Banyak yang sudah mulai mencoba dan beralih ke Plasma Desktop milik KDE 5, namun saya masih ada di Gnome 3.16 dengan menggunakan Gnome Shell tentu saja – walau kadang melirik Budgie Desktop juga. Juga dengan resminya openSUSE Tumbleweed menggunakan KDE 5 – Plasma Desktop, berarti sebentar lagi pengguna KDE akan melejit lebih banyak lagi, karena tidak bisa dipungkiri banyak pratilik yang tersebar di dunia maya membuat penasaran akan keindahan yang ditampilkan Plasma Desktop.
KDE adalah kekuatan power user, Anda bisa melakukan banyak hal dengan KDE, termasuk cuci mata dengan fitur-fitur yang eye candy. Mereka yang baru pindah dari Windows, saya rasa akan sangat puas dengan bagaimana KDE memoles tampilannya.
Meskipun KDE dikatakan lebih ramah sumber daya (atau lebih ringan dibandingkan Gnome), dan saya rasa juga demikian; tidak lantas membuat saya pindah menuju desktop serba bisa tersebut. Sesuatu menahan saya tetap berada di Gnome, sebuah lingkungan kerja yang sederhana dan mumpuni.
Gnome shell memang berat, apalagi untuk netbook yang dipacu oleh Intel Sandybridge Mobile Celeron 1,1 GHz, meskipun dengan RAM 4 GB, tetaptampaknya tidak akan selancar menggunakan Plasma Desktop (menurut perkiraan saya). Oleh karena keterbatasan ini, saya terpaksa melepas openSUSE – sampai mungkin saya berjodoh dengan mesin yang lebih tangguh; saya menggunakan rilis distribusi yang lebih ramah sumber daya untuk tetap mendapatkan Gnome dengan cukup ringan.
Saya bukan penggemar Mac OS, dan memang tidak punya kemampuan finansial untuk menjangkau mesin kelas atas tersebut. Tapi lingkungan yang ditawarkan Gnome mungkin bisa efektif seperti menggunakan Mac OS. Kalau masalah kemiripan, sepertinya malah tidak mirip sama sekali.
Keep It Simple, Stupid! – KISS, suasana kerja yang sederhana adalah yang saya perlukan. Dibandingkan menggunakan Plasma Dekstop dan mencoba memuaskan dahaga akan “telur paskah” di dalamnya, saya lebih senang dengan situasi tentang, it’s a sanctuary, dan bekerja dengan nyaman.
Bagaimana dengan Anda sendiri? Apakah sudah beralih ke Plasma Desktop atau masih bertahan dengan yang sebelumnya Anda gunakan?
Panduan konsolidasi WHO 2026 memperbarui definisi kasus HIV dan menambahkan indikator pemantauan penyakit HIV lanjut. Ini penting bagi Indonesia, yang memiliki 564.000 ODHIV, untuk mengevaluasi kesiapan SIHA 2.1 dalam mendukung pencapaian target eliminasi HIV pada tahun 2030, dengan data diharapkan lebih akurat dan terintegrasi.
Pada 17 April 2026, Menteri Kesehatan mengeluarkan Permenkes Nomor 5 Tahun 2026 yang mengatur perbekalan kesehatan. Regulasi ini mencakup produksi dalam negeri, pengendalian harga, dan transparansi, namun masih menghadapi tantangan implementasi. Kemandirian farmasi masih rendah, dengan ketergantungan pada impor dan ketersediaan obat yang tidak memadai.
Menteri Kesehatan menerbitkan Permenkes Nomor 3 Tahun 2026 untuk konsolidasi pengaturan penanggulangan penyakit di Indonesia. Regulasi ini mencakup penanggulangan penyakit menular, tidak menular, kesehatan lingkungan, dan kesehatan matra, serta menyusun kewajiban baru bagi fasilitas kesehatan. Tantangan implementasi masih ada, terutama terkait ambang batas GGL yang belum ditetapkan.
What if the size of a dream was never the point? Through a Javanese kite-maker’s parable and voices from Rumi to Marcus Aurelius, the Gita to the Dhammapada, this essay asks whether dreaming is less a destination than a form of breathing — one we must keep doing, gently, for as long as we wish to call what we’re living a life.
WHO merilis tinjauan tentang 18 senyawa PFAS prioritas yang mencemari makanan dan air minum, serta enam kategori efek kesehatan seperti kanker dan gangguan metabolik. Makanan menjadi jalur pajanan utama. Temuan ini menunjukkan perlunya Indonesia memperkuat pemantauan PFAS untuk meningkatkan keamanan pangan dan air minum.
Commenting 101: “Be kind, and respect each other” // Bersikaplah baik, dan saling menghormati (Indonesian) // Soyez gentils et respectez-vous les uns les autres (French) // Sean amables y respétense mutuamente (Spanish) // 待人友善,互相尊重 (Chinese) // كونوا لطفاء واحترموا بعضكم البعض (Arabic) // Будьте добры и уважайте друг друга (Russian) // Seid freundlich und respektiert einander (German) // 親切にし、お互いを尊重し合いましょう (Japanese) // दयालु बनें, और एक दूसरे का सम्मान करें (Hindi) // Siate gentili e rispettatevi a vicenda (Italian)
Tinggalkan Balasan