Saya mungkin tidak menulis banyak belakangan ini, jadi jika di sini sepi-sepi saja (dalam ukuran blog ini tentunya), mari saya perkenalkan dengan seorang narablog yang baru saja mulai mengelola blognya. Dia seorang penulis yang memiliki cita rasa yang berbeda dari saya – dan beberapa dari Anda mungkin menyukai tulisannya. Yang lebih bagus lagi, narablog satu ini selalu terbuka untuk pelbagai kritik dan masukkan.
Anda bisa mengunjunginya di Pariartha.Com – situs pribadinya yang baru saja diaktifkan beberapa waktu yang lalu. Sama seperti saya, dia adalah seorang dokter; hanya saat ini dia sedang menempuh program studi master untuk bidang medical education, bisa dikatakan karena salah satu mimpinya adalah mengembangkan sistem pendidikan kedokteran yang berbasis kompetensi tinggi tanpa meninggalkan nilai-nilai kemanusiaan.
Tidak seperti saya, dokter Pari – demikian dia sering dipanggil – adalah seorang komunikator dan negosiator dengan gaya persuasi yang handal. Anda mungkin sekali mendapat banyak sisi baru dari tulisan-tulisannya, termasuk juga yang akan ditulisnya di masa mendatang.
Pratampil Blog dr. I Made Pariartha.
Dengan filosofi khas-nya, bahwa kita belajar untuk kehidupan, bukan semata-mata untuk sekolah itu sendiri – dia adalah salah satu dari sedikit dokter yang saya kenal memegang idealisme profesi kemanusiaan ini dengan segenap jiwa raganya.
Nah, karena saya tidak ingin terlalu berkesan hiperbola di sini, maka saya persilakan Anda sekalian untuk mengunjungi dan berinteraksi langsung dengan Beliau. Jangan khawatir, dia tidak begitu suka formalitas, silakan Anda berkunjung dengan santai.
Faktor pria berkontribusi pada sekitar separuh kasus infertilitas pasangan, namun sering luput dari pemeriksaan awal. Artikel ini mengulas standar analisis sperma terbaru WHO edisi keenam serta bukti terkini mengenai pengaruh rokok, alkohol, berat badan, paparan panas, dan konsumsi gula terhadap kualitas dan integritas DNA sperma.
Muntah hebat yang datang berulang lalu hilang seolah tak pernah terjadi—inilah wajah cyclic vomiting syndrome, gangguan interaksi otak-usus yang sering disalahpahami sebagai gastroenteritis biasa. Artikel ini mengulas patofisiologi, kriteria diagnosis Rome IV, pembaruan pedoman NASPGHAN 2025, serta tata laksana berbasis bukti terkini bagi klinisi di layanan primer maupun rujukan.
Besok, 27 Agustus 2026, Jakarta akan menggadakan unjuk rasa besar oleh berbagai aliansi. Tuntutan termasuk pengesahan RUU Perampasan Aset dan hukuman mati bagi koruptor. Polda Metro Jaya telah menyiapkan pengamanan. Aksi ini dapat mempengaruhi IHSG dan rupiah, dengan proyeksi pergerakan cenderung sideways dalam beberapa hari ke depan.
Kombinasi vaksin mRNA personal (intismeran autogene) dan pembrolizumab terbukti unggul dibanding pembrolizumab tunggal dalam mencegah kekambuhan melanoma berisiko tinggi pasca-operasi, menurut hasil interim uji fase 3 INTerpath-001. Ini menjadi bukti fase 3 pertama untuk terapi neoantigen individual berbasis mRNA, meski data kelangsungan hidup keseluruhan masih ditunggu.
Studi kohort 20 tahun terhadap 112 ribu tenaga kesehatan AS mengungkap: minum minuman manis setiap hari bisa lebih dari menggandakan risiko kanker lambung—bukan lewat infeksi H. pylori, melainkan jalur metabolik seperti resistensi insulin dan peradangan. Bagaimana relevansinya dengan tren konsumsi gula di Indonesia yang terus melonjak? Simak ulasannya.
Commenting 101: “Be kind, and respect each other” // Bersikaplah baik, dan saling menghormati (Indonesian) // Soyez gentils et respectez-vous les uns les autres (French) // Sean amables y respétense mutuamente (Spanish) // 待人友善,互相尊重 (Chinese) // كونوا لطفاء واحترموا بعضكم البعض (Arabic) // Будьте добры и уважайте друг друга (Russian) // Seid freundlich und respektiert einander (German) // 親切にし、お互いを尊重し合いましょう (Japanese) // दयालु बनें, और एक दूसरे का सम्मान करें (Hindi) // Siate gentili e rispettatevi a vicenda (Italian)
Tinggalkan Balasan