A Cahya Legawa's Les pèlerins au-dessus des nuages

Kita melihat banyak informasi di media sosial yang menyatakan rempah, temu-temuan, herbal atau jamu tertentu, dapatnya menangkal infeksi virus corona. Misalnya saja jahe merah, bawang putih, dan sebagainya. Banyak yang mempromosikan bahwa makanan seperti ini bisa menangkal infeksi virus corona dengan cara meningkatkan daya tahan (imunitas) tubuh. Bahkan banyak praktisi kesehatan yang membagikan informasi serupa di media sosial.

Apakah benar bahwa rempah, temu, hingga jamu atau makanan tertentu dapat mencegah infeksi virus corona? Singkat kata, secara medis semua itu belum atau tidak terbukti mencegah infeksi virus corona.

Wuhan Coronavirus atau SARS-Covs-2 ini menyebar dengan cepat, salah satu penyebabnya adalah bahwa banyak orang belum memiliki kekebalan terhadap virus ini. Jika orang tidak memiliki kekebalan, maka dia tentu saja dapat terinfeksi oleh SARS-Covs-2, tidak peduli apakah dia memiliki daya tahan yang baik atau daya tahan yang buruk.

Bahkan, masyakarat juga diperingkatkan, kemungkinan infeksi ulang COVID-19. Artinya, mereka yang sudah pernah sakit COVID-19 dan pulih dari sakit bukan berarti dia memiliki kekebalan terhadap penyakit ini.1

Lalu apa pentingnya daya tahan tubuh? Daya tahan tubuh akan berperan dalam bagaimana tubuh merespons terhadap infeksi SARS-Covs-2 jika menginfeksi, apakah akan menimbulkan (bermanifestasi) jadi COVID-19 yang ringan atau menjadi COVID-19 yang berat. Walau demikian, tidak berarti yang memiliki daya imunitas baik menjadi garansi bahwa tidak akan menuju kondisi yang parah saat terkena COVID-19.

Menjaga daya tahan tubuh sangat penting bagi kesehatan secara umum, namun tidak boleh dijadikan pengharapan palsu sebagai penghalang terkena COVID-19.

Tindakan pencegahan COVID-19 sudah dijelaskan oleh banyak pihak pemangku kebijakan, dan tidak satupun termasuk di dalamnya termasuk mengonsumsi makanan tertentu.

Tindakan pencegahan terkait makanan atau nutrisi adalah memasak makanan sampai matang, sehingga menghindari infeksi kuman dari makanan yang masih mentah.

Pencegahan lain yang masih diupayakan saat ini adalah penciptaan vaksin yang tepat untuk COVID-19.

Kabar rempah, herbal, temu, dan jamu tertentu yang dapat menangkal infeksi virus corona dapat menyebabkan masyakarat membelanjakan atau menggunakan dananya untuk sesuatu yang tidak terkait dengan pencegahan wabah itu sendiri.

Artikel Baru Terbit

  • Beyond Heroes and Villains: History, Morality, and the Psychology of Narrative
    Tulisan ini menggambarkan bagaimana sejarah dipengaruhi oleh kekuasaan, membentuk narasi pahlawan dan penjahat. Ia menyoroti kompleksitas moral, bahwa individu bisa berperan dalam kejahatan atau pahlawan berdasarkan konteks. Penting untuk mengakui berbagai perspektif dan menahan diri dari menyederhanakan narasi demi pemahaman yang lebih mendalam tentang kemanusiaan.
  • Aman Merawat Seumur Hidup: Keselamatan Pasien Penyakit Tidak Menular yang Terlewat dari Sorotan
    Hari Keselamatan Pasien Sedunia 2026 fokus pada penyakit tidak menular dengan tema “Safe care for life!”. Penyandang penyakit kronis berisiko tinggi mengalami cedera akibat interaksi berulang dengan sistem kesehatan. Artikel ini menjelaskan pentingnya keterlibatan pasien dalam keselamatan layanan serta implementasi pesan WHO dalam konteks kesehatan Indonesia.
  • Ketika Gula Darah Naik di Tengah Kehamilan: Mengenal Diabetes Gestasional
    Diabetes melitus gestasional adalah gangguan toleransi glukosa yang muncul saat hamil, memengaruhi hingga 14% kehamilan secara global. Di Indonesia, kondisi ini sering luput terdeteksi karena keterbatasan data nasional. Skrining rutin usia 24–28 minggu, tata laksana nutrisi, dan pemantauan pascasalin jangka panjang menjadi kunci mencegah komplikasi ibu dan bayi.
  • Dipakai oleh Miliaran, Diriset oleh Segelintir: Agenda Riset Global WHO untuk Pengobatan Tradisional dan Posisi Indonesia di Dalamnya
    WHO menerbitkan agenda riset global untuk pengobatan tradisional, komplementer, dan integratif (TCIM) dari 2025 hingga 2034, menyoroti kesenjangan antara tingkat penggunaan yang tinggi dan pendanaan riset yang rendah. Indonesia memiliki pengguna TCIM yang besar, namun belum menyusun komitmen riset formal seperti negara lain, membuka peluang baru untuk pengembangan.
  • Menangis Belum Tentu Sakit, Diam Belum Tentu Sehat: Membaca Tanda Bahaya pada Bayi Baru Lahir
    Bayi baru lahir kerap menampakkan tanda yang mengkhawatirkan namun jinak — ruam berpindah, bersin, napas tak teratur — sementara tanda paling berbahaya justru nyaris tak terlihat: hipotermia, menyusu buruk, dan terlalu anteng. Artikel ini memetakan keduanya dalam tiga jalur keputusan, agar orang tua tahu kapan menunggu dan kapan berangkat.

Commenting 101: “Be kind, and respect each other” // Bersikaplah baik, dan saling menghormati (Indonesian) // Soyez gentils et respectez-vous les uns les autres (French) // Sean amables y respétense mutuamente (Spanish) // 待人友善,互相尊重 (Chinese) // كونوا لطفاء واحترموا بعضكم البعض (Arabic) // Будьте добры и уважайте друг друга (Russian) // Seid freundlich und respektiert einander (German) // 親切にし、お互いを尊重し合いましょう (Japanese) // दयालु बनें, और एक दूसरे का सम्मान करें (Hindi) // Siate gentili e rispettatevi a vicenda (Italian)

Tinggalkan Balasan

Eksplorasi konten lain dari Bhyllabus l'énigme

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca