Saya tidak tahu, apa banyak hal di negeri ini merupakan sesuatu yang dadakan? Selama ini saya selalu mendapatkan pemberitahuan untuk pertemuan hampir semuanya selalu bersifat dadakan. Entah itu pemberitahuan dari kantor pemerintahan, ataupun badan publik independen. Bersyukur saja kalau undangan sudah datang 2 x 24 jam sebelum acara, bahkan ada undangan yang datang beberapa jam sebelum acara rapat koordinasi, pertemuan dan sebagainya. Dan ada juga undangan yang datang setelah lewat waktunya.
Mungkin dari zaman Roro Jonggrang, negeri ini memang negeri dadakan. Bayangkan saja jika kita diminta untuk membangun seribu candi dalam semalam, dan dimintanya sehari sebelumnya lagi, apa tidak pusing? Tapi memang ‘katanya’ Prambanan kemudian dibangun dalam semalam saja.
Lalu setelah ‘katanya’ sebagian besar Indonesia dijajah tiga ratus tahun lebih dan melalui upaya panjang untuk meraih kemerdekaan. Secara mendadak Bung Karno diculik dan kemudian mendadak mengumumkan kemerdekaan. Weh, ajaibnya, kita kemudian menjadi bangsa yang merdeka – dan perlahan-lahan melalui darah yang tidak sedikit mendapatkan pengakuan dari dunia.
Dan hingga kini, kebiasaan ini terbawa. Generasi muda kita semua tahu dengan SKS – sistem kebut selama. Semalam sebelum ulangan atau ujian, pelajar kita akan memperlihatkan semangat juang ‘45 – membuat persiapan sebanyak-banyaknya secara dadakan.
Dan ketika menjadi pekerja, maka banyak pekerjaan yang ‘no hit no run’ – jika belum mepet belum akan selesai dikerjakan, dan begitu alarm bunyi langsung main kebut untuk menyelesaikan banyak tugas dan proyek.
Sepertinya budaya dadakan ini sudah mendarah daging di negeri ini. Kalau tidak demikian terasa seperti rujak tanpai cabe, atau sayur tanpa garam – kurang maknyuss…
Tapi karena istilah negeri dadakan sepertinya kok bernada konotatif, maka lebih enak didengar bahwa orang-orang di negeri kita ‘pintar’ dalam memanfaatkan ‘momentum yang tepat’.
Panduan konsolidasi WHO 2026 memperbarui definisi kasus HIV dan menambahkan indikator pemantauan penyakit HIV lanjut. Ini penting bagi Indonesia, yang memiliki 564.000 ODHIV, untuk mengevaluasi kesiapan SIHA 2.1 dalam mendukung pencapaian target eliminasi HIV pada tahun 2030, dengan data diharapkan lebih akurat dan terintegrasi.
Pada 17 April 2026, Menteri Kesehatan mengeluarkan Permenkes Nomor 5 Tahun 2026 yang mengatur perbekalan kesehatan. Regulasi ini mencakup produksi dalam negeri, pengendalian harga, dan transparansi, namun masih menghadapi tantangan implementasi. Kemandirian farmasi masih rendah, dengan ketergantungan pada impor dan ketersediaan obat yang tidak memadai.
Menteri Kesehatan menerbitkan Permenkes Nomor 3 Tahun 2026 untuk konsolidasi pengaturan penanggulangan penyakit di Indonesia. Regulasi ini mencakup penanggulangan penyakit menular, tidak menular, kesehatan lingkungan, dan kesehatan matra, serta menyusun kewajiban baru bagi fasilitas kesehatan. Tantangan implementasi masih ada, terutama terkait ambang batas GGL yang belum ditetapkan.
What if the size of a dream was never the point? Through a Javanese kite-maker’s parable and voices from Rumi to Marcus Aurelius, the Gita to the Dhammapada, this essay asks whether dreaming is less a destination than a form of breathing — one we must keep doing, gently, for as long as we wish to call what we’re living a life.
WHO merilis tinjauan tentang 18 senyawa PFAS prioritas yang mencemari makanan dan air minum, serta enam kategori efek kesehatan seperti kanker dan gangguan metabolik. Makanan menjadi jalur pajanan utama. Temuan ini menunjukkan perlunya Indonesia memperkuat pemantauan PFAS untuk meningkatkan keamanan pangan dan air minum.
Commenting 101: “Be kind, and respect each other” // Bersikaplah baik, dan saling menghormati (Indonesian) // Soyez gentils et respectez-vous les uns les autres (French) // Sean amables y respétense mutuamente (Spanish) // 待人友善,互相尊重 (Chinese) // كونوا لطفاء واحترموا بعضكم البعض (Arabic) // Будьте добры и уважайте друг друга (Russian) // Seid freundlich und respektiert einander (German) // 親切にし、お互いを尊重し合いましょう (Japanese) // दयालु बनें, और एक दूसरे का सम्मान करें (Hindi) // Siate gentili e rispettatevi a vicenda (Italian)
Saya setuju. Sama saja dimana-mana termasuk juga di pemerintahan pusat. Kadang-kadang saya terima disposisi yang deadlinenya hari itu juga. Padahal surat atau apalah yang jadi dasar pelaksanaan tugas itu sudah diterima beberapa hari sebelumnya.
Ya begitulah. 🙂
Saya setuju. Sama saja dimana-mana, termasuk di pemerintahan pusat. Kadang2 suka datang disposisi utk kerjakan satu tugas. Setelah saya baca, ternyata deadlinenya hari ini, padahal surat atau apalah yg jadi dasar pemberian tugas itu sudah diterina sejak beberapa hari sebelumnya.
Tapi ya begitulah. 🙂
Tinggalkan Balasan