A Cahya Legawa's Les pèlerins au-dessus des nuages

Sudah nonton filmnya? Film ini asyik jadi film keluarga, kecuali jika yang nonton punya kecenderungan tertentu. Tapi untuk jadi film laga superhero, film ini kurang menggigit dibandingkan pendahulunya. Oke, malah sudah pada kesimpulan.

Jangan lihat banyak ulasan terlebih dahulu, karena banyak ulasan akan memberi nilai di bawah tujuh dari sepuluh bintang. Sangat pahit untuk sebuah film yang dinantikan di tengah pandemi. Sayangnya, ulasan itu mungkin tidak keliru.

Cuplikan Klip Wonder Woman 1984 (2020)

Konsep ceritanya bagus, tapi dibawakan terlalu lambat dan banyak tambahan yang membuat kesan cerita menjadi acak. Karakter antagonis rasanya juga dibawakan kurang mendalam, sehingga ada kesan “penjahatnya cuma kaya gitu?” ketika saya menonton. Tentu saja, mungkin ini akibat dosis tinggi trilogi “Dark Knight” yang masih saya rasa sebagai puncak adaptasi karya DC ke layar lebar, di mana kita mendapatkan asupan karakter antagonis yang wow.

Pun dibandingkan dengan film sebelumnya, Wonder Woman pada tahun 2017 memiliki puncak adegan terkenal yang diberi judul “No Man’s Land” yang punya kekuatan sebuah film yang tidak muncul di film tahun 2020 ini. Adegan pada film tahun 2017 tersebut merupakan salah satu adegan yang akan selalu dikenang oleh para penggemar film.

No Man’s Land – Wonder Woman (2017)

Akting yang dibawakan tokoh utama oleh Gal Gadot saya kira kualitasnya tidak menurun. Tapi tidak tersedia “scene” untuk memaksimalkan akting itu. Saya bahkan berharap ada semacam Snyder’s Cut untuk Wonder Woman 1984 sebagaimana yang ada untuk Justice League. Siapa tahu ada adegan yang cukup bagus untuk menyambung semua kekacauan yang ada dalam film ini.

Saya bahkan melewatkan beberapa adegan karena saya anggap tidak menarik atau tidak terlalu bermakna untuk dinikmati.

Tapi mengapa saya katakan film ini menjadi film keluarga yang sangat bagus? Karena pesan yang dibawa di awal, pertengahan dan akhir film sangat sesuai. Dan ini menjadi film keluarga di penghujung tahun yang sangat sayang untuk dilewati.

← Kembali

Terima kasih atas tanggapan Anda. ✨

Rating(wajib)

Artikel Baru Terbit

  • The Dream That Keeps Breathing
    What if the size of a dream was never the point? Through a Javanese kite-maker’s parable and voices from Rumi to Marcus Aurelius, the Gita to the Dhammapada, this essay asks whether dreaming is less a destination than a form of breathing — one we must keep doing, gently, for as long as we wish to call what we’re living a life.
  • PFAS di Meja Makan: Apa yang Diungkap Tinjauan Lanskap WHO tentang “Bahan Kimia Abadi” yang Kita Telan
    WHO merilis tinjauan tentang 18 senyawa PFAS prioritas yang mencemari makanan dan air minum, serta enam kategori efek kesehatan seperti kanker dan gangguan metabolik. Makanan menjadi jalur pajanan utama. Temuan ini menunjukkan perlunya Indonesia memperkuat pemantauan PFAS untuk meningkatkan keamanan pangan dan air minum.
  • Nasi di Piring, Racun yang Tak Terlihat: Apa Kata Evaluasi Terbaru WHO/FAO tentang Arsenik dalam Makanan
    Evaluasi terbaru oleh JECFA (2026) menunjukkan risiko arsenik dalam makanan tidak hanya terkait kanker, tetapi juga penyakit jantung pada dosis lebih rendah. Beras menjadi sumber utama paparan, termasuk di Indonesia, di mana data dari Sulawesi Utara menunjukkan melampaui ambang aman. Perlu ada langkah kehati-hatian dan pembaruan regulasi keamanan pangan.
  • Wajah Ganda Sang Parasit: Mengenal Leishmaniasis Kutaneus dan PKDL, Dua Babak dari Satu Penyakit
    Leishmaniasis kutaneus dan PKDL adalah dua wajah dari infeksi parasit Leishmania yang ditularkan lalat pasir—jarang ditemukan di Indonesia, namun tetap relevan lewat kasus impor dari personel yang bertugas di kawasan endemik. Artikel ini mengulas gejala, diagnosis banding dengan kusta, dan tata laksana berdasarkan panduan terbaru WHO SEARO
  • Air yang Merenggut Nyawa: Tujuh Strategi Global Mencegah Tenggelam dan Relevansinya bagi Indonesia
    Setiap tahun, lebih dari 300.000 orang di dunia meninggal karena tenggelam, dengan anak-anak sebagai korban utama. WHO meluncurkan paket kebijakan PROTECT yang berisi tujuh strategi mencegah tenggelam. Indonesia perlu mengembangkan strategi nasional dan memperkuat pengumpulan data untuk menurunkan angka kematian terkait tenggelam di negara kepulauan ini.

Commenting 101: “Be kind, and respect each other” // Bersikaplah baik, dan saling menghormati (Indonesian) // Soyez gentils et respectez-vous les uns les autres (French) // Sean amables y respétense mutuamente (Spanish) // 待人友善,互相尊重 (Chinese) // كونوا لطفاء واحترموا بعضكم البعض (Arabic) // Будьте добры и уважайте друг друга (Russian) // Seid freundlich und respektiert einander (German) // 親切にし、お互いを尊重し合いましょう (Japanese) // दयालु बनें, और एक दूसरे का सम्मान करें (Hindi) // Siate gentili e rispettatevi a vicenda (Italian)

Satu tanggapan

  1. […] baik dari segi cerita maupun karakter yang dihidupkan dalam film ini. Saya sempat kecewa dengan Wonder Woman 1984 yang tayang akhir tahun lalu, tapi untuk ZSJL, sama sekali tidak […]

Tinggalkan Balasan

Eksplorasi konten lain dari Bhyllabus l'énigme

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca