan dengan produk proprietary.

Semoga bisa dimanfaatkan dengan baik dari sisi usabilitas dan aksesibilitasnya.

Artikel Baru Terbit

  • Mitos Kesehatan Jiwa yang Masih Dipercaya: Membedah Stigma di Balik Fakta
    Mitos seputar kesehatan jiwa—dari anggapan bahwa gangguan jiwa langka hingga stigma “gila” pada skizofrenia—masih membebani masyarakat Indonesia. Data SKI 2023 mengungkap kesenjangan akses pengobatan yang lebar dan praktik pemasungan yang bertahan. Artikel ini membedah sebelas mitos populer dengan bukti ilmiah dan konteks kebijakan kesehatan jiwa nasional.
  • Berapa Jam Sebenarnya Kita Butuh Tidur? Lima Mitos yang Perlu Diluruskan
    Kebutuhan tidur bervariasi berdasarkan usia dan individu, bukan sekadar “8 jam”. Tubuh tidak dapat dilatih untuk butuh tidur lebih sedikit. Tidur siang singkat 10–20 menit justru bermanfaat. Tidak semua hewan tidur seperti manusia. Terlalu banyak tidur juga berisiko. Dan meski kurang tidur jarang membunuh langsung, microsleep akibatnya menewaskan ribuan orang di jalan Indonesia setiap tahun.
  • Gula Darah Tinggi yang Diam-Diam Merusak: Memahami Diabetes Melitus Tipe 2
    Diabetes melitus tipe 2 menyerang diam-diam—hanya satu dari 4-5 penyandang di Indonesia yang menyadari kondisinya. Artikel ini membahas patofisiologi resistansi insulin, kriteria diagnosis PERKENI, peran SGLT2 inhibitor dan GLP-1 receptor agonist dalam terapi terkini, serta kesenjangan akses pembiayaan JKN/BPJS terhadap golongan obat baru tersebut.
  • Empat Pembaruan Kunci Pedoman Malaria WHO 2026: Apa yang Berubah dan Apa Artinya bagi Indonesia
    WHO mengeluarkan pembaruan pedoman malaria pada September 2026, mencakup empat perubahan penting: pencegahan malaria pada ibu hamil dengan HIV, batas penggunaan primakuin dosis tunggal, formulasi baru artemether-lumefantrine untuk bayi <5 kg, serta peninjauan jadwal vaksin. Pembaruan ini relevan untuk Indonesia, khususnya Papua sebagai daerah berisiko tinggi.
  • Vaksin RSV untuk Ibu Hamil: Ketika Antibodi Ibu Jadi Perisai Pertama Bayi
    Vaksin RSV maternal (Abrysvo) terbukti menurunkan risiko penyakit saluran napas bawah berat pada bayi hingga 90% dalam 90 hari pertama bila diberikan pada minggu ke-28–36 kehamilan. WHO baru mengesahkan vial multidosisnya untuk memperluas akses global. Di Indonesia, vaksin ini sudah terdaftar BPOM namun belum masuk program nasional.

Commenting 101: “Be kind, and respect each other” // Bersikaplah baik, dan saling menghormati (Indonesian) // Soyez gentils et respectez-vous les uns les autres (French) // Sean amables y respétense mutuamente (Spanish) // 待人友善,互相尊重 (Chinese) // كونوا لطفاء واحترموا بعضكم البعض (Arabic) // Будьте добры и уважайте друг друга (Russian) // Seid freundlich und respektiert einander (German) // 親切にし、お互いを尊重し合いましょう (Japanese) // दयालु बनें, और एक दूसरे का सम्मान करें (Hindi) // Siate gentili e rispettatevi a vicenda (Italian)

18 tanggapan

  1. Avatar agung

    Saya malah berteduh ke LXDE di OpenSUSE Tumbleweed, masih bingung ketika login ke lingkungan Gnome hehe. 🙂

    1. Avatar Cahya

      He he…, tunggu edisi berikutnya saja Mas :D.

      1. Avatar agung

        Sudah berhasil dengan Tumbleweed dan ternyata Gnome 3.2.1 ini cukup menarik perhatian. 😀

      2. Avatar Cahya

        Mas Agung, kalau upgrade dari Tumbleweed, biasanya sih aman :).

  2. Avatar Melvin
    Melvin

    bagaimana dengan fedora 16. katanya rilis hari ini. tapi ke websitenya masih fedora 15 dan masih terpampang banner “1 hari lagi”. saya melihat schendullernya pun hari ini rilisnya. apakah di amerika masih tanggal 7 😛

    1. Avatar Cahya

      Wah, saya kurang tahu, memang sih dibilang sehari lagi, tapi sepertinya juga ndak kunjung muncul. Saya lebih suka memantau lewat Distro Watch saja ;).

      1. Avatar Melvin
        Melvin

        ini ternyata masalah waktu. saat di indonesia tanggal 8 november, tapi di amerika masih tanggal 7 november 😛
        mungkin saya akan mencoba openSUSE (tentunya bukan dengan desktop GNOME 3.2). tapi saya akan mencoba versi xfcenya 😀

      2. Avatar Cahya

        Melvin, saya sedang mengunduh openSUSE, hanya saja mengunduhnya masih perlu waktu beberapa hari lagi :lol:.

  3. Avatar iskandaria
    iskandaria

    Di Linux Mint LMDE saya, versi Gnome-nya masih 3.0.2 (nggak jauh beda dengan yang versi 2.3.x). Masih leluasa melakukan kustomisasi. Nah, kalau Gnome terbaru (3.2), entah kenapa sepertinya didesain untuk membatasi pengguna melakukan kustomisasi lebih lanjut.Beberapa fitur kustomisasi dihilangkan 🙁

    Tapi ini jadi tantangan baru untuk mencari solusinya.

    1. Avatar Cahya

      He he…, tangannya gatal kalau lihat Linux ndak bisa dikostumasi :).

      1. Avatar iskandaria
        iskandaria

        He..he.. Asli Mas :p Oya, Linux Mint 12 nanti (Lisa) kabarnya juga akan menggunakan teknologi Gnome terbaru ini. Sudah ada preview-nya di blog resmi pengembangnya.

        Kalau KDE, rata-rata distro keluaran teranyar sekarang sudah pakai KDE 4.7 (untuk paket versi KDE-nya). Cuma entah kenapa, KDE bagi saya sepertinya masih terlalu ribet.

      2. Avatar Cahya

        Wah, kurang tahu tuh dengan Linux Mint, dulu mereka ndak berani memilih antara Unity atau Gnome Shell, saya jadi penasaran juga ke depannya mau jadi seperti apa. Nah, kalau masalah KDE, saya angkat tangan dah, saya ndak ahli sama sekali, desktop-nya cantik sih.

      3. Avatar iskandaria
        iskandaria

        He..he.. Nggak pengen nyobain si kotak terbuka Mas? Alias Openbox :p Ini saya lagi nyobain. Ntar deh mudah-mudahan bisa sedikit saya review.

      4. Avatar Cahya

        Hmm…, tertarik sih via ArchBang, tapi saya belum ada waktu Mas Is, sibuk sekali sampai pertengahan bulan nanti.

  4. Avatar gadgetboi

    kalau saya suka dengan kostumasi ala Tron: Legacy 😀 … jujur saya masih berharap semoga ver 2 tidak di hapus 😀 … saya masih suka GnoMenu

    1. Avatar Cahya
      Cahya

      Mas Rangga, tapi kan perubahan ndak bisa dicegah, kecuali kita memiliki kemampuan mengembangkan open source juga :D.

  5. Avatar jarwadi

    saya juga baru mencicipi gnome 3.0 tapi belum mampu menggunakan secara penuh,

    semoga gnome 3.2 lebih terintegrasi dengan ubuntu, etapi kayaknya perlu menunggu kerja komunitas

    developer ubuntu sudah ngga bisa ditawar dengan unity nya

    1. Avatar Cahya
      Cahya

      Ya, Ubuntu dengan Unity, sudah seperti sekeping mata uang yang tak terpisahkan. Saya juga mau mencobanya nanti, mungkin di notebook :).

Tinggalkan Balasan

Eksplorasi konten lain dari Bhyllabus l'énigme

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca