A Cahya Legawa's Les pèlerins au-dessus des nuages

Saya tidak begitu suka mendengar sejumlah musik dan musisi lokal, mungkin karena kesukaan saya memang berbeda. Namun ketika itu dihadirkan dalam sebuah sajian yang mencuri ketertarikan saya, maka saya harus katakan itu adalah sesuatu yang luar biasa. Setidaknya itu yang saya temukan dengan menikmati penampilan sosok Dionisius Agung atau kerap dipanggil Dion salah satu finalis ajang pencarian bakat Indonesian Idol 2012 yang diadakan di salah satu stasiun televisi swasta.

Dua dari tiga lagu yang dibawakan oleh Dion sampai saat ini bisa dikatakan bukanlah favorit saya – dan saya mungkin ganti stasiun siaran jika lagu itu muncul, dan sisanya bahkan sudah begitu lama tidak saya dengar. Namun dibalut kreativitas Dion, saya harus mengakui bahwa semua itu luar biasa.

Saya bersedia menunggu sampai larut malam hanya untuk melihat penampilan langsung penyanyi muda ini.

Saya sepakat, untuk kreativitas menghibur, Dion memiliki talenta – tentu saja dengan dukungan banyak orang kreatif dalam bidangnya masing-masing, talenta ini semakin dapat berkembang lebih baik lagi.

Saya kira Indonesia memerlukan talenta seperti ini, di luar wacana apakah dia memenangkan kontes ini atau tidak. Sama seperti ketika saya menyaksikan Putri Ayu dulu, saya cuma bisa menyampaikan orang yang dapat memberikan hiburan itu adalah sosok yang luar biasa.

← Kembali

Terima kasih atas tanggapan Anda. ✨

Rating(wajib)

Artikel Baru Terbit

  • Nutri‑Level: Ketika Segelas Boba Mulai Punya “Rapor” Kesehatan
    Kementerian Kesehatan Indonesia menerbitkan KMK Nomor HK.01.07/MENKES/301/2026 untuk mengatur label gizi pada minuman siap saji, dikenal sebagai Nutri-Level. Sistem ini bertujuan mengurangi konsumsi gula, garam, dan lemak berlebih, yang dapat menyebabkan penyakit tidak menular. Kebijakan ini diharapkan meningkatkan kesadaran konsumen dan mendorong reformulasi produk.
  • Ketika Angka Kasus HIV Tidak Menceritakan Seluruh Kisah: Menata Ulang Surveilans di Era Penyakit Lanjut
    Panduan konsolidasi WHO 2026 memperbarui definisi kasus HIV dan menambahkan indikator pemantauan penyakit HIV lanjut. Ini penting bagi Indonesia, yang memiliki 564.000 ODHIV, untuk mengevaluasi kesiapan SIHA 2.1 dalam mendukung pencapaian target eliminasi HIV pada tahun 2030, dengan data diharapkan lebih akurat dan terintegrasi.
  • Permenkes Perbekalan Kesehatan 2026: Antara Visi Kemandirian dan Realitas Akses Obat di Lapangan
    Pada 17 April 2026, Menteri Kesehatan mengeluarkan Permenkes Nomor 5 Tahun 2026 yang mengatur perbekalan kesehatan. Regulasi ini mencakup produksi dalam negeri, pengendalian harga, dan transparansi, namun masih menghadapi tantangan implementasi. Kemandirian farmasi masih rendah, dengan ketergantungan pada impor dan ketersediaan obat yang tidak memadai.
  • Permenkes Penanggulangan Penyakit 2026: Satu Payung Hukum, Berlapis Konsekuensi bagi Fasilitas Kesehatan
    Menteri Kesehatan menerbitkan Permenkes Nomor 3 Tahun 2026 untuk konsolidasi pengaturan penanggulangan penyakit di Indonesia. Regulasi ini mencakup penanggulangan penyakit menular, tidak menular, kesehatan lingkungan, dan kesehatan matra, serta menyusun kewajiban baru bagi fasilitas kesehatan. Tantangan implementasi masih ada, terutama terkait ambang batas GGL yang belum ditetapkan.
  • The Dream That Keeps Breathing
    What if the size of a dream was never the point? Through a Javanese kite-maker’s parable and voices from Rumi to Marcus Aurelius, the Gita to the Dhammapada, this essay asks whether dreaming is less a destination than a form of breathing — one we must keep doing, gently, for as long as we wish to call what we’re living a life.

Commenting 101: “Be kind, and respect each other” // Bersikaplah baik, dan saling menghormati (Indonesian) // Soyez gentils et respectez-vous les uns les autres (French) // Sean amables y respétense mutuamente (Spanish) // 待人友善,互相尊重 (Chinese) // كونوا لطفاء واحترموا بعضكم البعض (Arabic) // Будьте добры и уважайте друг друга (Russian) // Seid freundlich und respektiert einander (German) // 親切にし、お互いを尊重し合いましょう (Japanese) // दयालु बनें, और एक दूसरे का सम्मान करें (Hindi) // Siate gentili e rispettatevi a vicenda (Italian)

19 tanggapan

  1. Avatar die

    Ohhh….gak mudheng aku mas.

    1. Avatar Cahya

      Lha, karena sebagian besar mungkin bukan sesuatu yang akan menarik perhatian Pak Aldy, walaupun sempat menyaksikannya :).

      1. Avatar die

        Saya malah belum pernah menyaksikannya…:(

  2. Avatar jarwadi

    rupanya ini dia Dion yang mondar mandir di timeline 🙂 aku kira dion nama cewe 🙂

    1. Avatar ladeva
      ladeva

      Sama Mas, aku baru tahu juga yang namanya Dion tuch yang ini. Gak nonton Idol-Idol-an sich 😀

      1. Avatar jarwadi

        dan ternyata Dion memang keren bikin cewe cewe gila gila gila 😀

      2. Avatar ladeva
        ladeva

        Ah…Dion belum terlalu keren kalau belum bisa membuat aku tergila-gila. #eh 😀

        Cahya, aku gak nonton debat kusir mulu…belakangan jarang banget malah nonton tipi 😐

      3. Avatar Cahya

        Deva, oh kukira karena kamu suka nonton debat kusir, jadi kamu sudah ndak bisa menjadi lebih gila lagi :D.

      4. Avatar ladeva
        ladeva

        Bisa dong! Ayo kita menggila lagiiii…. 😀

      5. Avatar Cahya

        Lha, kok kita? :D.

      6. Avatar Cahya

        Kamu sih Deva, nontonya yang ada debat kusir melulu, ndak jenuh apa :D.

    2. Avatar Cahya

      Ha ha…, rupanya sering mondar-mandir di timeline ya, saya malah ndak tahu.

  3. Avatar Fad
    Fad

    Wah sama Bli,, Putri Ayu dan Dion memang memiliki pembawaan yang khas,, Saya suka Putri Ayu mungkin karena saya memang lebih menyukai musik klasik.  Saya juga kurang menyukai musik lokal, bukan berarti saya tidak cinta karya Indonesia, hanya karena ditelinga saya saja kurang asyik. Dari 100 lagu yang diperdengarkan di televisi mungkin 1 s/d 2 saja yang biasa saya suka dan akhirnya saya masukkan ke pemutar musik :D. Pas nonton Indonesian Idol yang pas Dion nyanyi lagu Tanjung Perak.. beda dan memang BAGUS BANGET…

    1. Avatar Cahya

      Yah, ada yang klop dengan Dion yang ini Fad :).

  4. Avatar Cahya

    Benar Mbak, jadi asyik semua.

  5. Avatar Applausr
    Applausr

    indonesian idol tuh sebenarnya bagus, tapi setelah itu kok ga ada yang terkenal ya.. jadi kasian mereka yang sudah juara…

    1. Avatar Cahya

      Nah, kalau itu saya juga kurang paham.

      1. Avatar die

        Saya lebih ndak paham mas, Indonesian Idol itu mahluk apaan?

  6. Avatar Zuhdi Travelife
    Zuhdi Travelife

    hmmm.. kalau saya sih lebih tertarik dengan entertainer macam standup comedy dan lain2. soalnya bikin ngakak. hehehe.. nice post uy 😀

Tinggalkan Balasan

Eksplorasi konten lain dari Bhyllabus l'énigme

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca