Beberapa waktu yang lalu beruntung bisa menyaksikan film animasi Kingsglaive: Final Fantasy XV. Sebuah film yang dibuat berdasarkan alur video game Final Fantasy XV dalam sebuah kisah yang pararel. Sudah sejak lama tidak ada film Final Fantasy, sejak Advent Children sekitar sepuluh tahun yang lalu.
Sayangnya saya tidak punya PlayStation untuk memainkan video game yang satu ini. Padahal menunggunya sudah lama.
Secara umum, saya suka film animasi Kingsglaive ini, karena efek grafis komputer yang memanjakan mata.
Tapi kisahnya tidak cukup kuat, dan memang digunakan untuk memancing para pelanggan PlayStation untuk membeli video game ini. Sehingga ada terasa yang kurang bagi saya.
Berbeda ketika menonton Advent Children, saya sudah memainkan dan menyelesaikan video game-nya (hingga beberapa kali). Sehingga ada kesan nostalgia yang sangat kental ketika menyaksikannya.
Sedemikian hingga, film ini tidak terlalu bagus – bahkan mungkin biasa-biasa saja, namun demikian saya menyukainya – karena nuansa Final Fantasy yang kental di dalamnya.
Studi fase 3b terbaru di JAMA Network Open melaporkan 54% perempuan dengan ISK tanpa komplikasi merasakan gejala membaik dalam 24 jam setelah gepotidacin. Namun desain studinya satu lengan, tanpa pembanding dan tanpa penyamaran. Artikel ini membedah angka, keterbatasan, keamanan, serta relevansinya bagi praktik klinis dan pengendalian resistansi antibiotik di Indonesia.
Bahu adalah sendi paling sering mengalami dislokasi di tubuh manusia—dan salah tangani bisa berujung ketidakstabilan berulang. Artikel ini mengulas mekanisme cedera, lesi Bankart dan Hill-Sachs, protokol reduksi dan imobilisasi terkini, hingga kapan operasi seperti Bankart repair atau Latarjet diperlukan, lengkap dengan konteks layanan ortopedi di Indonesia.
Laporan Direktur Regional WHO Pasifik Barat untuk periode Juli 2025–Juni 2026 memuat bab khusus Indonesia. BPOM naik kelas sebagai WHO Listed Authority dan wabah polio dinyatakan selesai, tetapi hanya 5% penderita hipertensi yang terkendali dan cakupan campak dosis kedua masih 78%.
WHO merilis paket panduan 2026 untuk mencegah penyakit akibat panas di acara massal. Intinya: nilai risiko sejak awal, pasang pelindung berlapis seperti air minum, area pendingin, dan jalur rujukan, tentukan tingkat eskalasi sebelum acara, serta ubah pesan “minum air” menjadi arahan yang didukung layanan nyata. Relevan bagi penyelenggara di Indonesia.
Commenting 101: “Be kind, and respect each other” // Bersikaplah baik, dan saling menghormati (Indonesian) // Soyez gentils et respectez-vous les uns les autres (French) // Sean amables y respétense mutuamente (Spanish) // 待人友善,互相尊重 (Chinese) // كونوا لطفاء واحترموا بعضكم البعض (Arabic) // Будьте добры и уважайте друг друга (Russian) // Seid freundlich und respektiert einander (German) // 親切にし、お互いを尊重し合いましょう (Japanese) // दयालु बनें, और एक दूसरे का सम्मान करें (Hindi) // Siate gentili e rispettatevi a vicenda (Italian)
Tinggalkan Balasan