A Cahya Legawa's Les pèlerins au-dessus des nuages

Sudah beberapa bulan kabar BlackBerry Z3 Jakarta Edition beredar di dunia maya, dan bulan ini sudah masuk ke Indonesia. Beberapa hal tentang ponsel BlackBerry ini cukup menarik bagi saya untuk dilihat. Walaupun pihak BlackBerry pernah berkata tidak akan memproduksi ponsel cerdas murah, tapi melihat kisaran harga yang ditawarkan pada BlackBerry Z3 – tentu saja ini bisa dikatakan ponsel cerdas kelas bawah dan murah. Bandingkan saja dengan harga ponsel BlackBerry ketika era kejayaannya, tidak pernah ditawarkan semurah itu.

Bisa kita bayangkan, kini BlackBerry bersain di pasar ponsel cerdas murah dengan kisaran harga dua jutaan rupiah. Beberapa ponsel Android kelas menengah dan bawah juga ada pada kisaran harga tersebut, dan dengan sebuah merek tersendiri, BlackBerry sudah masuk ke dalamnya.

Dari segi fungsi sebagai sebuah telepon genggam, untuk menelepon dan menerima pesan sudah tidak perlu diragukan lagi, tidak hanya BlackBerry namun semua ponsel mampu melakukannya dengan cukup baik saat ini. Tapi BlackBerry Z3 berani menawarkan waktu bicara sekitar 15,5 jam; ini bukan sesuatu yang main-main. Saya tidak tahu, apakah ini benar-benar bisa diwujudkan, ponsel cerdas lainnya mungkin hanya bertahan dalam hitungan jam saja, tidak sampai belasan. Bagi yang suka mengobrol lama di telepon dan memerlukan sebuah smartphone, ini akan jadi pertimbangan sendiri. Kalau saya sendiri akan melihat, jika bisa memberikan waktu bicara lama, berarti daya tahan baterainya cukup baik.

Layar 5″ saya rasa sudah standar saat ini, dengan nilai jual seperti itu, kualitas layar mungkin akan biasa saja walau sudah dikatakan full HD. Bagi yang terbiasa melihat layar kualitas full HD, maka tidak akan banyak merasakan perbedaannya. Kamera yang dibawa juga cukup standar 5MP, fitur time-shift juga ada di sejumlah ponsel cerdas lainnya. Media penyimpanan internal 8GB, tidak begitu besar menurut saya, asalkan dikelola dengan baik akan sangat mencukupi dengan tambahan kartu memori luar.

Kemampuannya menjalankan aplikasi Android dari toko aplikasi pihak ketiga juga patut dipertimbangkan. Karena Android memenangkan pasar dengan banyak aplikasi di dalamnya, maka kemungkinan jika BlackBerry juga menawarkan hal yang serupa, peminat bisa beralih ke sini. Tapi pertimbangkan juga, bahwa aplikasi mungkin tidak semua bisa berjalan baik pada lingkungan yang bukan asalinya.

Lalu apa lagi yang menarik? Ah ya, tentu saja yang fenomenal BlackBerry Messenger atau BBM, karena ini adalah senjata andalan BlackBerry. Untuk edisi Jakarta, BBM memuat stiker khusus menurut BlackBerry. Saya sendiri bukan peminat stiker, tapi apa boleh buat jika dikirim stiker, paling hanya mengurangi kuota Internet.

Jika Anda tidak terlalu berminat dengan BlackBerry Z3 yang termasuk kelas bawah, Anda masih bisa membeli BlackBerry Z30 yang merupakan kelas atasnya, tentu saja harga sesuai dengan kualitas.

BLACKBERRY Z30 - Black (Garansi Resmi)

← Kembali

Terima kasih atas tanggapan Anda. ✨

Rating(wajib)

Artikel Baru Terbit

  • Nutri‑Level: Ketika Segelas Boba Mulai Punya “Rapor” Kesehatan
    Kementerian Kesehatan Indonesia menerbitkan KMK Nomor HK.01.07/MENKES/301/2026 untuk mengatur label gizi pada minuman siap saji, dikenal sebagai Nutri-Level. Sistem ini bertujuan mengurangi konsumsi gula, garam, dan lemak berlebih, yang dapat menyebabkan penyakit tidak menular. Kebijakan ini diharapkan meningkatkan kesadaran konsumen dan mendorong reformulasi produk.
  • Ketika Angka Kasus HIV Tidak Menceritakan Seluruh Kisah: Menata Ulang Surveilans di Era Penyakit Lanjut
    Panduan konsolidasi WHO 2026 memperbarui definisi kasus HIV dan menambahkan indikator pemantauan penyakit HIV lanjut. Ini penting bagi Indonesia, yang memiliki 564.000 ODHIV, untuk mengevaluasi kesiapan SIHA 2.1 dalam mendukung pencapaian target eliminasi HIV pada tahun 2030, dengan data diharapkan lebih akurat dan terintegrasi.
  • Permenkes Perbekalan Kesehatan 2026: Antara Visi Kemandirian dan Realitas Akses Obat di Lapangan
    Pada 17 April 2026, Menteri Kesehatan mengeluarkan Permenkes Nomor 5 Tahun 2026 yang mengatur perbekalan kesehatan. Regulasi ini mencakup produksi dalam negeri, pengendalian harga, dan transparansi, namun masih menghadapi tantangan implementasi. Kemandirian farmasi masih rendah, dengan ketergantungan pada impor dan ketersediaan obat yang tidak memadai.
  • Permenkes Penanggulangan Penyakit 2026: Satu Payung Hukum, Berlapis Konsekuensi bagi Fasilitas Kesehatan
    Menteri Kesehatan menerbitkan Permenkes Nomor 3 Tahun 2026 untuk konsolidasi pengaturan penanggulangan penyakit di Indonesia. Regulasi ini mencakup penanggulangan penyakit menular, tidak menular, kesehatan lingkungan, dan kesehatan matra, serta menyusun kewajiban baru bagi fasilitas kesehatan. Tantangan implementasi masih ada, terutama terkait ambang batas GGL yang belum ditetapkan.
  • The Dream That Keeps Breathing
    What if the size of a dream was never the point? Through a Javanese kite-maker’s parable and voices from Rumi to Marcus Aurelius, the Gita to the Dhammapada, this essay asks whether dreaming is less a destination than a form of breathing — one we must keep doing, gently, for as long as we wish to call what we’re living a life.

Commenting 101: “Be kind, and respect each other” // Bersikaplah baik, dan saling menghormati (Indonesian) // Soyez gentils et respectez-vous les uns les autres (French) // Sean amables y respétense mutuamente (Spanish) // 待人友善,互相尊重 (Chinese) // كونوا لطفاء واحترموا بعضكم البعض (Arabic) // Будьте добры и уважайте друг друга (Russian) // Seid freundlich und respektiert einander (German) // 親切にし、お互いを尊重し合いましょう (Japanese) // दयालु बनें, और एक दूसरे का सम्मान करें (Hindi) // Siate gentili e rispettatevi a vicenda (Italian)

Tinggalkan Balasan

Eksplorasi konten lain dari Bhyllabus l'énigme

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca