A Cahya Legawa's Les pèlerins au-dessus des nuages

Operasi lasik mata adalah salah satu jenis operasi refraktif yang bertujuan untuk mengoreksi gangguan penglihatan seperti miopia, hiperopia, atau astigmatisme. Operasi ini dilakukan dengan menggunakan laser eksimer untuk membentuk ulang kornea mata, sehingga cahaya yang masuk ke mata dapat difokuskan dengan tepat pada retina.

Photo by Sean Patrick on Pexels.com

Operasi lasik mata memiliki beberapa keuntungan dibandingkan dengan metode koreksi penglihatan lainnya, seperti kacamata atau lensa kontak. Beberapa keuntungan tersebut adalah:

  • Operasi lasik mata bersifat permanen, sehingga pasien tidak perlu mengganti kacamata atau lensa kontak secara berkala.
  • Operasi lasik mata dapat memberikan hasil yang cepat dan akurat, sehingga pasien dapat merasakan perbaikan penglihatan dalam waktu singkat setelah operasi.
  • Operasi lasik mata memiliki risiko komplikasi yang rendah, seperti infeksi, radang, atau kekeringan mata. Komplikasi ini dapat dicegah dengan melakukan pemeriksaan dan persiapan yang baik sebelum operasi, serta mengikuti petunjuk dokter setelah operasi.

Namun, operasi lasik mata juga memiliki beberapa syarat dan keterbatasan yang harus dipenuhi oleh pasien sebelum menjalani operasi. Beberapa syarat dan keterbatasan tersebut adalah:

  • Pasien harus berusia minimal 18 tahun dan memiliki kondisi penglihatan yang stabil selama setidaknya satu tahun sebelum operasi.
  • Pasien harus memiliki ketebalan kornea yang cukup untuk dapat dibentuk ulang oleh laser eksimer. Pasien dengan ketebalan kornea yang terlalu tipis atau tidak rata mungkin tidak cocok untuk operasi lasik mata.
  • Pasien harus memiliki kondisi kesehatan umum yang baik dan tidak menderita penyakit sistemik yang dapat mempengaruhi penyembuhan mata, seperti diabetes, lupus, atau rheumatoid arthritis.
  • Pasien harus memiliki harapan yang realistis tentang hasil operasi lasik mata. Operasi ini tidak dapat menjamin penglihatan sempurna tanpa kacamata atau lensa kontak. Pasien mungkin masih membutuhkan alat bantu penglihatan untuk aktivitas tertentu, seperti membaca atau menyetir di malam hari.

Operasi lasik mata adalah salah satu pilihan bagi Anda yang ingin mengoreksi gangguan penglihatan Anda dengan cara yang cepat dan efektif. Namun, Anda harus mempertimbangkan segala aspek dan risiko yang terkait dengan operasi ini sebelum memutuskan untuk melakukannya. Konsultasikan dengan dokter spesialis mata Anda untuk mengetahui apakah Anda memenuhi syarat dan cocok untuk operasi lasik mata.

Artikel Baru Terbit

  • Mitos Kesehatan Jiwa yang Masih Dipercaya: Membedah Stigma di Balik Fakta
    Mitos seputar kesehatan jiwa—dari anggapan bahwa gangguan jiwa langka hingga stigma “gila” pada skizofrenia—masih membebani masyarakat Indonesia. Data SKI 2023 mengungkap kesenjangan akses pengobatan yang lebar dan praktik pemasungan yang bertahan. Artikel ini membedah sebelas mitos populer dengan bukti ilmiah dan konteks kebijakan kesehatan jiwa nasional.
  • Berapa Jam Sebenarnya Kita Butuh Tidur? Lima Mitos yang Perlu Diluruskan
    Kebutuhan tidur bervariasi berdasarkan usia dan individu, bukan sekadar “8 jam”. Tubuh tidak dapat dilatih untuk butuh tidur lebih sedikit. Tidur siang singkat 10–20 menit justru bermanfaat. Tidak semua hewan tidur seperti manusia. Terlalu banyak tidur juga berisiko. Dan meski kurang tidur jarang membunuh langsung, microsleep akibatnya menewaskan ribuan orang di jalan Indonesia setiap tahun.
  • Gula Darah Tinggi yang Diam-Diam Merusak: Memahami Diabetes Melitus Tipe 2
    Diabetes melitus tipe 2 menyerang diam-diam—hanya satu dari 4-5 penyandang di Indonesia yang menyadari kondisinya. Artikel ini membahas patofisiologi resistansi insulin, kriteria diagnosis PERKENI, peran SGLT2 inhibitor dan GLP-1 receptor agonist dalam terapi terkini, serta kesenjangan akses pembiayaan JKN/BPJS terhadap golongan obat baru tersebut.
  • Empat Pembaruan Kunci Pedoman Malaria WHO 2026: Apa yang Berubah dan Apa Artinya bagi Indonesia
    WHO mengeluarkan pembaruan pedoman malaria pada September 2026, mencakup empat perubahan penting: pencegahan malaria pada ibu hamil dengan HIV, batas penggunaan primakuin dosis tunggal, formulasi baru artemether-lumefantrine untuk bayi <5 kg, serta peninjauan jadwal vaksin. Pembaruan ini relevan untuk Indonesia, khususnya Papua sebagai daerah berisiko tinggi.
  • Vaksin RSV untuk Ibu Hamil: Ketika Antibodi Ibu Jadi Perisai Pertama Bayi
    Vaksin RSV maternal (Abrysvo) terbukti menurunkan risiko penyakit saluran napas bawah berat pada bayi hingga 90% dalam 90 hari pertama bila diberikan pada minggu ke-28–36 kehamilan. WHO baru mengesahkan vial multidosisnya untuk memperluas akses global. Di Indonesia, vaksin ini sudah terdaftar BPOM namun belum masuk program nasional.

Commenting 101: “Be kind, and respect each other” // Bersikaplah baik, dan saling menghormati (Indonesian) // Soyez gentils et respectez-vous les uns les autres (French) // Sean amables y respétense mutuamente (Spanish) // 待人友善,互相尊重 (Chinese) // كونوا لطفاء واحترموا بعضكم البعض (Arabic) // Будьте добры и уважайте друг друга (Russian) // Seid freundlich und respektiert einander (German) // 親切にし、お互いを尊重し合いましょう (Japanese) // दयालु बनें, और एक दूसरे का सम्मान करें (Hindi) // Siate gentili e rispettatevi a vicenda (Italian)

2 tanggapan

  1. Avatar q.thrynx

    Sebagai pengguna kacamata, saya sebenarnya juga pengen Lasik. Tetapi ada satu hal yang membuatnya menjadi angan-angan belaka, yaitu faktor biayanya. 🤭

    1. Avatar Cahya

      Ya, kita berarti sama, Mas. Ndak ditanggung oleh BPJS Kesehatan. 😂

Tinggalkan Balasan

Eksplorasi konten lain dari Bhyllabus l'énigme

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca