A Cahya Legawa's Les pèlerins au-dessus des nuages

Google memiliki aplikasi rapat (meeting) yang enak, kini Hangout berubah menjadi Google Meet yang sangat mudah dan nyaman digunakan. Bisa melalui aplikasi Gmail di ponsel maupun dengan peramban di komputer.

Sayangnya, Google Meet tidak memiliki aplikasi asli pada sistem operasi Microsoft Windows (dan mungkin juga pada distribusi Linux). Hal ini karena Google bersikeras bahwa aplikasi melalui peramban sudah cukup membuat semua fitur yang diperlukan pengguna telah dapat diakses dengan optimal.

Dan, ya itu benar!

Hanya saja jika Anda menggunakan Google Chrome dengan membuka sejumlah peramban dan juga membuka Google Meet, ini bisa menjadi bencana. Kecuali Anda memiliki RAM 8GB atau 16GB kanal-ganda ke atas, Chrome bisa jadi sudah melumpuhkan komputer terlebih dahulu.

Itulah mengapa saya lebih suka menggunakan Google Meet dengan klien tersendiri. Ada dua pilihan optimal saat ini, yaitu menggunakan Google Meet peramban dan menjadikannya sebagai aplikasi Desktop.

Memasang Google Meet dengan memanfaatkan Edge. Sumber: allthings.how.

Hal ini dilakukan dengan menjadikannya sebuah shortcut melalui Chrome, atau memasangnya menjadi aplikasi dengan peramban Edge. Saya lebih suka cara kedua, karena saya tidak menggunakan Google Chrome, melainkan Microsoft Edge.

Ada opsi lain?

Google mungkin tidak mengembangkan klien, tapi tidak berarti tidak ada pihak ketiga yang mengembangkannya.

MeetInOne adalah salah satu klien Google Meet yang populer di Mac OS, dan kini hadir di Windows 10 dan 11 melalui Microsoft Store.

MeetInOne memiliki banyak kelebihan seperti:

  • Unlimited Accounts
  • Create Meetings
  • Analytics
  • Save Meeting Links
  • Push-to-talk
  • Auto-skip waiting screen
  • Auto-mute Audio & Video
  • Auto-toggle captions
  • Show timer during meeting
  • Auto-admit participants
  • Auto-reject participants
  • Dark Mode

Fungsi-fungsi tersebut beberapa tidak tersedia bagi pengguna biasa di Google Meet, tapi tersedia sebagai fitur premium aplikasi MeetInOne.

Bisa dikatakan, MeetInOne memang favorit bagi mereka yang menghandalkan pertemuan daring dengan Google Meet, dan harganya juga sangat terjangkau. Tentu perlu akun Microsoft untuk membelinya melalui kartu kredit, atau Anda bisa mendapatkan jasa penjualan melalui e-niaga seperti di Tokopedia (dan kemudian tinggal menukarkan kodenya melalui Microsoft Store).

Dari dua opsi di atas, jika Anda tidak memerlukan banyak kendali terhadap rapat, maka opsi yang pertama saya sarankan. Walau perlu tambahan sedikit upaya, tapi tidak perlu tambahan biaya. Tapi jika Anda ingin kendali lebih banyak, opsi kedua bisa saya sarankan dengan biaya yang sangat terjangkau, dan lisensi aplikasi klien berlaku selamanya walau berpindah komputer.

← Kembali

Terima kasih atas tanggapan Anda. ✨

Rating(wajib)

Artikel Baru Terbit

  • Permenkes Perbekalan Kesehatan 2026: Antara Visi Kemandirian dan Realitas Akses Obat di Lapangan
    Pada 17 April 2026, Menteri Kesehatan mengeluarkan Permenkes Nomor 5 Tahun 2026 yang mengatur perbekalan kesehatan. Regulasi ini mencakup produksi dalam negeri, pengendalian harga, dan transparansi, namun masih menghadapi tantangan implementasi. Kemandirian farmasi masih rendah, dengan ketergantungan pada impor dan ketersediaan obat yang tidak memadai.
  • Permenkes Penanggulangan Penyakit 2026: Satu Payung Hukum, Berlapis Konsekuensi bagi Fasilitas Kesehatan
    Menteri Kesehatan menerbitkan Permenkes Nomor 3 Tahun 2026 untuk konsolidasi pengaturan penanggulangan penyakit di Indonesia. Regulasi ini mencakup penanggulangan penyakit menular, tidak menular, kesehatan lingkungan, dan kesehatan matra, serta menyusun kewajiban baru bagi fasilitas kesehatan. Tantangan implementasi masih ada, terutama terkait ambang batas GGL yang belum ditetapkan.
  • The Dream That Keeps Breathing
    What if the size of a dream was never the point? Through a Javanese kite-maker’s parable and voices from Rumi to Marcus Aurelius, the Gita to the Dhammapada, this essay asks whether dreaming is less a destination than a form of breathing — one we must keep doing, gently, for as long as we wish to call what we’re living a life.
  • PFAS di Meja Makan: Apa yang Diungkap Tinjauan Lanskap WHO tentang “Bahan Kimia Abadi” yang Kita Telan
    WHO merilis tinjauan tentang 18 senyawa PFAS prioritas yang mencemari makanan dan air minum, serta enam kategori efek kesehatan seperti kanker dan gangguan metabolik. Makanan menjadi jalur pajanan utama. Temuan ini menunjukkan perlunya Indonesia memperkuat pemantauan PFAS untuk meningkatkan keamanan pangan dan air minum.
  • Nasi di Piring, Racun yang Tak Terlihat: Apa Kata Evaluasi Terbaru WHO/FAO tentang Arsenik dalam Makanan
    Evaluasi terbaru oleh JECFA (2026) menunjukkan risiko arsenik dalam makanan tidak hanya terkait kanker, tetapi juga penyakit jantung pada dosis lebih rendah. Beras menjadi sumber utama paparan, termasuk di Indonesia, di mana data dari Sulawesi Utara menunjukkan melampaui ambang aman. Perlu ada langkah kehati-hatian dan pembaruan regulasi keamanan pangan.

Commenting 101: “Be kind, and respect each other” // Bersikaplah baik, dan saling menghormati (Indonesian) // Soyez gentils et respectez-vous les uns les autres (French) // Sean amables y respétense mutuamente (Spanish) // 待人友善,互相尊重 (Chinese) // كونوا لطفاء واحترموا بعضكم البعض (Arabic) // Будьте добры и уважайте друг друга (Russian) // Seid freundlich und respektiert einander (German) // 親切にし、お互いを尊重し合いましょう (Japanese) // दयालु बनें, और एक दूसरे का सम्मान करें (Hindi) // Siate gentili e rispettatevi a vicenda (Italian)

Tinggalkan Balasan

Eksplorasi konten lain dari Bhyllabus l'énigme

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca