Belakangan ini saya berpikir untuk memilih, apakah akan bermigrasi ke Microsoft Edge? Tunggu dulu, bukankah ini terdengar konyol? Karena semenjak pendahulunya, yaitu Internet Explorer, peramban buatan Windows tidak begitu mengena di hati pengguna.
Saya hanya melihat, ada banyak polesan yang muncul pada Microsoft Edge, tapi itu juga tidak membuat saya berpikir untuk berpindah. Polesan tidak bermakna tanpa adanya manfaat langsung yang dirasakan pengguna, bukankah begitu?
Google Chrome vs Microsoft Edge (Adblock: aktif) pada Windows 10.
Pada gambar di atas, yang kiri adalah Google Chrome, dan yang kanan adalah Microsoft Edge. Saya menggunakan perbandingan mengunjungi sebuah situs yang memiliki tayangan iklan yang diposisikan tepat di atas konten, dan saya menggunakan penyekat iklan pada keduanya.
Google Chrome tidak memberikan tampilan yang nyaman, sementara Microsoft Edge benar-benar memberikan tampilan yang bersih.
Selain itu, tampilan huruf pada Microsoft Edge juga menurut saya lebih ramah di mata. Padahal keduanya sama-sama menggunakan mesin yang berbasis ‘chromium open source‘.
Lalu bagaimana dengan kalian? Peramban mana yang digunakan saat ini?
Filariasis limfatik atau kaki gajah bukan sekadar bengkak biasa, melainkan hasil kerusakan sistem getah bening bertahun-tahun akibat cacing yang ditularkan nyamuk. Artikel ini mengulas gejala, diagnosis, manajemen limfedema tujuh tahap, dan tantangan unik Indonesia sebagai satu-satunya negara dengan tiga spesies cacing filaria sekaligus.
Setiap kali rumah sakit direnovasi, debu konstruksi membawa risiko infeksi jamur yang bisa mengancam nyawa pasien imunokompromais. Artikel ini mengulas metode ICRA—dari matriks klasik hingga pembaruan ASHE ICRA 2.0—bukti ilmiah di balik aspergilosis terkait konstruksi, kedudukannya dalam regulasi Indonesia, serta praktik terbaik yang seharusnya diterapkan setiap fasilitas kesehatan.
Perpindahan ke Linux sering kali menimbulkan “kejutan budaya” bagi pengguna baru yang terbiasa dengan Windows atau macOS. Tantangan meliputi manajemen paket yang asing, ketersediaan software, masalah driver, penggunaan command line, dan pilihan distro. Adaptasi lebih mudah bagi developer, power user, dan gamer, sementara pengguna awam mungkin kesulitan. Kesiapan mental dan pemilihan distro yang tepat sangat penting untuk transisi yang baik.
Keluhan pasien bukan ancaman, melainkan peluang mutu. Artikel ini mengulas asal-usul kerangka L.E.A.S.T dan L.A.T.T.E dari ilmu manajemen jasa, bukti bahwa pelatihan komunikasi saja tak cukup mengatasi hambatan sistemik dan burnout staf, serta bagaimana hak mengadu pasien dalam UU 17/2023 perlu diimbangi sistem pendukung di faskes Indonesia.
Tidak ada pasal tunggal yang mewajibkan pentest bagi rumah sakit di Indonesia — tetapi UU PDP, kategorisasi risiko sistem elektronik, status Infrastruktur Informasi Vital, dan ekspektasi akreditasi bersama-sama menciptakan kewajiban de facto yang sulit dihindari. Artikel ini memetakan empat jalur regulasi tersebut dan memberi rekomendasi realistis sesuai skala fasilitas.
Commenting 101: “Be kind, and respect each other” // Bersikaplah baik, dan saling menghormati (Indonesian) // Soyez gentils et respectez-vous les uns les autres (French) // Sean amables y respétense mutuamente (Spanish) // 待人友善,互相尊重 (Chinese) // كونوا لطفاء واحترموا بعضكم البعض (Arabic) // Будьте добры и уважайте друг друга (Russian) // Seid freundlich und respektiert einander (German) // 親切にし、お互いを尊重し合いましょう (Japanese) // दयालु बनें, और एक दूसरे का सम्मान करें (Hindi) // Siate gentili e rispettatevi a vicenda (Italian)
[…] setahun yang lalu, saya sempat menulis mengenai kemungkinan beralih ke peramban Microsoft Edge. Dan bagaimana setelah satu tahun berlalu? Bisa dibilang Microsoft Edge mengalami evolusi yang […]
aku masih pake Chrome mas, karena urusan pekerjaan. Aplikasi yang aku pake yang berasal dari Dinas wajib memakai Chrome. Kalau memakai perambah lain seperti Mozilla, Opera dll kagak bisa jalan.
Tinggalkan Balasan