A Cahya Legawa's Les pèlerins au-dessus des nuages

Apa sih aplikasi antivirus yang paling populer pada tahun 2020? Saya iseng bertanya-tanya, dan mencoba mengakses pangsa pasar produk-produk jenis ini. Dan ternyata, dugaan saya meleset. Saya pikir produk seperti Kaspersky dan BitDefender yang populer di toko daring tanah air menjadi yang masuk dalam daftar nama tersebut.

Pangsa Pasar Produk Antivirus (AV)

Kepopuleran suatu produk keamanan biasanya karena kepercayaan masyarakat yang tinggi. Paling atas adalah Symantec Corp., yang merupakan produsen seri Norton AV dan keluarganya.

Saya bisa memahami ini, karena sejak zaman dua dekade yang lalu, Norton merupakan produk yang paling populer, apakah masih berlangsung sampai saat ini? Saya tidak mengikuti perkembangan produk Symantec, tapi sepertinya mereka tetap bertahan menjadi raja.

Peringkat kedua adalah AVAST Software, produsen produk keamanan avast dan keluarganya. Merupakan produk keamanan favorit saya sejak dua dekade yang lalu, yang saat itu masih merupakan perusahaan kecil dan yang pertama menawarkan produk AV gratis kepada masyarakat global yang berjuang melawan infeksi virus komputer di era itu. Metode ini kemudian banyak ditiru oleh produsen lain, tapi popularitas avast sepertinya masih menjadikannya cukup populer. Dan mungkin menjadi satu-satunya perusahaan keamanan non-Amerika yang berdiri di peringkat atas popularitas. AVAST termasuk produk dengan komunitas terbesar yang ada, walau tidak seaktif sekitar satu atau dua dekade yang lalu.

ESET populer di kalangan teknisi, dan mungkin ini yang menjadikannya bersaing dengan AVAST dan Symantec. Saya tidak tahu, hampir setiap komputer yang diservis karena rusak di wilayah saya, biasanya balik sudah terpasang dengan antivirus dari ESET. Padahal produk AV yang terpasang sudah kedaluwarsa lisensinya, minimal perlindungannya dan tidak bisa dibuang karena terkunci oleh sistem admin. Ya, di mata saya ESET populer di kalangan teknisi, namun musibah bagi pengguna akhir. Walau tentu saja ini bukan kesalahan produsen.

Sementara yang lain masih mengekor di belakang, termasuk McAffe yang populer bersama Norton di era lampau, dan BitDefender yang naik daun pada dekade terakhir ini di tanah air.

Kaspersky, produk yang saya gunakan saat ini tidak ada sama sekali dalam daftar utama. Sepertinya masih belum bisa mengejar ketertinggalan sejak produk asal Rusia ini dijegal keberadaan oleh pemerintah Amerika beberapa tahun yang lalu.

Perlu diingat, bahwa pangsa pasar tidak menunjukkan bahwa produk tersebut lebih unggul kualitasnya dibandingkan dengan produk saingannya. Ada banyak alasan memilih produk AV.

Saya misalnya, memilih karena murah. Saya membeli produk AV dari toko daring, lisensi Kaspersky (KIS) kebetulan paling murah untuk jumlah komputer dan gawai yang digunakan rumah tangga saya. Jadi saya beli saja. Tapi seandainya jumlah laptop, ponsel, dan tablet di rumah di atas lima buah, maka paket keluarga bundle avast ultimate mungkin menjadi pilihan saya, karena paling murah untuk 5-10 perangkat (untuk hitungan produk AV, security suite, dan VPN).

← Kembali

Terima kasih atas tanggapan Anda. ✨

Rating(wajib)

Artikel Baru Terbit

  • Nutri‑Level: Ketika Segelas Boba Mulai Punya “Rapor” Kesehatan
    Kementerian Kesehatan Indonesia menerbitkan KMK Nomor HK.01.07/MENKES/301/2026 untuk mengatur label gizi pada minuman siap saji, dikenal sebagai Nutri-Level. Sistem ini bertujuan mengurangi konsumsi gula, garam, dan lemak berlebih, yang dapat menyebabkan penyakit tidak menular. Kebijakan ini diharapkan meningkatkan kesadaran konsumen dan mendorong reformulasi produk.
  • Ketika Angka Kasus HIV Tidak Menceritakan Seluruh Kisah: Menata Ulang Surveilans di Era Penyakit Lanjut
    Panduan konsolidasi WHO 2026 memperbarui definisi kasus HIV dan menambahkan indikator pemantauan penyakit HIV lanjut. Ini penting bagi Indonesia, yang memiliki 564.000 ODHIV, untuk mengevaluasi kesiapan SIHA 2.1 dalam mendukung pencapaian target eliminasi HIV pada tahun 2030, dengan data diharapkan lebih akurat dan terintegrasi.
  • Permenkes Perbekalan Kesehatan 2026: Antara Visi Kemandirian dan Realitas Akses Obat di Lapangan
    Pada 17 April 2026, Menteri Kesehatan mengeluarkan Permenkes Nomor 5 Tahun 2026 yang mengatur perbekalan kesehatan. Regulasi ini mencakup produksi dalam negeri, pengendalian harga, dan transparansi, namun masih menghadapi tantangan implementasi. Kemandirian farmasi masih rendah, dengan ketergantungan pada impor dan ketersediaan obat yang tidak memadai.
  • Permenkes Penanggulangan Penyakit 2026: Satu Payung Hukum, Berlapis Konsekuensi bagi Fasilitas Kesehatan
    Menteri Kesehatan menerbitkan Permenkes Nomor 3 Tahun 2026 untuk konsolidasi pengaturan penanggulangan penyakit di Indonesia. Regulasi ini mencakup penanggulangan penyakit menular, tidak menular, kesehatan lingkungan, dan kesehatan matra, serta menyusun kewajiban baru bagi fasilitas kesehatan. Tantangan implementasi masih ada, terutama terkait ambang batas GGL yang belum ditetapkan.
  • The Dream That Keeps Breathing
    What if the size of a dream was never the point? Through a Javanese kite-maker’s parable and voices from Rumi to Marcus Aurelius, the Gita to the Dhammapada, this essay asks whether dreaming is less a destination than a form of breathing — one we must keep doing, gently, for as long as we wish to call what we’re living a life.

Commenting 101: “Be kind, and respect each other” // Bersikaplah baik, dan saling menghormati (Indonesian) // Soyez gentils et respectez-vous les uns les autres (French) // Sean amables y respétense mutuamente (Spanish) // 待人友善,互相尊重 (Chinese) // كونوا لطفاء واحترموا بعضكم البعض (Arabic) // Будьте добры и уважайте друг друга (Russian) // Seid freundlich und respektiert einander (German) // 親切にし、お互いを尊重し合いましょう (Japanese) // दयालु बनें, और एक दूसरे का सम्मान करें (Hindi) // Siate gentili e rispettatevi a vicenda (Italian)

Tinggalkan Balasan

Eksplorasi konten lain dari Bhyllabus l'énigme

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca