A Cahya Legawa's Les pèlerins au-dessus des nuages

Di masa masih berjayanya Adobe Air (yang sekarang sudah tidak ada lagi), klien twitter atau aplikasi di jendela desktop untuk mengakses layanan Twitter dengan praktis menjadi begitu populer, sebut saja TweetDeck sebagai salah satunya – yang juga banyak digunakan tidak hanya di Windows namun juga Linux. Tampaknya Adobe Air mengalami keterpurukan, begitu juga klien Twitter yang berjalan menggunakannya.

Orang-orang beralih zaman menggunakan ponsel cerdas untuk berkomunikasi di jejaring sosial, termasuk halnya Twitter. Aplikasi yang berbasis ponsel cerdas berkembang dengan pesat, sementara aplikasi untuk komputer klasik seperti laptop dan desktop menjadi seakan-akan mengalami stagnasi panjang.

Sejak era Windows 8 dan dekstop bergaya metro, tampaknya ada lagi aplikasi Twitter yang muncul sebagai jawaban atas ada tidaknya klien yang cukup baik dan praktis digunakan pada sebuah komputer. Karena bagaimana pun dekatnya kita dengan perkakas bergerak teranyar, kebutuhan akan komputer masih tidak bisa terlepaskan.

MetroTwit bisa dikatakan sebagai aplikasi kelas atas untuk pengguna Windows 8, versi desktopnya tentu saja bisa bekerja pada Windows 8 Pro (yang saya gunakan), Windows 7 dan Vista. Sedangkan versi aplikasi metro memerlukan Windows 8.

MetroTwit
Tampilan jendela MetroTwit untuk Desktop pada Windows 8 Pro.

Sekilas melihat tampilannya, kesan metro dari Windows 8 langsung terasa. Untuk memasangnya, ada berkas pemanggil instalasi yang bisa diunduh dari situs resminya, aplikasi ini akan mengunduh dan memasang MetroTwit pada Windows. Ini bermakna, setiap kali memasang di sebuah komputer, kita memang harus mengunduh aplikasinya secara daring karena tidak disediakan berkas instalasi luring; alias kita akan selalu perlu koneksi Internet untuk memasangnya.

Ketika pertama kali menjalankan, nama pengguna dan sandi akan diminta. Namun hanya dibatasi untuk satu pengguna saja, Anda bisa dibilang ini adalah kelemahannya. Jika ingin menggunakan lebih banyak pengguna, maka versi berbayar MetroTwit Plus bisa dibeli seharag AUS$ 14.95 melalui PayPal atau kartu kredit, dan berlaku selamanya untuk jumlah komputer yang tidak terhingga.

Setelah meluncur, MetroTwit memang seperti yang dijanjikan, berjalan dengan mulus dan cepat. Mungkin karena berbekal Microsoft .NET teranyar. Jika Windows Anda sudah terkinikan, maka tidak akan masalah; tapi jika menggunakan Windows bajakan yang jarang diperbarui, maka saya tidak tahu masalah apa yang akan Anda hadapi. Tapi jika semuanya mulus, aplikasi ini akan berjalan seperti air mengalir di pancuran. Hanya saja jika Internet macet, aplikasi akan ikut macet dan mungkin tidak balik normal setelah Internet lancar kembali. Saya tidak tahu apakah ini bug atau tidak.

MetroTwit cukup ringan, menghabiskan sekitar 80 MB RAM, setara dengan menggunakan peramban Google Chrome untuk membuka satu jendela Twitter edisi web yang menggunakan sekitar 70 MB RAM. Tentu saja penggunaan ini bisa berfluktuasi.

Fitur setelan lumayan lengkap, pengguna diizinkan mengubah tema dan warna misalnya, hingga setelan penggunaan proxy bagi mereka yang memerlukannya. Layanan pemendek URL dan peta juga disertakan bagi pengguna untuk memilihnya.

PRO: Ringan, cepat, sederhana namun tampak modern, dan mudah digunakan sebagai klien twitter pada Windows.

KONTRA: Perlu sistem operasi dan NET Framework terkini, perlu internet stabil, sejumlah fitur hanya tersedia pada versi berbayar (akun jamak, dan tampilan tanpa iklan).

Bagi Anda yang berminat bisa mendapatkan aplikasi ini situs resmi MetroTwit dan memasangnya pada Windows 8 (atau Windows 7 dan Vista). Jika Anda memerlukan aplikasi gratis yang memungkinkan penggunaan akun jamak sekaligus, maka TweetDeck mungkin masih pilihan yang bisa dipertimbangkan.

Artikel Baru Terbit

  • Faktor Kesuburan Pria: Sisi yang Sering Terlewat dalam Pencarian Momongan
    Faktor pria berkontribusi pada sekitar separuh kasus infertilitas pasangan, namun sering luput dari pemeriksaan awal. Artikel ini mengulas standar analisis sperma terbaru WHO edisi keenam serta bukti terkini mengenai pengaruh rokok, alkohol, berat badan, paparan panas, dan konsumsi gula terhadap kualitas dan integritas DNA sperma.
  • Ketika Muntah Datang Seperti Badai yang Terjadwal: Mengenal Cyclic Vomiting Syndrome
    Muntah hebat yang datang berulang lalu hilang seolah tak pernah terjadi—inilah wajah cyclic vomiting syndrome, gangguan interaksi otak-usus yang sering disalahpahami sebagai gastroenteritis biasa. Artikel ini mengulas patofisiologi, kriteria diagnosis Rome IV, pembaruan pedoman NASPGHAN 2025, serta tata laksana berbasis bukti terkini bagi klinisi di layanan primer maupun rujukan.
  • Demo Besar 27 Agustus 2026: Apa yang Perlu Dicermati Pelaku Bursa Saham dalam Jangka Pendek
    Besok, 27 Agustus 2026, Jakarta akan menggadakan unjuk rasa besar oleh berbagai aliansi. Tuntutan termasuk pengesahan RUU Perampasan Aset dan hukuman mati bagi koruptor. Polda Metro Jaya telah menyiapkan pengamanan. Aksi ini dapat mempengaruhi IHSG dan rupiah, dengan proyeksi pergerakan cenderung sideways dalam beberapa hari ke depan.
  • Vaksin Kanker Personal Berbasis mRNA: Babak Baru Pencegahan Kambuhnya Melanoma
    Kombinasi vaksin mRNA personal (intismeran autogene) dan pembrolizumab terbukti unggul dibanding pembrolizumab tunggal dalam mencegah kekambuhan melanoma berisiko tinggi pasca-operasi, menurut hasil interim uji fase 3 INTerpath-001. Ini menjadi bukti fase 3 pertama untuk terapi neoantigen individual berbasis mRNA, meski data kelangsungan hidup keseluruhan masih ditunggu.
  • Segelas Manis, Risiko Ganda: Apa Kata Studi Terbaru tentang Minuman Berpemanis dan Kanker Lambung
    Studi kohort 20 tahun terhadap 112 ribu tenaga kesehatan AS mengungkap: minum minuman manis setiap hari bisa lebih dari menggandakan risiko kanker lambung—bukan lewat infeksi H. pylori, melainkan jalur metabolik seperti resistensi insulin dan peradangan. Bagaimana relevansinya dengan tren konsumsi gula di Indonesia yang terus melonjak? Simak ulasannya.

Commenting 101: “Be kind, and respect each other” // Bersikaplah baik, dan saling menghormati (Indonesian) // Soyez gentils et respectez-vous les uns les autres (French) // Sean amables y respétense mutuamente (Spanish) // 待人友善,互相尊重 (Chinese) // كونوا لطفاء واحترموا بعضكم البعض (Arabic) // Будьте добры и уважайте друг друга (Russian) // Seid freundlich und respektiert einander (German) // 親切にし、お互いを尊重し合いましょう (Japanese) // दयालु बनें, और एक दूसरे का सम्मान करें (Hindi) // Siate gentili e rispettatevi a vicenda (Italian)

Tinggalkan Balasan

Eksplorasi konten lain dari Bhyllabus l'énigme

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca