Film Assassin’s Creed adalah film yang saya tonton saat tahun baru kemarin di sinema. Awalnya hendak menonton Rogue One (Star Wars), namun yang ada ternyata hanya pada jam di mana kami tidak menonton bersama. Akhirnya, jadilah film yang dibintangi oleh Michael Fassbender yang kami tonton.
Saya tahu film bertema fiksi ilmiah dan fiksi sejarah ini diangkat dari permainan video dengan judul senama, namun karena saya tidak pernah memainkan video game-nya, jadi saya tidak memiliki harapan tertentu akan film yang satu ini.
Di sini dikisahkan tentang seorang keturunan dari ‘creed’ yang bernama Cal Lynch dan merupakan garis keturunan satu-satunya dari Aguilar yang merupakan anggota terakhir dari ‘creed’ yang mengetahui keberadaan sesuatu yang diinginkan oleh para Templar sejak dahulu kala. Dengan teknologi terbaru yang dimiliki Templar, mereka berusaha melacak ingatan Aguilar dari kode genetik Cal. Ini membawa Cal mengamati masa lalu di era Aguilar menjadi Assassin dan melewati pelbagai perang dan petualangan di era abad pertengahan.
Film ini menyuguhkan detail grafis yang menarik, mungkin sensasi menjadi nyata seperti ketika saya menyaksikan cuplikan ‘play teaser’ dari video game-nya. Mengingatkan saya ketika menonton Prince of Persia.
Sayang, jalan cerita agak sedikit monoton. Mungkin karena memang kebanyakan adaptasi dari video game demikian (kecuali yang seperti Final Fantasy). Jalan ceritanya juga terkesan tidak tuntas, namun ragu apakah kualitas jika ada lanjutan akan lebih baik? Sedemikian hingga, Anda mungkin akan mempertimbangkan untuk menonton di bioskop atau membeli Blue-Ray-nya. It is good, but it could be better – itu kesan saya.
Tapi setidaknya, ini tidak seburuk Suicide Squad, jadi Anda masih bisa mempertimbangkan untuk menontonnya ketika waktu luang.
Rekam medis elektronik dan troli emergensi membuat banyak orang bertanya: apakah resep CITO masih perlu? Artikel ini menjelaskan bahwa kegawatan sejati ditangani lewat protokol dan stok ruangan, sedangkan CITO tetap berguna untuk terapi mendesak di luar stok, asalkan kriterianya jelas, terukur, dan diaudit secara rutin oleh tim mutu rumah sakit.
Servisitis adalah peradangan leher rahim yang sering tanpa gejala, namun dapat berujung radang panggul dan gangguan kesuburan. Kenali keputihan abnormal dan perdarahan pascasenggama, pahami cara diagnosis serta pengobatannya oleh dokter, dan ketahui mengapa pasangan perlu ikut diobati serta bagaimana pencegahannya.
Gangguan disosiatif melibatkan pemisahan kesadaran, ingatan, dan identitas, sering akibat trauma masa kecil. Dalam konteks Indonesia, gangguan trance-kerasukan diasosiasikan dengan fenomena kesurupan. Diagnosis sering terlambat karena gejala tumpang tindih dengan gangguan lain. Terapi berorientasi fase adalah pendekatan standar untuk penanganan gangguan ini.
Studi fase 3b terbaru di JAMA Network Open melaporkan 54% perempuan dengan ISK tanpa komplikasi merasakan gejala membaik dalam 24 jam setelah gepotidacin. Namun desain studinya satu lengan, tanpa pembanding dan tanpa penyamaran. Artikel ini membedah angka, keterbatasan, keamanan, serta relevansinya bagi praktik klinis dan pengendalian resistansi antibiotik di Indonesia.
Commenting 101: “Be kind, and respect each other” // Bersikaplah baik, dan saling menghormati (Indonesian) // Soyez gentils et respectez-vous les uns les autres (French) // Sean amables y respétense mutuamente (Spanish) // 待人友善,互相尊重 (Chinese) // كونوا لطفاء واحترموا بعضكم البعض (Arabic) // Будьте добры и уважайте друг друга (Russian) // Seid freundlich und respektiert einander (German) // 親切にし、お互いを尊重し合いましょう (Japanese) // दयालु बनें, और एक दूसरे का सम्मान करें (Hindi) // Siate gentili e rispettatevi a vicenda (Italian)
Tinggalkan Balasan