A Cahya Legawa's Les pèlerins au-dessus des nuages

Film Assassin’s Creed adalah film yang saya tonton saat tahun baru kemarin di sinema. Awalnya hendak menonton Rogue One (Star Wars), namun yang ada ternyata hanya pada jam di mana kami tidak menonton bersama. Akhirnya, jadilah film yang dibintangi oleh Michael Fassbender yang kami tonton.

Saya tahu film bertema fiksi ilmiah dan fiksi sejarah ini diangkat dari permainan video dengan judul senama, namun karena saya tidak pernah memainkan video game-nya, jadi saya tidak memiliki harapan tertentu akan film yang satu ini.

Di sini dikisahkan tentang seorang keturunan dari ‘creed’ yang bernama Cal Lynch dan merupakan garis keturunan satu-satunya dari Aguilar yang merupakan anggota terakhir dari ‘creed’ yang mengetahui keberadaan sesuatu yang diinginkan oleh para Templar sejak dahulu kala. Dengan teknologi terbaru yang dimiliki Templar, mereka berusaha melacak ingatan Aguilar dari kode genetik Cal. Ini membawa Cal mengamati masa lalu di era Aguilar menjadi Assassin dan melewati pelbagai perang dan petualangan di era abad pertengahan.

Film ini menyuguhkan detail grafis yang menarik, mungkin sensasi menjadi nyata seperti ketika saya menyaksikan cuplikan ‘play teaser’ dari video game-nya. Mengingatkan saya ketika menonton Prince of Persia.

Sayang, jalan cerita agak sedikit monoton. Mungkin karena memang kebanyakan adaptasi dari video game demikian (kecuali yang seperti Final Fantasy). Jalan ceritanya juga terkesan tidak tuntas, namun ragu apakah kualitas jika ada lanjutan akan lebih baik? Sedemikian hingga, Anda mungkin akan mempertimbangkan untuk menonton di bioskop atau membeli Blue-Ray-nya. It is good, but it could be better – itu kesan saya.

Tapi setidaknya, ini tidak seburuk Suicide Squad, jadi Anda masih bisa mempertimbangkan untuk menontonnya ketika waktu luang.

Artikel Baru Terbit

  • Bayi Tabung dan Godaan “Layanan Tambahan”: Mana yang Benar-Benar Terbukti Menaikkan Peluang Hamil?
    Program IVF di Indonesia tak ditanggung BPJS dan bisa menghabiskan puluhan hingga ratusan juta rupiah. Di tengah biaya besar itu, klinik kerap menawarkan add-ons seperti PGT-A, ICSI, atau assisted hatching. Artikel ini mengulas bukti ilmiah terkini di balik masing-masing prosedur tambahan tersebut—dan mana yang benar-benar layak dipertimbangkan.
  • Ketika Langit Kalimantan Menguning: Panduan Tanggap Darurat Kesehatan Menghadapi Kabut Asap Karhutla
    Kabut asap akibat kebakaran hutan di Kalimantan pada tahun 2026 menyebabkan lonjakan infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di berbagai daerah. Artikel ini menyajikan dampak kesehatan dari partikulat PM2,5, pengalaman dari krisis asap sebelumnya, serta panduan tanggap darurat untuk pemerintah dan masyarakat guna melindungi kesehatan.
  • 7 Alternatif Microsoft Office Terbaik untuk Linux: Mana yang Cocok untuk Anda?
    Microsoft tidak merilis Office untuk Linux, namun terdapat alternatif menarik seperti LibreOffice, WPS Office, dan ONLYOFFICE. Masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan, tergantung pada kebutuhan pengguna. Pilihan yang tepat harus disesuaikan dengan prioritas kerja, baik itu untuk kolaborasi, kenyamanan antarmuka, atau penggunaan ringan.
  • Panduan Instalasi Claude di 10 Distribusi Linux Populer
    Claude dapat diinstal di Linux melalui dua cara resmi: Claude Desktop (GUI) untuk Ubuntu/Debian dan Claude Code (CLI) yang lebih mendukung berbagai distro. Instalasi dapat bervariasi tergantung pada distro yang digunakan, dan ada juga paket komunitas yang tidak resmi. Pastikan memeriksa sumbernya sebelum memasang.
  • Komposisi Tim IT Rumah Sakit: Peran, Keahlian, dan Fungsi yang Sebenarnya Dibutuhkan
    Permenkes 82/2013 hanya mensyaratkan empat kualifikasi dasar untuk staf IT rumah sakit — jauh dari cukup di era kewajiban integrasi SATUSEHAT dan ancaman siber yang nyata. Artikel ini memetakan delapan fungsi inti tim IT fasyankes, keahlian yang dibutuhkan tiap peran, serta cara menyesuaikan komposisi tim dengan skala dan anggaran rumah sakit maupun klinik.

Commenting 101: “Be kind, and respect each other” // Bersikaplah baik, dan saling menghormati (Indonesian) // Soyez gentils et respectez-vous les uns les autres (French) // Sean amables y respétense mutuamente (Spanish) // 待人友善,互相尊重 (Chinese) // كونوا لطفاء واحترموا بعضكم البعض (Arabic) // Будьте добры и уважайте друг друга (Russian) // Seid freundlich und respektiert einander (German) // 親切にし、お互いを尊重し合いましょう (Japanese) // दयालु बनें, और एक दूसरे का सम्मान करें (Hindi) // Siate gentili e rispettatevi a vicenda (Italian)

Tinggalkan Balasan

Eksplorasi konten lain dari Bhyllabus l'énigme

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca