Penyakit anthrax secara alami umumnya lebih sering menyerang hewan pemamah biak, namun tidak jarang kasusnya juga terjadi pada manusia. Beberapa hari belakangan ini, isu anthrax kembali merebak di Yogyakarta. Kali ini, penulis akan membagi sedikit saduran tanya jawab tentang anthrax yang dialihbahasakan dari situs WHO1.  Kondisi yang anthrax selama mendapatkan penanganan medis yang tepat dan segera, umumnya dapat sembuh dengan baik. Potensi bahaya yang lebih tinggi umumnya jika ditemukan terjadi kasus anthrax paru, yang mengarahkan kecurigaan pada kemungkinan bioterorisme. Tanya jawab di bawah juga memunculkan sedikit mengenai kekhususan tersebut.

Anthrax
Ilustrasi infeksi antraks kulit. Sumber gambar: eurosurveilance.org

Apa yang dimaksud Anthrax?
Anthrax (antraks) merupakan penyakit yang disebabkan oleh suatu bakteri yang disebut Bacillus anthracis. Merupakan penyakit yang sudah ada sejak ratusan tahun dan masih terjadi secara alami baik pada hewan maupun manusia di pelbagai belahan dunia, termasuk Asia, Eropa selatan, Afrika sub-sahara, dan beberapa bagian dari Australia. Bakteri anthrax dapat bertahan hidup dalam lingkungan dengan membentuk spora-spora. Dalam bentuk alaminya yang paling umum, anthrax menghasilkan luka/borok kehitaman pada permukaan kulit, yang mana merupakan asal namanya dari bahasa Yunani, di mana Anthrax berarti arang.

Ada berapa jenis Anthrax yang dikenal?

Terdapat tiga jenis anthrax, masing-masing dengan gejala yang berbeda.

Anthrax kutaneus (kulit) yang merupakan bentu paling umum. Biasanya terjadi pada seseorang dengan permukaan kulit yang mengalami kerusakan, seperti luka atau lecet, kontak dengan spora-spora anthrax. Menghasilkan bentol gatal yang dengan cepat berkembang menjadi luka/borok kehitaman. Beberapa orang mengalami nyeri kepala, nyeri otot, demam dan muntah. Anthrax kulit harus diobati dengan segera. Pengawasan dan pengobatan medis yang tepat sangat diperlukan.

Anthrax gastrointestinal didapat dari makan daging dari seekor hewan yang terinfeksi. Menyebabkan gejala awal menyerupai keracunan makanan namun ini bisa memburuk dan menghasilkan nyeri perut yang hebat, muntah darah, dan diare yang berat. Pengawasan dan pengobatan medis yang tepat sangat diperlukan.

Bentuk yang paling parah dari infeksi anthrax pada manusia dikenal sebagai anthrax inhalasi atau anthrax paru. Meski pun paling jarang, namun merupakan bentuk penyakit anthrax pada manusia yang paling menjadi perhatian. Bentuk ini disebabkan ketika seseorang terpapar sejumlah besar spora anthrax yang melayang di udara, kemudian menghirupnya. Gejala awal menyerupai batuk pilek dengan demam, namun ini dapat dengan cepat berkembang menjadi kesulitan bernapas yang parah dan menimbulkan rejatan (syok). Pengawasan dan pengobatan medis yang tepat sangat diperlukan.

Bagaimana Anthrax Diobati atau Dicegah?

Anthrax dapat diobati dengan baik menggunakan antibiotik. Antibiotik harus diresepkan oleh dokter dan digunakan sesuai dengan anjuran medis. Tidak seorang pun boleh mencoba menggunakan antibiotik atau obat lainnya untuk mengobati atau melindungi diri mereka tanpa pertama-tama berkonsultasi dengan dokter.

Apakah Terdapat Vaksin?

Saat ini terdapat vaksin untuk melawan anthrax, namun tidak disetujui untuk penggunaan luar karena tidak pernah diuji secara menyeluruh dalam uji coba pada manusia. Vaksin diberikan pada saat tertentu pada mereka yang tampaknya akan terpapar anthrax oleh karena pekerjaan mereka, sebagai contohnya para pekerja penyamak kulit, atau personil militer. Vaksin anthrax tidak tersedia secara luas, tidak juga penggunaannya untuk imunisasi masal direkomendasikan.

Dapat saya tertular dari orang lain?

Anthrax inhalasi tidak bisa ditularkan dari orang ke orang. Sedemikian hingga, seseorang yang terkena anthrax inhalasi tidak bisa menularkan penyakit ke orang lainnya. Dan tidak perlu ada kekhawatiran tertular penyakit dari orang lainnya. Anthrax inhalasi hanya bisa terjangkit pada seseorang dengan menghirup spora anthrax secara langsung.

Dalam kasus anthrax kutaneus (kulit), terdapat sebuah risiko kecil infeksi langsung dari lesi/luka pada tubuh seseorang.

Saya sepertinya demam, batuk, pilek, apakah ini bisa jadi anthrax?

Hanya mereka yang terpapar spora anthrax secara langsung dapat terjangkit anthrax. Jika Anda merasa tidak enak badan, Anda harus segera menemui tenaga kesehatan sebagaimana yang sewajarnya Anda lakukan. Di kebanyakan tempat, ini berarti Anda harus berkonsultasi dengan dokter. Jika Anda sakit, dokter dapat membantu Anda meresepkan obat yang tepat.

Apakah saya harus ke rumah sakit untuk mendapatkan pemeriksaan?

Setiap dokter dilatih untuk mendiagnosis penyakit infeksi dan memiliki akses terhadap tes yang diperlukan. Jika diperlukan, Anda akan diberikan pemeriksaan yang Anda perlukan. Tidaklah perlu untuk pergi ke sebuah rumah sakit.

Saya khawatir dengan Anthrax, bisakah saya minum antibiotik untuk berjaga-jaga?

Tidak seorang pun sebaiknya minum antibiotik tanpa pertama-tama berkonsultasi dengan dokter atau tenaga kesehatan yang terlatih (ketika dokter tidak tersedia di areanya). Antibiotik merupakan ‘perkakas’ yang sangat ampuh dan efektif, namun mereka dirancang untuk bekerja melawan bakteri yang menyebabkan penyakit tertentu. Kecuali Anda minum antibiotik yang tepat, maka bisa jadi bukan cara yang terbaik untuk melawan penyakit yang Anda miliki.

Bagaimana jika saya menerima paket atau surat yang mencurigakan?

Pertanyaan ini terkait dalam kasus anthrax yang kemungkinan dijadikan senjata biologis dan ancaman bioterorisme di dalamnya. Nalar yang jernih sangat penting dalam menghadapi situasi yang asing. Paket atau amplop tertutup memberikan risiko yang kecil. Risiko paparan paling besar ketika paket atau surat yang mencurigakan dibuka. Beberapa negara telah menghasilkan panduan apa yang harus dilakukan jika Anda menerima sebuah paket atau surat yang mencurigakan. Ini tersedia di Internet. Beberapa poin kunci dirangkum di bawah.

Apa yang menjadikan sebuah surat atau parsel mencurigakan?

Beberapa karakter tertentu yang layak menimbulkan atau memicu kecurigaan termasuk surat atau parsel yang:

•  Memiliki zat seperti tepung di bagian luar.

•  Tidak diduga kedatangannya atau datang dari seseorang yang tidak Anda kenal.

•  Memiliki perangko berlebihan, ditulis tangan atau alamat yang diketik mencurigakan, gelar yang tidak tepat atau gelar tanpa nama, atau kesalahan eja kata-kata yang wajar.

•  Dialamatkan pada seseorang yang tidak lagi bekerja di kantor anda, kedaluwarsa, dan sejenisnya.

•  Tidak memiliki alamat pengirim, atau memiliki alamat yang tidak dapat dikonfirmasi keasliannya.

•  Beratnya tidak wajar jika melihat dari ukurannya, atau bentuknya tidak wajar.

•  Memiliki selotip dalam jumlah berlebihan.

•  Ditandai dengan pengingat yang ketat, seperti ‘pribadi’ atau ‘rahasia’.

•  Memiliki bau atau jejas yang aneh.

Apa yang harus saya lakukan jika menerima ancaman anthrax melalui surat?

Jangan menangani sendiri paket atau surat yang dicurigai tercemar. Pastikan paket yang rusak atau dicurigai tersebut diisolasi dan area sekitar dikosongkan. Pastikan semua orang yang menyentuh paket atau surat mencuci tangan mereka dengan sabun dan air mengalir. Buat daftar nama semua orang yang menyentuh surat atau paket, termasuk data kontak mereka. Simpan semua benda yang dikenakan orang-orang yang kontak dengan surat atau paket dalam kantong plastik tertutup. Baik daftar maupun benda tersebut tersedia untuk diakses pihak berwenang. Sesegera mungkin mandi dengan sabun dan air mengalir. Beri tahu pejabat kesehatan di wilayah Anda.

Anthrax selayaknya tidak menimbulkan kepanikan di masyarakat. Jika Anda memerlukan informasi lebih banyak mengenai anthrax, silakan berkonsultasi dengan dokter keluarga Anda, bagaimana mencegah dan pengobatan apa yang tersedia di sekitar Anda jika terhadi wabah anthrax.


  1. WHO – Anthrax FAQ. Tersedia pada alamat URI: http://www.who.int/csr/disease/Anthrax/anthraxfaq/en/. Terakhir diakses pada 20 Januari 2014. ↩

Artikel Baru Terbit

  • Dari Klinik Spesialis ke Meja Dokter Layanan Primer: Membaca Pernyataan Ilmiah ADA tentang Teknologi Diabetes
    ADA menerbitkan pernyataan ilmiah pertamanya tentang teknologi diabetes di layanan primer. Pemantauan glukosa kontinu, pena insulin terhubung, dan insulin otomatis diharapkan masuk praktik sehari-hari lewat pelatihan, pembagian peran, dan peninjauan data rutin. Artikel ini menimbang relevansinya bagi puskesmas dan klinik di Indonesia, serta kesenjangan akses dan pembiayaan yang perlu dijembatani.
  • Retatrutide pada Diabetes Tipe 2 dan Obesitas: Membaca Hasil TRIUMPH-2 dengan Kepala Dingin
    Uji fase 3 TRIUMPH-2 menunjukkan retatrutide, agonis tiga hormon sekali seminggu, menurunkan berat badan hingga 20,8% dan HbA1c hingga 1,6 poin pada 1.152 penyandang diabetes tipe 2 dengan obesitas. Efek samping terutama pencernaan. Obat ini belum disetujui, dan pertanyaan keamanan serta penerapannya di populasi Asia masih perlu dijawab studi lanjutan.
  • Dari Tahu ke Menjalankan: Membaca Buku Panduan Implementasi SAFER WHO untuk Mengurangi Bahaya Alkohol
    Panduan implementasi SAFER WHO (30 September 2026) bukan rekomendasi baru, melainkan peta jalan menjalankan lima intervensi alkohol yang sudah terbukti: pembatasan ketersediaan, penegakan aturan berkendara, skrining dan terapi, pelarangan iklan, serta cukai. Dari tingkat nasional, komunitas, hingga tempat kerja, kuncinya pemantauan dan perlindungan dari konflik kepentingan.
  • Ketika Tempurung Lutut “Keluar dari Jalurnya”: Mengenal Dislokasi Patela
    Tempurung lutut yang tiba-tiba “keluar dari jalurnya” saat berolahraga bukan sekadar keseleo biasa. Artikel ini mengulas dislokasi patela berdasarkan konsensus ESSKA 2024 terbaru—mulai mekanisme cedera, diagnosis, pilihan tata laksana konservatif versus bedah, hingga mengapa separuh pasien tetap bergejala meski tanpa kekambuhan, dan konteks alur layanan di Indonesia
  • Tidak Semua Pre-XDR-TB Sama: Membaca Panduan WHO Edisi Kedua tentang Pengobatan dan Perawatan Tuberkulosis
    Panduan WHO edisi kedua (September 2026) menyempurnakan pengobatan TBC resistan obat: pasien pre-XDR-TB kini dibedakan menurut derajat keparahan paru untuk memilih BPaL, BPaLC, atau BDLC, dan perawatan paliatif resmi masuk rekomendasi. Bukti masih berkepastian sangat rendah, sehingga adaptasi nasional dan penilaian keparahan yang cermat menjadi kunci bagi layanan di Indonesia.

Commenting 101: “Be kind, and respect each other” // Bersikaplah baik, dan saling menghormati (Indonesian) // Soyez gentils et respectez-vous les uns les autres (French) // Sean amables y respétense mutuamente (Spanish) // 待人友善,互相尊重 (Chinese) // كونوا لطفاء واحترموا بعضكم البعض (Arabic) // Будьте добры и уважайте друг друга (Russian) // Seid freundlich und respektiert einander (German) // 親切にし、お互いを尊重し合いましょう (Japanese) // दयालु बनें, और एक दूसरे का सम्मान करें (Hindi) // Siate gentili e rispettatevi a vicenda (Italian)

Tinggalkan Balasan

Eksplorasi konten lain dari Bhyllabus l'énigme

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca