Film Assassin’s Creed adalah film yang saya tonton saat tahun baru kemarin di sinema. Awalnya hendak menonton Rogue One (Star Wars), namun yang ada ternyata hanya pada jam di mana kami tidak menonton bersama. Akhirnya, jadilah film yang dibintangi oleh Michael Fassbender yang kami tonton.
Saya tahu film bertema fiksi ilmiah dan fiksi sejarah ini diangkat dari permainan video dengan judul senama, namun karena saya tidak pernah memainkan video game-nya, jadi saya tidak memiliki harapan tertentu akan film yang satu ini.
Di sini dikisahkan tentang seorang keturunan dari ‘creed’ yang bernama Cal Lynch dan merupakan garis keturunan satu-satunya dari Aguilar yang merupakan anggota terakhir dari ‘creed’ yang mengetahui keberadaan sesuatu yang diinginkan oleh para Templar sejak dahulu kala. Dengan teknologi terbaru yang dimiliki Templar, mereka berusaha melacak ingatan Aguilar dari kode genetik Cal. Ini membawa Cal mengamati masa lalu di era Aguilar menjadi Assassin dan melewati pelbagai perang dan petualangan di era abad pertengahan.
Film ini menyuguhkan detail grafis yang menarik, mungkin sensasi menjadi nyata seperti ketika saya menyaksikan cuplikan ‘play teaser’ dari video game-nya. Mengingatkan saya ketika menonton Prince of Persia.
Sayang, jalan cerita agak sedikit monoton. Mungkin karena memang kebanyakan adaptasi dari video game demikian (kecuali yang seperti Final Fantasy). Jalan ceritanya juga terkesan tidak tuntas, namun ragu apakah kualitas jika ada lanjutan akan lebih baik? Sedemikian hingga, Anda mungkin akan mempertimbangkan untuk menonton di bioskop atau membeli Blue-Ray-nya. It is good, but it could be better – itu kesan saya.
Tapi setidaknya, ini tidak seburuk Suicide Squad, jadi Anda masih bisa mempertimbangkan untuk menontonnya ketika waktu luang.
Apa pengalaman wisata terburuk Anda? Travel is often described as a series of moments—some breathtaking, some challenging, and a few unforgettable for all the wrong reasons. Among the many misfortunes a traveler can encounter, from lost luggage to sudden illness, there is one that cuts deeper than most: meeting a scammer. It is not merely… Read more: The Worst Moment in Travel: The Smiling Stranger Who Steals More Than Money
Risk register rumah sakit umumnya didominasi oleh risiko klinis, sementara risiko non-klinis seperti keuangan, SDM, dan TI sering diabaikan. Artikel ini menjelaskan pentingnya manajemen risiko terintegrasi, kategori risiko wajib menurut STARKES, serta penerapan matriks 5×5 untuk menyusun risk register yang lebih komprehensif dan seimbang.
Sebuah bayi lahir di ohoi sebelah menjelang subuh. Beberapa hari kemudian, di ruang kelas berbangku papan, Raka mengajukan satu pertanyaan yang tidak ada jawabannya di buku.
Nasihat wisata apa yang selalu Anda ikuti? The allure of travel lies in the promise of the unknown—new landscapes, unfamiliar cultures, and the thrill of discovery. Yet, beneath the shimmering surface of adventure lies a bedrock of practical preparation that is often overlooked. While the spontaneous spirit of a journey is to be cherished, it… Read more: Before Travelling
Commenting 101: “Be kind, and respect each other” // Bersikaplah baik, dan saling menghormati (Indonesian) // Soyez gentils et respectez-vous les uns les autres (French) // Sean amables y respétense mutuamente (Spanish) // 待人友善,互相尊重 (Chinese) // كونوا لطفاء واحترموا بعضكم البعض (Arabic) // Будьте добры и уважайте друг друга (Russian) // Seid freundlich und respektiert einander (German) // 親切にし、お互いを尊重し合いましょう (Japanese) // दयालु बनें, और एक दूसरे का सम्मान करें (Hindi) // Siate gentili e rispettatevi a vicenda (Italian)
Tinggalkan Balasan