A Cahya Legawa's Les pèlerins au-dessus des nuages

Pagi ini, kabar bahwa kasus konfirmasi positif COVID-19 atau Wuhan Coronavirus pertama di Indonesia diberitakan. Dua kasus positif yang ditemukan di Depok menjadi percakapan hangat di antara tenaga klinis di tempat saya berpraktik.

COVID-19 merupakan ancaman kesehatan global dan masyarakat selayaknya tahu bagaimana melindungi diri dari ancaman ini. Pengetahuan ini penting bagi masyarakat untuk benar-benar bisa dipraktikkan guna melindungi diri dan masyarakat, serta menghindari kepanikan.

Selalu memiliki kebiasaan untuk mencuci tangan, terutama setelah memegang permukaan perabot atau sebelum menyentuh bagian tubuh yang peka, misalnya wajah.

Cuci tangan selayaknya dilakukan secara rutin dengan menggunakan air mengalir dan sabun, atau membersihkan tangan dengan cairan antiseptik berbasis alkohol untuk tangan. Mencuci tangan dengan sabun atau cairan antiseptik berbasis alkohol dapat membunuh virus korona.

Lalu, usahakan membuat jarak sosial, yaitu sekitar 1 meter dengan seseorang yang sedang batuk atau bersin. Karena ketika orang batuk atau bersin, mereka menyemburkan droplet cairan dari hidung atau mulut yang dapat mengandung virus. Jika Anda berada terlalu dekat, Anda bisa menghirup droplet ini, termasuk kemungkinan virus COVID-19 jika orang yang batuk memiliki penyakit tersebut.

Hindari menyentuh mata, hidung dan mulut. Ketika tangan menyentuh permukaan banyak benda, virus dapat menempel pada tangan. Jika tangan tercemar virus, tangan dapat memindahkan virus ke mata, hidung atau mulut. Dari sini, virus akan dapat memasuki tubuh Anda, dan membuat Anda sakit.

Praktikkan etika batuk (respiratory hygiene) yang benar. Pastikan Anda, dan orang-orang di sekitar Anda mengikuti etika batuk yang benar. Di mana Anda menutup mulut dan hidung dengan bagian dalam siku atau tisu ketika batuk atau bersin, lalu membuang tisu yang telah digunakan sesegera mungkin.

Hal ini penting karena droplet menyebarkan virus. Dengan menjalankan etika batuk yang benar, Anda melindungi orang di sekitar Anda dari virus yang sedang menyerang Anda (baik itu flu, batuk pilek, hingga COVID-19).

Jika Anda menderita demam, batuk dan kesulitan bernapas, segera hubungi fasilitas kesehatan terdekat. Maksudnya, jika kondisi ringan, tetaplah tinggal di rumah; jika ada gejala demam, batuk, dan kesulitan bernapas, maka segera hubungi fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan penanganan medis.

Pemerintah dan dinas kesehatan setempat tentunya paling memiliki informasi terkini situasi penyebaran COVID-19 di area Anda. Menghubungi (via telepon) akan membantu penyelenggara fasilitas kesehatan memberikan rujukan ke fasilitas kesehatan yang tepat bagi Anda, oleh karena tidak semua fasilitas kesehatan memiliki kemampuan menangani kasus COVID-19. Langkah ini juga membantu melindungi Anda, dan membantu mencegah penyebaran virus serta infeksi lainnya.

Selalu mengikuti perkembangan terkini mengenai COVID-19. Ikuti nasihat yang diberikan oleh penyedia layanan kesehatan atau dokter keluarga anda, atau kebijakan nasional serta lokal atau perusahaan Anda mengenai bagaimana melindungi diri dan orang lain dari infeksi COVID-19.

Apakah Anda baru saja mengunjungi daerah yang memiliki penyebaran virus COVID-19? Jika ya, tetaplah diam di rumah selama 14 hari, terutama jika Anda merasa tidak nyaman, bahkan dengan gejala paling sederhana sekali pun seperti sakit kepala ringan hingga pilek, sampai Anda benar-benar pulih. Jangan segera mengunjungi fasilitas pelayanan kesehatan, ini akan membantu fasilitas pelayanan kesehatan dapat beroperasi lebih efektif, dan membantu Anda serta orang lain dari penyebaran COVID-19 dan penyakit lainnya.

Namun kemudian jika Anda merasakan demam, batuk dan kesulitan bernapas, segera hubungi (via telepon) fasilitas layanan kesehatan terdekat atau dokter Anda, kondisi ini bisa jadi karena infeksi saluran napas dan kondisi serius lainnya. Informasi kepada tenaga klinis atau dokter Anda mencakup riwayat perjalanan terakhir Anda atau kontak dengan orang yang melakukan perjalanan ke daerah dengan wabah COVID-19. Petugas akan membantu Anda untuk mendapatkan bantuan medis di fasilitas yang tepat.

Informasi dan bantuan terkait Coronavirus dapat menghubungi hotline: 021-5210411 atau 081212123119.

← Kembali

Terima kasih atas tanggapan Anda. ✨

Rating(wajib)

Artikel Baru Terbit

  • Permenkes Perbekalan Kesehatan 2026: Antara Visi Kemandirian dan Realitas Akses Obat di Lapangan
    Pada 17 April 2026, Menteri Kesehatan mengeluarkan Permenkes Nomor 5 Tahun 2026 yang mengatur perbekalan kesehatan. Regulasi ini mencakup produksi dalam negeri, pengendalian harga, dan transparansi, namun masih menghadapi tantangan implementasi. Kemandirian farmasi masih rendah, dengan ketergantungan pada impor dan ketersediaan obat yang tidak memadai.
  • Permenkes Penanggulangan Penyakit 2026: Satu Payung Hukum, Berlapis Konsekuensi bagi Fasilitas Kesehatan
    Menteri Kesehatan menerbitkan Permenkes Nomor 3 Tahun 2026 untuk konsolidasi pengaturan penanggulangan penyakit di Indonesia. Regulasi ini mencakup penanggulangan penyakit menular, tidak menular, kesehatan lingkungan, dan kesehatan matra, serta menyusun kewajiban baru bagi fasilitas kesehatan. Tantangan implementasi masih ada, terutama terkait ambang batas GGL yang belum ditetapkan.
  • The Dream That Keeps Breathing
    What if the size of a dream was never the point? Through a Javanese kite-maker’s parable and voices from Rumi to Marcus Aurelius, the Gita to the Dhammapada, this essay asks whether dreaming is less a destination than a form of breathing — one we must keep doing, gently, for as long as we wish to call what we’re living a life.
  • PFAS di Meja Makan: Apa yang Diungkap Tinjauan Lanskap WHO tentang “Bahan Kimia Abadi” yang Kita Telan
    WHO merilis tinjauan tentang 18 senyawa PFAS prioritas yang mencemari makanan dan air minum, serta enam kategori efek kesehatan seperti kanker dan gangguan metabolik. Makanan menjadi jalur pajanan utama. Temuan ini menunjukkan perlunya Indonesia memperkuat pemantauan PFAS untuk meningkatkan keamanan pangan dan air minum.
  • Nasi di Piring, Racun yang Tak Terlihat: Apa Kata Evaluasi Terbaru WHO/FAO tentang Arsenik dalam Makanan
    Evaluasi terbaru oleh JECFA (2026) menunjukkan risiko arsenik dalam makanan tidak hanya terkait kanker, tetapi juga penyakit jantung pada dosis lebih rendah. Beras menjadi sumber utama paparan, termasuk di Indonesia, di mana data dari Sulawesi Utara menunjukkan melampaui ambang aman. Perlu ada langkah kehati-hatian dan pembaruan regulasi keamanan pangan.

Commenting 101: “Be kind, and respect each other” // Bersikaplah baik, dan saling menghormati (Indonesian) // Soyez gentils et respectez-vous les uns les autres (French) // Sean amables y respétense mutuamente (Spanish) // 待人友善,互相尊重 (Chinese) // كونوا لطفاء واحترموا بعضكم البعض (Arabic) // Будьте добры и уважайте друг друга (Russian) // Seid freundlich und respektiert einander (German) // 親切にし、お互いを尊重し合いましょう (Japanese) // दयालु बनें, और एक दूसरे का सम्मान करें (Hindi) // Siate gentili e rispettatevi a vicenda (Italian)

3 tanggapan

  1. […] Tindakan pencegahan COVID-19 sudah dijelaskan oleh banyak pihak pemangku kebijakan, dan tidak satupun termasuk di dalamnya termasuk mengonsumsi makanan tertentu. […]

  2. […] beberapa tindakan pencegahan yang dapat dilakukan untuk mencegah infeksi […]

  3. […] 12: hingga saat ini tidak ada obat khusus yang mencegah atau mengobati coronavirus dari Wuhan ini. Pencegahan dasar harus diterapkan. Bagi yang sakit ringan, obat-obat untuk melegakan gejala dapat membantu. Bagi […]

Tinggalkan Balasan

Eksplorasi konten lain dari Bhyllabus l'énigme

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca