A Cahya Legawa's Les pèlerins au-dessus des nuages

Selain melalui media elektronik tulisan, spam saat ini bisa berdatangan dari media komunikasi lisan – telepon merupakan salah satunya. Penawaran yang paling sering adalah asuransi dan kartu kredit. Walau tidak sering, namun penawaran ini datang berkala, dan pada waktu-waktu yang ‘mengganggu’.

Belakangan tidak lagi datang dengan menggunakan nomor resmi kantor, namun juga dengan nomor ponsel pribadi. Lama-lama saya berpikir, ajian ‘promo’ macam ini semakin menggila. Sedemikian hingga, saya tidak lagi menerima telepon dari nomor yang tidak dikenal.

Embed from Getty Images

Saya membiarkan cukup banyak panggilan tidak terjawab di ponsel saya, jika nomor tersebut tidak dikenal.

Saya sendiri juga sudah tidak menerima panggilan melalui WhatsApp, pertama karena jaringan internet di tempat saya tidak begitu bagus kualitasnya, kedua karena WhatsApp saya tidak bisa terhubung tanpa koneksi WiFi.

Saya masih menggunakan Skype untuk menelepon, karena saya membeli kredit tahunan untuk layanan Skype. Tapi kembali pada kualitas jaringan di kantor maupun di rumah, Skype tidak berfungsi dengan baik dengan jaringan yang kurang memadai.

Alasan terlalu malas untuk mengganti jaringan dari operator Indosat membuat saya menjadi fakir konektivitas di pelbagai situasi. Walau pun BlackBerry Passport yang kini menemani saya mampu melaju kencang pada jaringan 4G LTE, tapi sayangnya jaringan tersebut tidak menjangkau tempat-tempat yang menjadi mayoritas posisi keseharian saya. Jangankan mencicipi VoIP pada jaringan 4G, bahkan voice call klasik sering terputus dengan sendirinya.

Media komunikasi klasik yang masih bisa saya gunakan saat ini adalah surat elektronik. Dan ini akan berlaku dalam pelbagai kesempatan. Tidak memerlukan jaringan data berkualitas tinggi, dan bisa menampung percakapan dari yang paling efisien hingga yang padat multimedia.

Saya masih bisa menerima SMS, tapi karena pulsa saya 95% terkonversi menjadi data, maka saya tidak akan bisa membalas SMS tersebut. Dan ya, dibandingkan SMS klasik, saya masih bisa dapat juga dihubungi melalui Telegram, karena layanan ini bisa diakses di banyak gawai dan komputer yang saya gunakan.

← Kembali

Terima kasih atas tanggapan Anda. ✨

Rating(wajib)

Artikel Baru Terbit

  • Rumah Baru, Wajah Baru
    Legawa.com baru saja melakukan pembaruan identitas visual dengan logo baru yang sederhana, menggambarkan matahari di atas awan. Simbol ini merepresentasikan perjalanan penulis dan esai yang dihasilkan. Desain yang bersih dan konsisten diharapkan dapat menjadikan blog ini lebih tenang dan jujur, tanpa elemen yang bersaing.
  • Nutri‑Level: Ketika Segelas Boba Mulai Punya “Rapor” Kesehatan
    Kementerian Kesehatan Indonesia menerbitkan KMK Nomor HK.01.07/MENKES/301/2026 untuk mengatur label gizi pada minuman siap saji, dikenal sebagai Nutri-Level. Sistem ini bertujuan mengurangi konsumsi gula, garam, dan lemak berlebih, yang dapat menyebabkan penyakit tidak menular. Kebijakan ini diharapkan meningkatkan kesadaran konsumen dan mendorong reformulasi produk.
  • Ketika Angka Kasus HIV Tidak Menceritakan Seluruh Kisah: Menata Ulang Surveilans di Era Penyakit Lanjut
    Panduan konsolidasi WHO 2026 memperbarui definisi kasus HIV dan menambahkan indikator pemantauan penyakit HIV lanjut. Ini penting bagi Indonesia, yang memiliki 564.000 ODHIV, untuk mengevaluasi kesiapan SIHA 2.1 dalam mendukung pencapaian target eliminasi HIV pada tahun 2030, dengan data diharapkan lebih akurat dan terintegrasi.
  • Permenkes Perbekalan Kesehatan 2026: Antara Visi Kemandirian dan Realitas Akses Obat di Lapangan
    Pada 17 April 2026, Menteri Kesehatan mengeluarkan Permenkes Nomor 5 Tahun 2026 yang mengatur perbekalan kesehatan. Regulasi ini mencakup produksi dalam negeri, pengendalian harga, dan transparansi, namun masih menghadapi tantangan implementasi. Kemandirian farmasi masih rendah, dengan ketergantungan pada impor dan ketersediaan obat yang tidak memadai.
  • Permenkes Penanggulangan Penyakit 2026: Satu Payung Hukum, Berlapis Konsekuensi bagi Fasilitas Kesehatan
    Menteri Kesehatan menerbitkan Permenkes Nomor 3 Tahun 2026 untuk konsolidasi pengaturan penanggulangan penyakit di Indonesia. Regulasi ini mencakup penanggulangan penyakit menular, tidak menular, kesehatan lingkungan, dan kesehatan matra, serta menyusun kewajiban baru bagi fasilitas kesehatan. Tantangan implementasi masih ada, terutama terkait ambang batas GGL yang belum ditetapkan.

Commenting 101: “Be kind, and respect each other” // Bersikaplah baik, dan saling menghormati (Indonesian) // Soyez gentils et respectez-vous les uns les autres (French) // Sean amables y respétense mutuamente (Spanish) // 待人友善,互相尊重 (Chinese) // كونوا لطفاء واحترموا بعضكم البعض (Arabic) // Будьте добры и уважайте друг друга (Russian) // Seid freundlich und respektiert einander (German) // 親切にし、お互いを尊重し合いましょう (Japanese) // दयालु बनें, और एक दूसरे का सम्मान करें (Hindi) // Siate gentili e rispettatevi a vicenda (Italian)

2 tanggapan

  1. Avatar Ceritaeka

    Install True Caller deh, itu apps bisa mendeteksi nomer-nomer yang begitulah…

    1. Avatar Cahya

      Ndak ada di BlackBerry setahu saya Mbak. Mungkin terbatas di Android dan iOS.

Tinggalkan Balasan

Eksplorasi konten lain dari Bhyllabus l'énigme

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca