Seberapa banyak kita tahu tentang kebahagiaan. Mungkin tidak akan pernah hingga sesuatu mencuri hati kita. Demikianlah kata seekor kucing tua sambil memandang rembulan dari atas pagar dengan “pindang” yang baru diboyong dari rumah sebelah.
Kucing tua itu heran kenapa manusia suka marah padanya ketika ia hanya mengambil sepotong tuna atau bahkan sepotong tempe jatah si tukang kebun. Padahal si empunya rumah, sudah memiliki mobil mewah yang dia dapatkan dari menahan hati dan menghemat uang sampai cuma makan sekali dua kali sehari. Dan si kucing hanya mengambil sepotong tuna, bukan mobil si empunya.
Kucing tua itu sudah bahagia dengan sepotong tuna, meski melangkah dengan kaki telanjang di bawah rembulan dan kadang kehujanan tanpa mobil mewah layaknya si empunya rumah.
Sementara si empunya rumah masih berwajah merah, kesal menatap hanya tinggal ada sembilan tuna untuk mereka berempat malam itu. Sambil mengirim paket sumpah serapah pada si tua di atas tembok, dia membuang kebahagiaan untuk santap malam bersama.
Ketahuilah bahwa kehidupan tidak pernah mencuri kebahagiaan kita. Hanya kita yang kadang pikun sudah membuangnya di mana.
Artikel Baru Terbit
- Mitos Pola Makan Vegetarian dan Vegan: Fakta di Balik Tren Nabati di Indonesia
Delapan mitos seputar diet vegetarian dan vegan—dari kecukupan protein hingga risiko kanker payudara akibat kedelai—dibedah dengan bukti ilmiah terkini. Konteks Indonesia menunjukkan pola makan masyarakat sesungguhnya sudah didominasi pangan nabati seperti tempe dan tahu, sementara tantangan gizi nyata terletak pada keberagaman dan keseimbangan, bukan kategori diet semata. - Mitos Kesehatan Jiwa yang Masih Dipercaya: Membedah Stigma di Balik Fakta
Mitos seputar kesehatan jiwa—dari anggapan bahwa gangguan jiwa langka hingga stigma “gila” pada skizofrenia—masih membebani masyarakat Indonesia. Data SKI 2023 mengungkap kesenjangan akses pengobatan yang lebar dan praktik pemasungan yang bertahan. Artikel ini membedah sebelas mitos populer dengan bukti ilmiah dan konteks kebijakan kesehatan jiwa nasional. - Berapa Jam Sebenarnya Kita Butuh Tidur? Lima Mitos yang Perlu Diluruskan
Kebutuhan tidur bervariasi berdasarkan usia dan individu, bukan sekadar “8 jam”. Tubuh tidak dapat dilatih untuk butuh tidur lebih sedikit. Tidur siang singkat 10–20 menit justru bermanfaat. Tidak semua hewan tidur seperti manusia. Terlalu banyak tidur juga berisiko. Dan meski kurang tidur jarang membunuh langsung, microsleep akibatnya menewaskan ribuan orang di jalan Indonesia setiap tahun. - Gula Darah Tinggi yang Diam-Diam Merusak: Memahami Diabetes Melitus Tipe 2
Diabetes melitus tipe 2 menyerang diam-diam—hanya satu dari 4-5 penyandang di Indonesia yang menyadari kondisinya. Artikel ini membahas patofisiologi resistansi insulin, kriteria diagnosis PERKENI, peran SGLT2 inhibitor dan GLP-1 receptor agonist dalam terapi terkini, serta kesenjangan akses pembiayaan JKN/BPJS terhadap golongan obat baru tersebut. - Empat Pembaruan Kunci Pedoman Malaria WHO 2026: Apa yang Berubah dan Apa Artinya bagi Indonesia
WHO mengeluarkan pembaruan pedoman malaria pada September 2026, mencakup empat perubahan penting: pencegahan malaria pada ibu hamil dengan HIV, batas penggunaan primakuin dosis tunggal, formulasi baru artemether-lumefantrine untuk bayi <5 kg, serta peninjauan jadwal vaksin. Pembaruan ini relevan untuk Indonesia, khususnya Papua sebagai daerah berisiko tinggi.
Commenting 101: “Be kind, and respect each other” // Bersikaplah baik, dan saling menghormati (Indonesian) // Soyez gentils et respectez-vous les uns les autres (French) // Sean amables y respétense mutuamente (Spanish) // 待人友善,互相尊重 (Chinese) // كونوا لطفاء واحترموا بعضكم البعض (Arabic) // Будьте добры и уважайте друг друга (Russian) // Seid freundlich und respektiert einander (German) // 親切にし、お互いを尊重し合いましょう (Japanese) // दयालु बनें, और एक दूसरे का सम्मान करें (Hindi) // Siate gentili e rispettatevi a vicenda (Italian)
Satu tanggapan
-
great reminder 🙂

Tinggalkan Balasan