A Cahya Legawa's Les pèlerins au-dessus des nuages

Akhirnya berakhir sudah masa penggunaan perpesanan instan Live Messenger yang dulunya menggunakan akun dari Microsoft, seperti Hotmail, MSN dan tentu saja Live. Sekarang migrasi sudah dilakukan ke Skype yang telah dimiliki oleh Microsoft. Saya pun menggabungkan akun Microsoft saya dengan Skype (yang awalnya menggunakan Gmail).

Skype saya biasanya justru aktif saat menggunakan Linux dibandingkan saat menggunakan Windows, alasannya sederhana, kualitas suaranya lebih jernih lewat Linux. Mengapa demikian? Saya sendiri tidak bisa menjelaskan.

Sudah lama saya mendapatkan pemberitahuan seperti ini:

Hello,

We are retiring the existing Messenger service globally (except for mainland China where Messenger will continue to be available) and bringing the great features of Messenger and Skype together. Update to Skype and sign in using a Microsoft Account (same as your Messenger ID) and all your Messenger contacts will be at your fingertips. You’ll be able to instant message and video chat with them just like before, and also discover new ways of staying in touch with Skype on your mobile and tablet.

Microsoft memang tampaknya sudah menyediakan Skype agar bisa diakses dipelbagai perangkat, kecuali saat ini belum ada aplikasi di Windows Phone rasanya (kenapa? – tanya kembali).

Migrasi
Proses penggabungan akun Microsoft dengan Skype dikerjakan pada aplikasi Skype 6.x di Windows Vista. Perlu meningkatkan versi Skype lawas jika fitur migrasi ini belum tersedia.

Skype adalah salah satu media komunikasi yang memiliki harga terjangkau, fitur VoIP-nya menjadi teknologi murah meriah untuk berhubungan dengan banyak orang di pelbagai belahan dunia. Fitur gratisnya memang terbatas, tapi tetap saya rasa bisa bermanfaat bagi banyak orang.

Bagi yang terbiasa menghubungi saya via Live Messenger, sekarang akan diteruskan ke layanan Skype. Kecuali Anda tinggi di Cina, maka sebaiknya segera gabungkan akun Live Messenger ke Skype.

Artikel Baru Terbit

  • Siklotimia: Ketika “Naik-Turun Suasana Hati” Bukan Sekadar Karakter
    Siklotimia adalah gangguan mood kronis yang ditandai ayunan hipomania dan depresi ringan selama minimal dua tahun, sering disalahartikan sebagai kepribadian labil. Artikel ini membahas kriteria diagnostik DSM-5-TR, risiko berkembang menjadi bipolar, serta tata laksana yang menempatkan psikoterapi sebagai lini pertama sebelum farmakoterapi.
  • Buah Delima dan Jantung yang Kaku: Mengenal Urolithin A, Harapan Baru untuk Gagal Jantung HFpEF
    Urolithin A, senyawa yang dihasilkan dari konsumsi buah delima, menunjukkan potensi dalam mengobati gagal jantung HFpEF dengan memperbaiki relaksasi otot jantung melalui aktivasi protein PKGIα. Meskipun hasil uji pada hewan dan jaringan manusia menjanjikan, uji klinis pada pasien masih diperlukan sebelum penerapan terapi ini.
  • Cyclospora: Parasit Mikroskopis yang Mengintai di Balik Sayuran dan Buah Segar
    Wabah cyclosporiasis melanda ratusan warga Amerika Serikat pada musim panas 2026, disebabkan parasit mikroskopis Cyclospora cayetanensis yang mencemari sayur dan buah segar. Artikel ini mengulas biologi parasit, gejala diare “meledak-ledak”, tantangan diagnosis laboratorium, terapi TMP-SMX, hingga relevansinya bagi keamanan pangan dan kewaspadaan klinis di Indonesia.
  • Ngopi Pagi di Sragen, Otot Lebih Padat: Apa Kata Riset Terbaru soal Kopi dan Komposisi Tubuh?
    Studi kohort Finlandia menemukan bahwa peminum kopi rutin memiliki lemak viseral lebih rendah dan massa otot lebih tinggi meskipun indeks massa tubuh serupa dibanding peminum kopi jarang. Pada pria, konsumsi kopi juga terkait dengan profil testosteron dan SHBG yang lebih baik, namun studi ini bersifat observasional dan tidak membuktikan hubungan sebab-akibat.
  • Faktor Kesuburan Pria: Sisi yang Sering Terlewat dalam Pencarian Momongan
    Faktor pria berkontribusi pada sekitar separuh kasus infertilitas pasangan, namun sering luput dari pemeriksaan awal. Artikel ini mengulas standar analisis sperma terbaru WHO edisi keenam serta bukti terkini mengenai pengaruh rokok, alkohol, berat badan, paparan panas, dan konsumsi gula terhadap kualitas dan integritas DNA sperma.

Commenting 101: “Be kind, and respect each other” // Bersikaplah baik, dan saling menghormati (Indonesian) // Soyez gentils et respectez-vous les uns les autres (French) // Sean amables y respétense mutuamente (Spanish) // 待人友善,互相尊重 (Chinese) // كونوا لطفاء واحترموا بعضكم البعض (Arabic) // Будьте добры и уважайте друг друга (Russian) // Seid freundlich und respektiert einander (German) // 親切にし、お互いを尊重し合いましょう (Japanese) // दयालु बनें, और एक दूसरे का सम्मान करें (Hindi) // Siate gentili e rispettatevi a vicenda (Italian)

4 tanggapan

  1. Avatar Zizy Damanik

    Kasihan juga itu Windows Messenger. Jadi ingat jaman dulu belum banyak saingannya, rasanya bangga banget gitu pake itu… 🙂

    1. Avatar Cahya

      Iya, rasanya paling bisa sendiri dulu. Tapi perkembangan teknologi memang tidak bisa ditahan.

  2. Avatar Applausr
    Applausr

    saya baru saja selesai download skype.. belum lagi coba cobanya.. belum ada lawan bicaranya sih..

  3. Avatar alief

    saya belum memanfaatkan skype ini sebagaimana mestinya bli, baru sekedar “punya”. Masih lebih sering make ym untuk komunikasi.

Tinggalkan Balasan

Eksplorasi konten lain dari Bhyllabus l'énigme

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca