Setelah banyak pertimbangan, saya memutuskan untuk menutup kolom komentar/tanggapan pada blog ini yang berada pada tulisan yang sudah berusia lebih dari 1000 hari. Sedemikian hingga jika sudah tulisan mencapai usia 1000 hari, maka kolom tanggapan akan otomatis tertutup.
Saya berterima kasih kepada mereka yang sudah membaca tulisan lawas pada blog ini, hanya saja kebanyakan tanggapan tidak lagi bersifat memperkaya tulisan itu sendiri. Sedemikian hingga tidak terlalu bermanfaat bagi para pengunjung lainnya untuk sebuah tulisan lawas.
Serta tulisan lawas kadang mengundang spam, walau saya sampai saat ini sendiri mendapati “zero spam day” berkat Disqus, tapi bukan berarti spammer tidak berusaha masuk melalui pintu lainnya.
Jika memang ada tanggapan yang serius, maka dapat dilayangkan via surat elektronik atau twitter. Tentu saja semuanya tidak serta merta bisa ditanggapi balik dengan segera.
Tulisan lawas saya juga sudah banyak yang tidak diperbarui, dan sudah ada banyak tulisan baru sejenis yang lebih berisi informasi yang aktual. Dan diskusi yang sehat saya harapkan dapat diberikan pada tulisan-tulisan tersebut oleh siapapun penulisnya di dunia maya ini.
Selamat berjalan-jalan kembali di blog ini, dan mohon maaf jika keputusan ini mengganggu kenyamanan sejumlah pembaca.
Panduan tata laksana terbaru WHO 2026 untuk leishmaniasis viseral (kala-azar) dan PKDL di Afrika Timur dan Asia Tenggara memperkenalkan regimen pengobatan baru dan manajemen relapse, serta memperingatkan tentang efek samping mata dari miltefosin. Kewaspadaan klinis di Indonesia tetap penting karena mobilitas pekerja migran.
Artikel ini membahas pentingnya pengelolaan hak akses sistem informasi manajemen rumah sakit (SIMRS) dan rekam medis elektronik (RME) bagi staf PPA. Mengingat kasus akses yang terabaikan setelah pengunduran diri, dibutuhkan prinsip least privilege dan model joiner-mover-leaver untuk mencegah celah keamanan data pasien. Peninjauan berkala dan mekanisme akses darurat juga diperlukan untuk memastikan keamanan.
Downtime pada SIMRS/RME adalah risiko yang tidak terhindarkan bagi fasilitas kesehatan. Regulasi Permenkes 24/2022 dan STARKES mewajibkan rumah sakit memiliki prosedur serta pelatihan untuk mengatasi kondisi ini. Praktik terbaik internasional menekankan pentingnya sistem cadangan, dokumen manual, dan simulasi berkala untuk memastikan keselamatan pasien dan kelangsungan layanan.
Sosialisasi Prognas Juli 2026 menegaskan bahwa Program Pengendalian Resistensi Antimikroba (PPRA) adalah syarat kelulusan akreditasi rumah sakit, dengan kewajiban nilai 100%. Fokus utamanya adalah kesalahan administratif seperti tautan tidak valid dan dokumen tidak sesuai, yang dapat membuat laporan dianggap tidak sah, meminta perhatian khusus Tim PRA dan KPRS.
Kegagalan akreditasi rumah sakit sering disebabkan oleh nilai Bab Program Nasional yang harus mencapai 100%. Artikel ini menjelaskan sepuluh langkah praktis untuk memperbaiki pelaporan, termasuk pemantauan lintas unit, kalender tenggat, dan simulasi self-assessment, agar rumah sakit siap menghadapi survei akreditasi.
Commenting 101: “Be kind, and respect each other” // Bersikaplah baik, dan saling menghormati (Indonesian) // Soyez gentils et respectez-vous les uns les autres (French) // Sean amables y respétense mutuamente (Spanish) // 待人友善,互相尊重 (Chinese) // كونوا لطفاء واحترموا بعضكم البعض (Arabic) // Будьте добры и уважайте друг друга (Russian) // Seid freundlich und respektiert einander (German) // 親切にし、お互いを尊重し合いましょう (Japanese) // दयालु बनें, और एक दूसरे का सम्मान करें (Hindi) // Siate gentili e rispettatevi a vicenda (Italian)
Kalo saya sih pake Akismet aja mas, hehehe..
Jadi tetep pake kolom komentar bawaan WP.
Lumayan udah ampuh sih, hehehe…
Btw, keren ya bisa ditutup kolom komentarnya kalo udah lebih dr 1000 hari.
Baru tahu saya, wkwkwkwk 😆
Yang tergantung setelan di dalamnya juga Mas. Kalau disetel santai, ya kemungkinan banyak spam, kalau disetel ketat, biasanya paling setahun sekali muncul.
Tinggalkan Balasan